RENAISANS PERGERAKAN: MIAI Resmi Dihidupkan Kembali, Abdullah Amas Didapuk Sebagai Ketua Umum
RENAISANS PERGERAKAN: MIAI Resmi Dihidupkan Kembali, Abdullah Amas Didapuk Sebagai Ketua Umum
JAKARTA – Sebuah momentum bersejarah kembali terukir dalam peta pergerakan Islam di tanah air. Majelis Islam A'la Indonesia (MIAI), federasi organisasi Islam legendaris yang sempat menjadi pilar pemersatu umat di era pra-kemerdekaan, secara resmi dinyatakan dihidupkan kembali. Dalam mufakat terbaru, sosok aktivis dan pemikir Abdullah Amas dipercaya untuk menahkodai organisasi ini sebagai Ketua Umum.
Menyambung Mata Rantai Sejarah
MIAI memiliki rekam jejak emas dalam sejarah bangsa. Didirikan pertama kali pada 21 September puluhan tahun silam, organisasi ini lahir dari rahim persatuan tokoh-tokoh besar bangsa. Tercatat, nama-nama besar dari Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Sarekat Islam, PERSIS, dan berbagai ormas Islam lainnya menyatukan visi dalam wadah ini untuk melawan kolonialisme dan memperjuangkan aspirasi umat.
Ketua Umum terpilih, Abdullah Amas, menegaskan bahwa penghidupan kembali MIAI bukanlah sekadar romantisme sejarah.
"Kami ingin menjaga kesinambungan sejarah MIAI demi keberlangsungan cita kebangsaan dan keislaman di Nusantara. MIAI akan tetap menjadi jembatan yang menghubungkan nilai luhur agama dengan semangat nasionalisme yang inklusif," ujar sosok yang akrab disapa Bung Amas tersebut.
Fokus pada Pendidikan: Madrasah Wardatul Hasanah
Salah satu langkah konkret yang menjadi prioritas MIAI di era baru ini adalah penguatan sektor pendidikan melalui program Madrasah Wardatul Hasanah (MWH). Madrasah ini dirancang khusus untuk anak-anak dengan metode yang adaptif terhadap zaman namun tetap kuat secara akidah.
MIAI berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kependidikan yang tidak hanya mencerdaskan secara intelektual, tetapi juga memberdayakan karakter sejak dini.
Pemberdayaan Perempuan Melalui Gerakan Wardatul Hasanah
Tak hanya menyasar anak-anak, MIAI juga memberikan perhatian khusus pada peran strategis kaum perempuan. Melalui organisasi sayapnya, Gerakan Wardatul Hasanah - MIAI, organisasi ini akan meluncurkan berbagai program pemberdayaan.
Fokus utamanya adalah memberikan ruang bagi perempuan untuk berkarya, mendidik, dan menjadi penggerak ekonomi keluarga dengan semangat "memberdayakan serta menggembirakan". Kehadiran gerakan ini diharapkan mampu mengembalikan marwah MIAI sebagai organisasi yang menyentuh akar rumput di segala lini kehidupan sosial.
Dengan dihidupkannya kembali MIAI, publik kini menanti kiprah nyata organisasi ini dalam merajut kembali persatuan umat di tengah tantangan global yang semakin kompleks.


Posting Komentar