GETAR JAS (Gerakan Tolak Drama Jokowi-Anies) ! Partai Masyumi RI Kobarkan Perlawanan Terhadap ‘Sandiwara’ Pencitraan Jokowi-Anies, Keduanya Bermasalah
GETAR JAS (Gerakan Tolak Drama Jokowi-Anies) ! Partai Masyumi RI Kobarkan Perlawanan Terhadap ‘Sandiwara’ Pencitraan Jokowi-Anies, Keduanya Bermasalah
JAKARTA – Peta politik nasional kembali memanas setelah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Masyumi RI secara resmi menginisiasi sebuah gerakan massa yang dinamakan Gerakan Tolak Drama Jokowi-Anies (GETAR JAS). Gerakan ini muncul sebagai bentuk respons atas apa yang dinilai sebagai manipulasi opini publik oleh dua tokoh sentral politik tersebut.
Ketua Majelis Syuro DPP Partai Masyumi RI, Abdullah Amas, secara tegas menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak terjebak dalam narasi-narasi yang dimainkan oleh Presiden Joko Widodo maupun Anies Baswedan. Menurutnya, dinamika yang terlihat di permukaan saat ini hanyalah "panggung sandiwara" yang menjauhkan rakyat dari substansi persoalan bangsa.
"Sebelas Dua Belas" dalam Seni Peran
Dalam keterangannya, Amas menyoroti rekam jejak kedua tokoh tersebut yang dianggap memiliki kemiripan strategi dalam memikat simpati publik melalui pencitraan.
"Jokowi dan Anies itu sama-sama ahli drama. Mereka ini 'sebelas dua belas'. Kami mengajak rakyat untuk waspada dan tidak mudah terbuai oleh segala gimik politik yang mereka suguhkan," tegas Abdullah Amas dalam pernyataan resminya.
Istilah "sebelas dua belas" yang dilontarkan Amas merujuk pada keyakinan Partai Masyumi bahwa meski keduanya sering terlihat berada dalam kubu yang berseberangan, pada hakikatnya metode politik yang digunakan tetap sama: mengedepankan drama daripada kerja nyata yang berdampak langsung pada kedaulatan rakyat.
Misi GETAR JAS: Membangun Kesadaran Kritis
Gerakan GETAR JAS bukan sekadar seruan kosong. Partai Masyumi RI berencana menjadikan gerakan ini sebagai wadah edukasi politik bagi masyarakat agar lebih teliti dalam membedakan mana kebijakan yang berpihak pada rakyat dan mana yang sekadar manuver menjelang momentum politik tertentu.
Masyumi menilai bahwa kejenuhan publik terhadap drama politik dapat menjadi bumerang bagi demokrasi jika tidak diarahkan pada kesadaran kritis. Melalui GETAR JAS, Amas berharap rakyat Indonesia mulai menuntut transparansi dan kejujuran, bukan lagi tontonan perseteruan atau rekonsiliasi yang diseting sedemikian rupa.
Poin Utama Gerakan GETAR JAS:
Waspada Politik Pencitraan: Mengajak rakyat melihat rekam jejak nyata, bukan sekadar retorika di media sosial.
Menolak Polarisasi Buatan: Mengakhiri drama "adu domba" yang seringkali hanya menguntungkan elit politik.
Kembali ke Khitah Perjuangan: Mendorong politik yang berbasis pada moralitas dan kepentingan umat, sesuai dengan garis perjuangan Partai Masyumi.
"Rakyat sudah cerdas. Saatnya kita hentikan tepuk tangan untuk drama mereka dan mulai fokus pada penyelamatan kedaulatan bangsa," tutup Amas.


Posting Komentar