Ketum Partai MASYUMI RI Bung Amas Duga Demi Paloh, Anies Alihkan PGR Ke NasDem Dan Tak Ikut Pemilu 2029
Jakarta - Amas Persada News - Ketua Umum DPP Partai Masyumi RI, Abdullah Amas, mencium aroma pengalihan dukungan Anies Baswedan ke NasDem. Benarkah Partai Gerakan Rakyat (PGR) hanya sekadar "sekoci" yang sengaja ditenggelamkan?
Wajah Anies Rasyid Baswedan belakangan ini tampak lebih sering menghiasi panggung-panggung non-formal ketimbang konsolidasi partai. Namun, di balik ketenangan mantan Gubernur Jakarta itu, desas-desus politik mulai mendidih. Adalah Abdullah Amas, Ketua Umum Partai MASYUMI RI, yang melempar "bom" spekulasi ke tengah publik: Anies diduga bakal melipat bendera Partai Gerakan Rakyat (PGR) sebelum sempat berkibar di Pemilu 2029.
Amas meyakini ada pembicaraan tingkat tinggi antara Anies dan sang mentor politik, Surya Paloh. Motivasinya sederhana namun pragmatis: menyelamatkan perolehan suara NasDem yang belakangan mulai tergerus migrasi kader ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
"Lah, dia itu dekat sekali dengan Surya Paloh. Kalau Paloh berbisik, 'Nies, daripada suara NasDem terbagi ke PGR, lebih baik PGR jadi bagian NasDem saja,' apa Anies bisa menolak?" ujar Amas dalam sebuah diskusi terbatas.
Strategi "Gagal Alami"
Dugaan Amas tidak berhenti pada soal loyalitas. Ia mencium adanya skenario halus untuk membubarkan PGR tanpa harus kehilangan muka di depan para relawan. Caranya? Dengan membiarkan partai tersebut "gugur" dalam proses verifikasi administratif di Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Menurut Amas, narasi yang akan dibangun adalah keterbatasan logistik dan kekuatan di daerah. "Tinggal bilang ke kader bahwa karena kekuatan kita kurang di beberapa sisi, maka PGR secara alami tidak lolos verifikasi. Itu cara halus untuk merapat ke NasDem," ungkapnya.
Realitas Tanpa Logistik
Di mata Masyumi RI, posisi Anies saat ini berada di persimpangan yang sulit. Tanpa dukungan partai mapan dan logistik yang melimpah, membangun kekuatan baru dari nol adalah misi yang nyaris mustahil. Amas bahkan memprediksi Anies tidak hanya akan kembali ke pelukan Paloh, tapi juga harus berkompromi dengan kekuatan besar lainnya: Prabowo Subianto.
"Mohon maaf, atas izin Allah, tanpa kekuatan Paloh dan Prabowo, apalagi Jokowi, ya siapa sih Anies?" cetus Amas tajam. Ia meyakini realitas politik akan memaksa Anies untuk bersikap realistis. "Percaya saya, pelan tapi pasti Anies ikut Prabowo. Tidak ada pilihan lain bagi tokoh yang tak punya penopang partai mapan saat ini."
Hingga tulisan ini diturunkan, pihak Anies Baswedan maupun DPP NasDem belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan "pengalihan" dukungan ini. Namun, di lorong-lorong kekuasaan, spekulasi ini kian menguat: apakah PGR akan menjadi sejarah sebelum sempat bertarung, ataukah Anies punya kartu as yang belum dibuka?
Daftar Analisis Amas:
Kanibalisme Suara: Kekhawatiran NasDem kehilangan basis suara jika PGR ikut pemilu.
Eksodus Kader: Tekanan internal NasDem akibat banyaknya kader yang menyeberang ke PSI.
Verifikasi KPU: Dugaan PGR akan sengaja dibuat tidak lolos verifikasi sebagai pintu keluar (exit strategy).


Posting Komentar