PARTAI MASYUMI RI DAN PRABOWO MENJAGA GARUDA!! Pidato Komando Menuju Pemilu 2029 : Abdullah Amas (Ketua Umum DPP MASYUMI RI)
MASYUMI MENJAGA GARUDA!!
Pidato Komando Menuju Pemilu 2029 : Abdullah Amas (Ketua Umum DPP MASYUMI RI)
TAUJIH PEKANAN MENUJU PEMENANGAN PEMILU 2029 KETUA UMUM DPP MASYUMI RI BUNG AMAS :
NARASI BESAR MASYUMI BELA PRABOWO BANGUN INDONESIA UNGGUL.
Orasi Pemenangan Pemilu 2029
Oleh: Abdullah Amas (Ketua Umum DPP MASYUMI RI)
I. Pembukaan: Menghirup Aroma Kemenangan
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam Sejahtera bagi kita semua,
Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!
Saudara-saudaraku sekalian, para pejuang Masyumi di seluruh pelosok Nusantara...
Hari ini, saya tidak hanya berdiri di depan wajah-wajah yang lelah karena bekerja. Saya berdiri di depan wajah-wajah yang memancarkan cahaya keyakinan. Saya mencium aroma kemenangan yang dulu pernah dihirup oleh Natsir, Roem, dan Sjafruddin Prawiranegara, kini kembali berhembus di ruangan ini!
Saudara-saudara, perhatikan langit politik kita hari ini. Apakah kalian melihat mendung? Mungkin. Tapi di balik mendung itu, ada matahari yang sedang bersiap untuk terbit kembali. Itulah Masyumi. Kita bukan sedang membangun partai baru; kita sedang membangunkan raksasa yang sedang tidur.
II. Taujih: Filosofi Arus dan Politik adalah soal narasi dan arah sejarah. Hari ini, saya katakan kepada kalian: Indonesia sedang berada di persimpangan jalan.
Masyumi hadir bukan untuk sekadar menambah daftar nama partai di kertas suara. Kita hadir untuk menjadi Arah Baru. Kita adalah arus yang tenang namun dalam, yang jika saatnya tiba, akan berubah menjadi gelombang perubahan yang tidak bisa dibendung oleh kekuatan manapun!
"Jangan takut pada tekanan. Karena tekananlah yang mengubah karbon menjadi intan. Dan Masyumi hari ini adalah intan yang telah ditempa oleh sejarah, oleh fitnah, dan oleh waktu. Sekarang, saatnya kita bersinar!"
III. Visi: Masyumi 2029 dan Indonesia 5 Besar Dunia
Saudara-saudaraku,
Target kita di 2029 bukan sekadar lolos parliamentary threshold. Target kita adalah menjadi otak dan hati bangsa ini. Kita ingin membawa Indonesia masuk ke dalam jajaran 2 besar kekuatan dunia!
Bagaimana caranya?
Integrasi Islam dan Kebangsaan: Kita akhiri perdebatan usang antara agama dan negara. Di Masyumi, Islam adalah energi bagi kemajuan nasional, bukan beban. Dan itu harga mati menjadikan kemurnian tauhid sebagai alat utama kemajuan pesat negara. Bila Tauhid kita murni. Berkah Allah akan lebih cepat dan bertubi-tubi.
Kekuatan Literasi dan Teknologi: Kita akan menjadikan anak muda Masyumi sebagai generasi yang memegang tasbih di satu tangan dan coding di tangan lainnya.
Keadilan Sosial yang Nyata: Kita ingin memastikan bahwa kekayaan alam Indonesia tidak hanya berputar di lingkaran elite, tapi mengalir sampai ke dapur-dapur rakyat jelata.
IV. Instruksi Pemenangan: Jadilah Pelaku Sejarah
Kepada seluruh kader, pengurus DPP, DPW, hingga ke ranting-ranting di desa...
Mulai hari ini, lepaskan semua keraguan kalian. Keluarlah dari kantor-kantor kalian! Temui rakyat di pasar-pasar, di sawah-sawah, di kampus-kampus.
Tiupkan angin harapan. Ubah setiap riak kecil menjadi gelombang. Jika orang bertanya, "Apa itu Masyumi?", katakan kepada mereka: Masyumi adalah cinta yang kembali pulang. Masyumi adalah memang yang dulu sempat padam, kini menyala lebih terang!
V. Penutup: Menjemput Takdir
Saudara-saudaraku,
Sejarah tidak ditulis oleh orang-orang yang ragu. Sejarah ditulis oleh mereka yang berani memeluk takdirnya. 2029 adalah tahun kita. 2029 adalah waktu di mana "Matahari" Masyumi akan kembali tegak lurus di atas langit Indonesia.
Siapkan diri kalian. Perbaiki niat kalian. Rapatkan barisan.
Di bawah panji Masyumi RI, kita jemput kemenangan ini dengan kemuliaan!
Masyumi... Reborn!
Indonesia... Menang!
Allahu Akbar
Politik adalah Kerja Peradaban
Saudara-saudaraku, para fungsionaris dan kader MASYUMI RI di seluruh cakrawala Nusantara.
Politik bagi kita bukanlah sekadar angka-angka di atas kertas survei, bukan pula sekadar perebutan kursi di Senayan. Politik adalah Seni Mengubah keadaan. Jika kita gagal mengubah keadaan rakyat, maka kita hanyalah kerumunan orang yang sedang mengantre jabatan.
Kita harus sadar, MASYUMI lahir dari rahim sejarah yang besar. Namun, sejarah tidak akan memenangkan kita di 2029 jika kita hanya terpaku pada romantisme masa lalu. Kita harus mampu menerjemahkan nilai-nilai Natsir ke dalam bahasa kecerdasan buatan, ekonomi digital, dan kedaulatan pangan modern.
2. Instruksi Strategis: Tiga Pilar Gerakan
Saya instruksikan kepada seluruh struktur dari Pusat hingga Ranting untuk menjalankan tiga langkah taktis berikut:
Pilar Pertama: Personifikasi Narasi (The Message)
Setiap kader adalah "Duta Matahari". Jangan bicara tentang Masyumi sebagai partai yang haus kekuasaan. Bicaralah tentang Masyumi sebagai solusi atas kegelisahan rakyat. Jika rakyat lapar, bicaralah tentang keadilan distribusi. Jika pemuda menganggur, bicaralah tentang lompatan teknologi. Jadilah relevan atau kita akan terlupakan.
Pilar Kedua: Penaklukan Ruang Digital (The Digital Wave)
Dunia hari ini tidak hanya dibangun di atas tanah, tapi di atas awan (cloud). Saya minta setiap DPC wajib memiliki pasukan konten yang kreatif. Kita tidak butuh fitnah, kita butuh Konten yang Mencerahkan. Ubah setiap gagasan saya dan para pimpinan partai menjadi video pendek, infografis, dan narasi yang menyentuh hati. Kita harus memenangkan pikiran mereka sebelum memenangkan suara mereka.
Pilar Ketikga: Ketuk Pintu, Ketuk Hati (The Ground Game)
Jangan menjadi "Partai AC" yang hanya duduk di kantor. Turunlah ke pasar, ke warung kopi, ke surau-surau. Dengarkan keluhan mereka. Politik adalah silaturahmi yang melembaga. Satu jabat tangan yang tulus jauh lebih berharga daripada seribu kata-kata iklan promosi baliho yang dingin.
3. Penutup: Menanam di Musim Kemarau
Saudara-saudaraku,
Tahun 2029 mungkin terasa jauh bagi mereka yang pesimis, namun ia sangat dekat bagi mereka yang memiliki visi. Kita sedang menanam di musim yang sulit, namun justru di situlah mentalitas pejuang kita diuji.
Ingatlah, matahari tidak pernah meminta izin untuk terbit. Ia terbit karena itu adalah takdirnya. Begitu juga dengan MASYUMI RI. Kita akan bangkit bukan karena belas kasihan lawan politik, tapi karena kita adalah jawaban yang dibutuhkan oleh zaman ini.
"Bekerjalah dengan sunyi, biarkan kemenanganmu yang membuat kegaduhan."
Selamat bekerja. Rapatkan barisan. Jaga kesehatan dan keikhlasan.
Sampai jumpa di gerbang kemenangan 2029!
Allahu Akbar!
Dialektika Takdir dan Sejarah
Saudara-saudaraku, para pemegang panji Matahari!
Ada saat di mana sejarah berhenti sejenak, menahan napas, dan menunggu siapa yang berani melangkah ke depan untuk menentukan arah zaman. Hari ini, di bawah langit 2026 menuju 2029, MASYUMI RI mengambil langkah itu!
Kita tidak sedang bermain dadu dengan masa depan. Kita sedang membaca tanda-tanda zaman. Dan hari ini, tanda itu sangat jelas: Indonesia membutuhkan persatuan antara kekuatan nasionalisme yang kokoh dan kekuatan tauhid dan moralitas Islam yang jernih!
II. Narasi Besar: Mengapa Masyumi Membela Prabowo?
Saudara-saudara, ada yang bertanya: "Mengapa Masyumi berdiri tegak membela kepemimpinan Prabowo Subianto?" Jawablah dengan kepala tegak: Karena kita tidak ingin Indonesia menjadi sekadar titik kecil di peta dunia! Prabowo adalah simbol kedaulatan, simbol macan yang sedang bangun dari tidurnya. Dan Masyumi? Masyumi adalah Ruh-nya. Masyumi adalah Arah-nya. Masyumi adalah Nutrisi Ideologis-nya!
Jika Prabowo adalah tubuh yang kuat, maka Masyumi adalah kompas moral yang memastikan tubuh itu melangkah di jalan yang diridhai Allah SWT. Kita membela beliau bukan karena personalitas semata, tapi karena kita melihat ada napas perlawanan terhadap hegemoni asing, ada semangat untuk menjadikan Indonesia mandiri secara pangan, energi, dan harga diri!
"Kita tidak membela orang, kita membela sebuah Visi Besar. Kita membela gagasan Indonesia Unggul yang tidak bisa ditawar lagi!"
III. Taujih: Membangun Indonesia Unggul (The Grand Design)
Saudara-saudara, Indonesia Unggul bukan sekadar slogan di baliho. Indonesia Unggul adalah Iman Politik kita!
Ekonomi yang Bermartabat: Kita ingin membangun ekonomi yang tidak hanya memperkaya segelintir orang di Menara Gading, tapi ekonomi yang menetes hingga ke meja makan rakyat di pelosok desa.
Kedaulatan yang Tak Terbeli: Bersama Prabowo, Masyumi akan memastikan bahwa tidak ada sejengkal pun tanah kita, tidak ada satu liter pun minyak kita, yang didikte oleh kepentingan global yang ingin menjajah kita secara halus.
Generasi Emas, Bukan Generasi Cemas: Kita akan mencetak anak-anak muda yang hafal Al-Qur'an tapi juga ahli Nuklir. Yang sujudnya lama di masjid, tapi risetnya mengguncang laboratorium dunia! Itulah Indonesia Unggul versi Masyumi!
IV. Orasi Pemenangan: Jadilah Badai, Bukan Sekadar Angin Sepoi
Kader-kader Masyumi di seluruh penjuru RI!
Mulai detik ini, jadikan setiap rumah kalian sebagai posko pemenangan. Jadikan setiap kata-kata kalian sebagai peluru ideologi. Kita akan mengawal kepemimpinan ini dengan kritik yang membangun dan dukungan yang membaja.
Jangan biarkan fitnah memecah belah barisan ini. Jika ada yang mencoba membenturkan Islam dan Nasionalisme, katakan kepada mereka: "Di Masyumi, Islam adalah akar dan Indonesia adalah pohonnya. Tanpa akar pohon akan tumbang, tanpa pohon akar tidak bermakna!"
Kita akan memenangkan 2029 dengan cara-cara yang terhormat. Kita akan merebut hati rakyat dengan kecerdasan, bukan dengan caci maki. Kita adalah partai para intelektual, partai para kiai, partai para pejuang!
V. Penutup: Menyongsong Fajar 2029
Saudara-saudaraku...
Lihatlah ke ufuk timur. Matahari Masyumi mulai memerah, siap menduduki zenith kekuasaan untuk kemaslahatan umat.
Bersama Prabowo Subianto, kita bangun fondasi Indonesia yang tak tergoyahkan. Bersama MASYUMI RI, kita pastikan keadilan tegak setegak-tegaknya.
Siapkan sepatu kalian untuk perjalanan jauh. Siapkan dada kalian untuk menampung keluhan rakyat. Siapkan akal kalian untuk merancang kejayaan bangsa.
Masyumi Bela Prabowo!
Prabowo Pimpin Indonesia!
Indonesia Menjadi Unggul!
Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!
Jakarta, 21 Februari 2026
Abdullah Amas
Ketua Umum DPP MASYUMI RI / Ketua Bappilu


Posting Komentar