Telusuri
24 C
id
  • Internasional
  • Daerah
  • Bisnis
  • Agama
  • Keluarga
  • Kontak
  • Iklan
Amas Persada News
pasang
  • Home
  • Politik
    • All
    • Politik
    • Pemerintahan
    • Pilkada
    • Tokoh Politik
  • Pemerintahan
    • Pemerintahan
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Organisasi
Amas Persada News
Telusuri
Beranda Tantangan Partai Gerakan Rakyat dan Partai Gema Bangsa : Sia-Sia Berupaya Rebut Basis Islam Maupun Basis Perindo-NasDem Tantangan Partai Gerakan Rakyat dan Partai Gema Bangsa : Sia-Sia Berupaya Rebut Basis Islam Maupun Basis Perindo-NasDem

Tantangan Partai Gerakan Rakyat dan Partai Gema Bangsa : Sia-Sia Berupaya Rebut Basis Islam Maupun Basis Perindo-NasDem

Redaksi APN
Redaksi APN
22 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


 Lanskap politik Indonesia pasca-Reformasi mencatat sejarah yang keras bagi partai-partai baru. Menurut Mardiyanto, pengamat politik dari Lembaga Abdullah Amas Strategic (Lembaga AAS), sejauh ini hanya Prabowo Subianto (Gerindra) dan Surya Paloh (NasDem) yang berhasil membawa partai bentukan mereka menjadi kekuatan melegenda di kancah nasional.


Kini, muncul dua penantang baru: Partai Gerakan Rakyat yang diinisiasi lingkaran Anies Baswedan dan Partai Gema Bangsa. Namun, pertanyaan besarnya adalah: apakah mereka punya napas panjang atau hanya akan menjadi catatan kaki dalam sejarah pemilu?


Gema Bangsa: Mencuri Ceruk NasDem dan Perindo?

Partai Gema Bangsa hadir dengan kepemimpinan M. Rofiq, sosok berpengalaman yang pernah menjabat Sekjen di Partai Matahari Bangsa, Perindo, hingga NasDem. Dengan komposisi pengurus yang didominasi eks-kader Perindo dan NasDem, strategi Gema Bangsa terlihat jelas: mencoba "mempeloroti" basis suara nasionalis dari partai induk sebelumnya.


Partai Gema Bangsa pun meski berupaya menarik suara dari basis NasDem dan Perindo agak sulit karena Nasdem dan Perindo dengan sumber daya yang lebih besar juga Ikon Partainya dengan rendah hati perlu disampaikan bukan lawan tanding kekuatan logistik barisan Ketum Gema Bangsa.


Mardiyanto mengingatkan bahwa pasar nasionalis sudah sangat sesak.


Dominasi Partai Mapan: PDIP, Golkar, dan Demokrat masih sangat kokoh mengolah basis nasionalis.


Belajar dari PSI: Meskipun agresif merebut tokoh NasDem dan PDIP serta didukung pendanaan yang masif, PSI terbukti tetap kesulitan menembus ambang batas parlemen. Gema Bangsa harus berhitung cermat agar tidak sekadar menjadi "PSI jilid dua" yang gagal di akhir.


Anies dan Dilema Basis Kanan

Di sisi lain, Partai Gerakan Rakyat yang diinisiasi lingkaran Anies Baswedan mencoba menggarap basis pemilih kanan. Namun, langkah ini justru berisiko menciptakan musuh baru di kalangan sekutu lama.


Kehadiran partai ini diprediksi akan menyedot suara dari partai-partai yang selama ini mendukung Anies, seperti PKS dan Partai Ummat. Mardiyanto menilai hal ini bisa memicu kemarahan elite partai-partai tersebut. Belum lagi persaingan ketat dengan partai berbasis kanan atau massa organisasi lainnya seperti:


Partai Gelora


Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) besutan Anas Urbaningrum (HMI)


Partai Bulan Bintang (PBB)


Partai Masyumi RI


Realitas Politik: Panggung dan Pendanaan

Tantangan terberat bagi Anies Baswedan saat ini adalah hilangnya panggung jabatan publik. Tanpa posisi gubernur atau jabatan menteri, menjaga elektabilitas partai dalam jangka panjang adalah pekerjaan berat.


Selain itu, faktor pendanaan menjadi titik lemah. Pasca keluar dari lingkaran pengaruh Surya Paloh, dukungan finansial Gerakan Rakyat dianggap tidak sekuat dulu. Mardiyanto bahkan membandingkan situasi ini dengan tokoh senior seperti Jusuf Kalla (JK) atau Tamsil Linrung.


"Secara historis, JK jauh lebih berpengalaman dalam mengonsolidasi massa. Saat Surya Paloh kalah di Munas Golkar dan mendirikan Ormas NasDem, JK mampu menempatkan orang-orang Golkar pro-dia di sana. Sementara Anies, saat ini hanya bergantung pada sisa-sisa suara pro-Anies yang sebagian besar akan menggerus basis PKS dan Partai Ummat saja," ujar Mardiyanto.


Kesimpulan

Sejarah mencatat bahwa Wiranto pernah sukses dengan Hanura, namun langsung tenggelam ketika kepemimpinan beralih ke Oesman Sapta Odang. Pelajaran ini menunjukkan bahwa partai baru membutuhkan lebih dari sekadar "figur pusat"—mereka butuh struktur yang mapan, pendanaan yang stabil, dan ceruk suara yang tidak bertabrakan dengan sekutu sendiri.


Tanpa itu, Partai Gerakan Rakyat dan Gema Bangsa hanya akan menjadi pemain pelengkap di tengah dominasi poros Prabowo dan Surya Paloh yang sudah teruji waktu.


Apakah Anda ingin saya mempertajam bagian analisis mengenai dampak persaingan ini terhadap perolehan kursi PKS di pemilu mendatang?

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Berita Pilihan

TULISAN PROF.YUSRIL : KEBIJAKAN ORDE BARU, MASYUMI DAN ISLAM

Redaksi APN- April 01, 2026 0
TULISAN PROF.YUSRIL : KEBIJAKAN ORDE BARU, MASYUMI DAN ISLAM
KEBIJAKAN ORDE BARU, MASYUMI DAN ISLAM oleh: Prof.Yusril Ihza Mahendra Bismillah ar-Rahman ar-Rahim Tidaklah mudah bagi saya untuk sepenuhnya bersikap netral …

Berita Populer

Wow, Tembus Ke 11 Kali!!! Tagar Muhammad Qasim Di Twitter (X) Amerika.  Kibarkan Tinggi Panji Allah Syiarkan Tauhid

Wow, Tembus Ke 11 Kali!!! Tagar Muhammad Qasim Di Twitter (X) Amerika. Kibarkan Tinggi Panji Allah Syiarkan Tauhid

Maret 30, 2026
Perang Dunia III Dan Takdir Nusantara di Ambang Menjadi Pusat Perbendaharaan Dunia

Perang Dunia III Dan Takdir Nusantara di Ambang Menjadi Pusat Perbendaharaan Dunia

Maret 31, 2026
10 Makna NING LIA Bagi IKA-PMII

10 Makna NING LIA Bagi IKA-PMII

Maret 28, 2026

Recent Comments

Berita Pilihan

ATUM Institute : Aura Wajah Yuri Layak Pimpin PBB, Kalau Yang Belagu Lawan Prof. Yusril Biasanya Nyungsep

ATUM Institute : Aura Wajah Yuri Layak Pimpin PBB, Kalau Yang Belagu Lawan Prof. Yusril Biasanya Nyungsep

Maret 23, 2026
Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Oktober 11, 2024
Komandan Pengawas Barisan Yang Menjaga Sekitar Kita, Go A Head Tim Pengawas Intelejen DPR-RI!

Komandan Pengawas Barisan Yang Menjaga Sekitar Kita, Go A Head Tim Pengawas Intelejen DPR-RI!

Desember 05, 2024

Trending News

Wow, Tembus Ke 11 Kali!!! Tagar Muhammad Qasim Di Twitter (X) Amerika.  Kibarkan Tinggi Panji Allah Syiarkan Tauhid

Wow, Tembus Ke 11 Kali!!! Tagar Muhammad Qasim Di Twitter (X) Amerika. Kibarkan Tinggi Panji Allah Syiarkan Tauhid

Maret 30, 2026
Perang Dunia III Dan Takdir Nusantara di Ambang Menjadi Pusat Perbendaharaan Dunia

Perang Dunia III Dan Takdir Nusantara di Ambang Menjadi Pusat Perbendaharaan Dunia

Maret 31, 2026
10 Makna NING LIA Bagi IKA-PMII

10 Makna NING LIA Bagi IKA-PMII

Maret 28, 2026
Amas Persada News

About Us

Amas Persada News Menyajikan Berita Akurat dan Terpercaya, Enak dibaca dan Mendobrak Fakta

Contact us: amaspersadanews@gmail.com

Follow Us

© Copyright Amas Persada News 2024 apn
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Sanggah/Jawab
  • Iklan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kontak