Ketum Partai MASYUMI RI Bung Amas Canangkan Ramadhan Sebagai Bulan Kembalinya Warga NU dan Muhammadiyah ke "Rumah Besar"
JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai MASYUMI RI secara resmi mencanangkan bulan suci Ramadhan sebagai momentum besar bagi kembalinya warga Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah ke naungan Partai MASYUMI RI. Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat kembali persatuan politik Islam di Indonesia.
Ketua Umum DPP Partai MASYUMI RI, Abdullah Amas, menegaskan bahwa Ramadhan tahun ini harus menjadi titik balik bagi jamaah dua organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut untuk pulang ke "Tenda Besar" Politik Islam.
Menelusuri Jejak Sejarah
Dalam keterangannya, Amas mengingatkan kembali akar sejarah berdirinya MASYUMI yang tidak bisa dipisahkan dari rahim Muhammadiyah. Ia menyebut bahwa keterikatan emosional dan historis ini jauh lebih dalam dibandingkan dengan partai-partai modern saat ini.
"MASYUMI lahir di gedung Muallimin Muhammadiyah. Bisa dikatakan, MASYUMI adalah cinta sejati Muhammadiyah. Jika kita bandingkan dengan PAN, partai tersebut dilahirkan oleh seorang Mantan Ketum Muhammadiyah, namun MASYUMI sejak dulu adalah rumah bagi K.H. Ahmad Dahlan dan K.H. Hasyim Asy’ari," ujar Amas.
Menurutnya, identitas MASYUMI sebagai wadah pemersatu para ulama pendiri bangsa merupakan fondasi kuat yang harus diingat kembali oleh generasi saat ini.
Targetkan Gen-Z dan Pelaku UMKM
Tidak hanya mengandalkan narasi sejarah, Partai MASYUMI RI juga bersiap melakukan langkah agresif di lapangan. Amas menyatakan bahwa pihaknya akan fokus menjemput aspirasi akar rumput, terutama dari kalangan yang menjadi tulang punggung ekonomi dan masa depan bangsa.
"Kami akan bergerak agresif menjemput akar rumput dari kalangan NU dan Muhammadiyah. Fokus kami mencakup para pelaku UMKM, generasi Gen-Z, dan berbagai elemen masyarakat lainnya," tambahnya.
Strategi ini diharapkan dapat menyatukan kembali visi politik umat Islam dalam satu wadah yang konsisten membawa nilai-nilai perjuangan para pendiri bangsa. Dengan pencanangan di bulan Ramadhan ini, MASYUMI RI optimistis dapat menggalang kekuatan baru yang lebih solid dan relevan dengan tantangan zaman
Sambut Ramadhan
Marhaban ya Ramadhan. Usai menggelar Sidang Isbat penetapan awal Puasa, Pemerintah akhirnya secara resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Penetapan awal Ramadan ini diputuskan dalam sidang isbat yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026). Sidang dipimpin Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar. “Sidang Isbat menyepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026,” ujar Menag dalam konferensi pers usai Sidang Isbat. Musyawarah mengacu pada hasil hisab dan rukyat yang dilakukan oleh Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama dan ormas-ormas Islam, serta dikonfirmasi oleh petugas pengamat di sedikitnya 96 titik pengamatan di seluruh Indonesia.
Sementara itu Ketua Umum DPP Partai MASYUMI RI Abdullah Amas menyerukan kepada seluruh jajaran organisasi dibawah Partai MASYUMI RI termasuk Lembaga Usaha dan lainnya dibawah Partai MASYUMI RI untuk mengikuti Pemerintah.
"PARTAI MASYUMI RI juga mendorong agar keluarga besar MASYUMI RI menjadikan Bulan Ramadhan sebagai Bulan Jihad membangun Pertahanan Bangsa menghadapi situasi global yang semakin mendekati detik - detik eskalasi global yang kian waspada"tegas Amas, Presiden DPP Partai MASYUMI RI


Posting Komentar