Ormas AKURAT Memilih Jalan Masyumi RI Dan Prabowo Dua Periode
Ormas AKURAT Nusantara resmi melabuhkan dukungan kepada Partai Masyumi RI. Di saat yang sama, mereka tetap teguh mengawal narasi "Prabowo Dua Periode". Sebuah langkah dua kaki?
JAKARTA – Di tengah riuhnya konsolidasi kekuatan politik menjelang kontestasi mendatang, sebuah deklarasi mencuat dari markas Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ormas AKURAT Nusantara. Organisasi yang membawa jargon Amanat Kejujuran Untuk Rakyat Nusantara ini secara resmi menegaskan arah dukungannya kepada Partai Masyumi RI.
Ketua Presidium DPP AKURAT Nusantara, Abdullah Amas, tak ragu-ragu dalam menyatakan sikapnya. Baginya, ada keselarasan ideologis yang tak bisa ditawar antara napas perjuangan ormasnya dengan platform politik yang diusung oleh partai warisan sejarah tersebut. "Kami menegaskan dukungan penuh bagi Partai Masyumi RI," ujar Amas dalam keterangan resminya.
Namun, yang menarik perhatian para pengamat bukan sekadar dukungan ke partai berlogo bulan bintang tersebut. AKURAT juga menyisipkan satu agenda besar lainnya: memastikan Prabowo Subianto tetap berada di kursi RI-1 untuk periode kedua.
Narasi "Amanat Kejujuran"
Pemilihan kata "Amanat Kejujuran" tampaknya bukan sekadar akronim dari nama ormas mereka. Dalam kacamata AKURAT, sosok Prabowo dianggap sebagai figur yang paling tepat untuk memikul amanah tersebut. Bagi Amas dan gerbongnya, kontinuitas adalah kunci, dan Prabowo dinilai membawa mandat kejujuran yang selaras dengan nilai-nilai Nusantara.
Dukungan "dua kaki" ini—satu di partai politik, satu di figur eksekutif—sebenarnya bukan barang baru di panggung politik Indonesia. Namun, keberanian AKURAT untuk terang-terangan menjahit nama Masyumi RI dengan nama Prabowo memberikan warna tersendiri. Ini mengisyaratkan adanya upaya untuk menarik ceruk pemilih religius-konservatif ke dalam barisan pendukung pemerintah saat ini.
Menakar Kekuatan di Lapangan
Sejauh mana dukungan ini akan berdampak pada perolehan suara? Masyumi RI, sebagai partai yang sedang berupaya mengembalikan kejayaan masa silam, tentu mendapat suntikan energi segar dari basis massa ormas seperti AKURAT. Di sisi lain, bagi kubu Prabowo, sokongan dari organisasi yang vokal menyuarakan "kejujuran" bisa menjadi amunisi moral di tengah gempuran kritik oposisi.
Seorang sumber di internal ormas menyebutkan bahwa langkah ini merupakan hasil diskusi panjang mengenai peta jalan politik organisasi. "Kami tidak ingin sekadar menjadi penonton. Kami ingin memastikan amanat rakyat itu sampai ke tangan yang tepat," bisik sumber tersebut.
Kini, bola panas ada di tangan konstituen. Apakah kolaborasi antara simbol politik Islam klasik dan kepemimpinan nasionalis-militeristik ini mampu menciptakan gelombang baru? Yang jelas, Abdullah Amas dan AKURAT Nusantara sudah memancang bendera mereka dengan tegas di tanah persaingan


Posting Komentar