JATIM MELEDAK! Ekonomi Tumbuh 5,85%, Partai Nurani Bangsa (PNB) Sebut Khofifah 'Kunci Utama' Kemajuan Nasional!
JATIM MELEDAK! Ekonomi Tumbuh 5,85%, Partai Nurani Bangsa Sebut Khofifah 'Kunci Utama' Kemajuan Nasional!
SURABAYA – Awal tahun 2026 menjadi saksi bisu gebrakan Jawa Timur di bawah komando Khofifah Indar Parawansa. Tak tanggung-tanggung, lonjakan kinerja ekonomi dan sosial Jatim di awal tahun ini langsung mendapat standing ovation dari Partai Nurani Bangsa (PNB). PNB menilai, gaya kepemimpinan Khofifah adalah "blueprint" ideal bagi pemimpin masa depan.
Bukan Sekadar Angka, Tapi Bukti Nyata!
Sekretaris Jenderal PNB Mardiyanto dalam pernyataan resminya menyebutkan bahwa capaian ekonomi Jatim yang tumbuh inklusif sebesar 5,85% di transisi tahun 2025-2026 adalah fenomena langka di tengah dinamika global.
"Khofifah bukan hanya memimpin dengan data, tapi dengan nurani. Program listrik gratis bagi 3.400 rumah tangga miskin dan keberhasilan misi dagang Jatim-Jateng senilai Rp3,15 triliun adalah bukti nyata bahwa Jatim adalah lokomotif ekonomi Indonesia," ujar perwakilan PNB tersebut
Ini 3 Poin Kuncinya:
Efek Domino Ekonomi: PNB menyoroti bagaimana sektor industri dan pertanian Jatim tetap tangguh, menjadikan Jatim sebagai "safe haven" bagi para investor di tahun 2026.
Sentimen Sosial yang Kuat: Kepedulian Khofifah pada kesejahteraan akar rumput, mulai dari bantuan pangan hingga revitalisasi puluhan sekolah di daerah pelosok (Bojonegoro-Tuban), dinilai sebagai aksi heroik yang menyentuh hati rakyat.
Simbol Harmoni: PNB mengapresiasi cara Khofifah menyinkronkan program daerah dengan visi nasional Presiden Prabowo, menciptakan stabilitas politik yang membuat iklim usaha makin adem.
"The Power of Khofifah"
Partai Nurani Bangsa menegaskan bahwa apresiasi ini bukan sekadar basa-basi politik. Kinerja Khofifah di awal 2026 dianggap sebagai standar emas bagaimana seorang pemimpin daerah bisa bekerja efektif, cepat, dan tetap humanis.
"Dunia harus melihat Jatim. Ini adalah bukti bahwa kolaborasi dan kerja keras tidak akan mengkhianati hasil," tutup pernyataan tersebut.



Posting Komentar