Teguh Anantawikrama: Sang Arsitek di Balik Layar Kadin
Teguh Anantawikrama: Sang Arsitek di Balik Layar Kadin
Di koridor-koridor Menara Kadin Indonesia, nama Teguh Anantawikrama bukanlah sosok yang gemar membusungkan dada di depan lampu sorot kamera. Namun, bagi para pemain industri dan penentu kebijakan, ia adalah "otak" yang bekerja dalam senyap, merajut benang-benang kusut antara regulasi pemerintah dan ambisi para pengusaha.
Sebagai Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia—khususnya yang membidangi sektor strategis—Teguh lebih sering terlihat dengan dahi berkerut, menatap lembaran draf kebijakan atau berdiskusi intens di meja-meja bundar yang jauh dari jangkauan wartawan.
Antara Idealisme dan Realita Pasar
Gaya bicara Teguh adalah tipikal intelektual yang praktis. Ia tidak menjual jargon kosong tentang pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, ia seringkali melontarkan kritik pedas namun konstruktif terhadap hambatan birokrasi yang mencekik pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).
Visi Ekonomi Berdikari: Teguh adalah penganut paham bahwa kedaulatan ekonomi dimulai dari penguatan rantai pasok dalam negeri.
Diplomasi Bisnis: Ia dikenal piawai menjembatani kepentingan investor asing dengan kearifan lokal, memastikan bahwa "kue" pembangunan tidak hanya habis dinikmati pemain besar.
Di mata rekan-reja sejawatnya, Teguh dianggap sebagai bridge builder. Saat ego sektoral antar-asosiasi pengusaha memanas, ia seringkali muncul sebagai penengah yang menggunakan data sebagai senjata utama, bukan retorika.
Jejak Digital dan Transformasi
Dunia usaha saat ini sedang digempur badai digitalisasi, dan Teguh berada di garda depan untuk memastikan kapal Kadin tidak karam. Ia adalah salah satu pendorong utama transformasi digital bagi para anggotanya. Baginya, teknologi bukanlah pilihan, melainkan syarat mutlak untuk bertahan hidup.
"Ekonomi kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan otot komoditas. Kita butuh otak digital dan efisiensi yang presisi," ungkapnya dalam sebuah kesempatan diskusi internal.
Kesibukannya tak hanya berhenti di urusan makro. Teguh juga dikenal aktif dalam berbagai inisiatif sosial dan lingkungan, mencoba membuktikan bahwa profit dan planet bisa berjalan beriringan—sebuah tantangan yang tidak mudah di tengah iklim bisnis yang masih pragmatis.
Sosok yang Menghargai Akar
Meskipun kesehariannya dihabiskan dengan urusan korporasi dan kebijakan negara, mereka yang mengenal dekat Teguh menyebutnya sebagai pribadi yang sangat membumi. Ia adalah sosok yang sangat menghormati figur-figur senior dalam hidupnya, sebuah nilai yang nampaknya ia bawa dalam gaya kepemimpinannya yang inklusif.
Sikap hormat ini pulalah yang membuatnya mampu berkomunikasi dengan lancar, baik kepada para menteri di kabinet maupun kepada pengrajin di pelosok daerah. Ia percaya bahwa kebijakan terbaik lahir dari pendengaran yang baik.
Catatan Penutup
Teguh Anantawikrama adalah potret teknokrat yang terjun ke dunia organisasi usaha. Di tengah dinamika internal Kadin yang kerap naik-turun, kehadirannya memberikan stabilitas. Ia adalah pengingat bahwa di balik megahnya angka-angka investasi, ada kerja-kerja detail yang harus diselesaikan di balik layar.


Posting Komentar