Bursa Ketum PBNU 2026 Menghangat, Ketum Partai MASYUMI RI Dukung Cak Imin Pimpin Nahdliyin, Ini Nama-Nama Kandidat Lain
Bursa Ketum PBNU 2026 Menghangat, Ketum MASYUMI RI Dukung Cak Imin Pimpin Nahdliyin
JAKARTA – Meski Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) baru dijadwalkan pada medio 2026, peta persaingan calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai memanas. Sejumlah nama besar yang memiliki kedekatan dengan akar rumput hingga lingkaran istana mulai muncul ke permukaan, memicu diskusi publik mengenai siapa sosok yang paling layak menahkodai organisasi Islam terbesar di dunia tersebut.
Berdasarkan dinamika yang berkembang, setidaknya ada enam nama yang diprediksi akan bersaing ketat. Nama-nama seperti petahana KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), KH Marzuki Mustamar, dan KH Zulfa Mustofa tetap menjadi kandidat kuat. Namun, muncul pula figur-figur baru yang memiliki rekam jejak mentereng seperti Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, KH. Yusuf Chudlory (Gus Yusuf), serta tokoh politik nasional Dr. (Hc.) H.A. Muhaimin Iskandar (Cak Imin).
Dukungan dari MASYUMI RI
Menanggapi munculnya nama-nama tersebut, Ketua Umum Partai MASYUMI RI, Abdullah Amas, memberikan pandangan yang cukup tajam, khususnya mengenai sosok Muhaimin Iskandar. Amas secara terbuka menyatakan dukungannya agar Cak Imin fokus mengabdikan diri di PBNU.
"Cak Imin saya kira lebih bagus urus PBNU karena teruji bawa PKB besar. Kemampuannya dalam mengonsolidasi kekuatan sudah terbukti," ujar Abdullah Amas dalam keterangannya hari ini.
Amas menilai, PBNU saat ini membutuhkan figur yang memiliki kemampuan konsolidasi elite yang kuat untuk menjaga stabilitas organisasi dari berbagai gangguan internal maupun eksternal. Ia pun memberikan catatan kritis terhadap kepemimpinan saat ini.
"Kalau yang lain bisa agak lamban jalan NU. Misal Gus Yahya, beliau bagus, tapi kemampuan konsolidasi elite NU-nya kan lemah, buktinya diganggu terus dia," lanjut Amas menekankan pentingnya kepemimpinan yang solid.
Enam Kandidat Utama
Berikut adalah daftar tokoh yang santer dibicarakan sebagai calon nahkoda baru PBNU masa khidmah 2026-2031:
Dr. (Hc.) H.A. Muhaimin Iskandar, M.Si. (Tokoh nasional, Ketua Umum PKB)
Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. (Imam Besar Masjid Istiqlal)
KH. EM. Yusuf Chudlory (Pengasuh Ponpes API Tegalrejo)
KH. Yahya Cholil Staquf (Ketua Umum PBNU saat ini)
KH. Marzuki Mustamar (Mantan Ketua PWNU Jatim)
KH. Zulfa Mustofa (Wakil Ketua Umum PBNU)
Dengan munculnya figur-figur lintas latar belakang ini, Muktamar NU 2026 diprediksi akan menjadi salah satu momentum paling dinamis dalam sejarah organisasi tersebut. Pertanyaannya kemudian, siapakah yang mampu membawa NU lebih lincah dan solid di masa depan?


Posting Komentar