Ketum DPP Partai MASYUMI RI Abdullah Amas Dukung Duet "Sultan" Jatim Haji Her Dan Ali Putra Gubernur Khofifah Duet Di Pilkada Jatim
Ketum DPP Partai MASYUMI RI Amas Dukung Duet "Sultan" Jatim Haji Her Dan Ali Putra Gubernur Khofifah Duet Di Pilkada Jatim
SURABAYA – Peta politik Jawa Timur kembali bergolak. Di saat publik masih meraba-raba arah koalisi besar, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Masyumi RI justru melempar "bom" spekulasi yang cukup menggetarkan lantai bursa pencalonan. Tak tanggung-tanggung, mereka menyodorkan satu nama yang selama ini bergerak di bawah radar namun memiliki daya pikat elektoral tinggi: Ali Ali, putra dari sang petahana Khofifah Indar Parawansa.
Oleh Masyumi, Ali diproyeksikan untuk mengisi kursi calon wakil gubernur, mendampingi sosok filantropis yang namanya harum di akar rumput, Haji Her.
Magnet Sosial Haji Her
Ketua Umum DPP Partai Masyumi RI, Abdullah Amas, menyebut pasangan ini sebagai "Duet Dahsyat". Dalam kacamata Amas, sosok Haji Her bukan sekadar pengusaha, melainkan fenomena sosial yang menyapu seantero Jawa Timur. Aksi sosialnya dinilai telah melampaui pakem politik tradisional.
"Belum ada yang lebih hebat dari Haji Her dalam hal aksi sosial. Popularitasnya bahkan mulai menggetarkan posisi tokoh senior seperti Haji Said Abdullah," ujar Amas dengan nada mantap.
Amas tak segan membandingkan. Meski Said Abdullah punya posisi kuat di PDIP, Amas menilai mesin politik banteng punya catatan merah di Jawa Timur saat mencoba peruntungan dalam Pilkada, merujuk pada kekalahan pasangan Bambang D.H. – Said Abdullah di masa lalu. "Suaranya cenderung loyo di Pilkada Jatim. Haji Her punya jenis 'bahan bakar' yang berbeda: simpati murni dari rakyat," tambahnya.
Ali dan "Khofifah Effect"
Jika Haji Her adalah simbol kekuatan logistik dan basis massa bawah, maka Ali adalah kepingan puzzle yang menyasar pemilih muda dan loyalis militan ibunya. Jejak rekam Ali tidak datang dari ruang hampa. Ia tumbuh di rahim politik yang matang:
Darah Hijau: Pernah aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
Kematangan Partai: Memiliki pengalaman di Partai Demokrat.
Daya pikat Ali diyakini mampu mengonsolidasikan "Khofifah Mania"—basis massa cair yang selama ini menjadi penentu kemenangan di Jawa Timur—sekaligus menarik minat Gen Z dan milenial yang merindukan sosok pemimpin muda dengan latar belakang organisasi yang jelas.


Posting Komentar