Majelis Cendikiawan Muslim (MCM) Apresiasi Rekam Jejak Gus Teguh di Tiga Era Kepemimpinan Nasional
Keterangan Gambar : Gus Teguh, Penasihat Menteri PAN-RB.
JAKARTA – Majelis Cendikiawan Muslim (MCM) secara resmi menyampaikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi dan kontribusi berkelanjutan yang diberikan oleh Gus Teguh dalam pemerintahan Republik Indonesia. Kiprahnya yang melintasi tiga masa kepemimpinan—mulai dari era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Joko Widodo (Jokowi), hingga Presiden Prabowo Subianto—dinilai sebagai bukti nyata dari kapasitas intelektual yang melampaui zaman.
Dalam keterangannya, MCM menyoroti bagaimana Gus Teguh mampu beradaptasi dan memberikan pemikiran strategis di berbagai sektor krusial:
Era SBY: Gus Teguh memainkan peran penting dalam membantu lini koordinasi di bawah Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Aburizal Bakrie.
Era Jokowi: Beliau dipercaya menjadi bagian dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), mengawal narasi kebangkitan ekonomi berbasis budaya dan kreativitas.
Era Prabowo: Saat ini, Gus Teguh mengemban amanah strategis sebagai Penasihat di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).
Narasi Besar yang Melampaui Zaman
MCM menilai bahwa kehadiran Gus Teguh di lingkaran pemerintahan bukan sekadar pengisian jabatan, melainkan bentuk pengakuan negara atas narasi-narasi besar yang ia usung.
"Kemampuan Gus Teguh untuk tetap relevan dan dipercaya oleh tiga presiden yang berbeda menunjukkan bahwa gagasan yang beliau tawarkan bersifat substansial dan visioner. Ini adalah contoh nyata bagaimana seorang cendikiawan muslim mampu memberikan solusi bagi bangsa, terlepas dari dinamika politik yang ada," ujar juru bicara MCM.
Kepercayaan yang diberikan di era Presiden Prabowo Subianto saat ini, khususnya dalam mengawal reformasi birokrasi, dipandang sebagai langkah tepat untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih responsif dan berintegritas. MCM berharap pemikiran-pemikiran Gus Teguh terus menjadi jembatan antara nilai-nilai keislaman, intelektualitas, dan kemajuan nasional.
Presidium Pusat
Majelis Cendikiawan Muslim (MCM)
Ketua Bidang Pemerintahan
Helmi.


Posting Komentar