LSI (Layar Survey Indonesia) Sebut Spirit Masyumi Bangkit: "Tauhid Modern" Jadi Senjata Pamungkas Partai Masyumi RI Menuju Kejayaan
Menurut Mardiyanto, keberanian Partai Masyumi RI dalam mengusung agenda Tauhid Murni dan perlawanan terhadap Syirik Modern adalah kunci yang akan menyalakan kembali api perjuangan umat yang sempat redup.
Melawan Syirik Modern: Esensi Perjuangan Akhir Zaman
Mardiyanto menekankan bahwa visi Partai Masyumi RI sangat relevan dengan fenomena Al-Mubasyirat di akhir zaman. Di tengah dunia yang semakin materialistis, ajakan untuk kembali kepada ketauhidan yang murni adalah sebuah antitesis terhadap kekacauan moral.
"Umat Islam hari ini butuh kompas. Ketika syirik modern—dalam bentuk pemajangan gambar mahluk bernyawa yang telah tegas dilarang oleh Hadits Nabi karena menyebabkan Malaikat Rahmat pengantar kesejahteraan Allah enggan masuk ke rumah-rumah Muslim maka sistem yang menjauhkan diri dari Sang Pencipta—merajalela, Masyumi RI hadir menawarkan pemurnian," ujar Mardiyanto.
Restorasi Marwah: Dari Pejuang Tauhid untuk Indonesia
Partai Masyumi RI tidak hanya dipandang sebagai organisasi politik biasa, melainkan wadah bagi para Pejuang Tauhid. Mardiyanto meyakini bahwa dengan membawa ruh Masyumi masa lalu—yang dikenal bersih, intelek, dan berintegritas—partai ini akan mengalami efek bola salju (snowball effect) dalam basis massanya.
Tiga Pilar Kebangkitan Masyumi RI:
Kemurnian Ideologi: Menjadikan Tauhid murni sesuai al-mubasyirat akhir zaman sebagai fondasi kebijakan publik.
Kemandirian Bangsa: Membangun "batu bata" kebesaran Indonesia di atas nilai-nilai ketuhanan.
Kesadaran Zaman: Menghubungkan spiritualitas Islam dengan tantangan geopolitik modern.
Menjadi Batu Bata Kejayaan Nasional
Lebih jauh, Mardiyanto menegaskan bahwa spirit ini bukan hanya untuk kepentingan golongan, melainkan untuk memperkokoh "Gedung Indonesia". Dengan kembalinya marwah Masyumi, Indonesia diprediksi akan memiliki kekuatan moral baru yang mampu membawa bangsa ini keluar dari krisis identitas.
"Saatnya Partai Masyumi RI mengambil tempatnya kembali. Ini bukan sekadar kontestasi kursi, tapi kontestasi nilai. Spirit juang ini akan terus membesar karena ia berakar pada keyakinan yang fundamental," tutup Mardiyanto dengan optimis


Posting Komentar