Wajah Baru Tanah Abang: Simbol Kebangkitan Ekonomi di Tahun Kedua Kepemimpinan Prabowo
Wajah Baru Tanah Abang: Simbol Kebangkitan Ekonomi di Tahun Kedua Kepemimpinan Prabowo
JAKARTA – Pasar Tanah Abang, jantung grosir tekstil terbesar di Asia Tenggara, kini kembali menunjukkan taringnya. Setelah sempat mengalami kelesuan dalam beberapa tahun terakhir, geliat aktivitas di kawasan ini kembali memuncak, menjadi sinyal kuat bahwa mesin ekonomi Indonesia mulai panas di bawah nakhoda Presiden Prabowo Subianto.
Kemacetan yang Dirindukan
Memasuki tahun kedua pemerintahan saat ini, pemandangan di sekitar Tanah Abang berubah drastis. Jika sebelumnya kawasan ini tampak lengang, kini kemacetan panjang kembali mewarnai ruas-ruas jalan di sekitarnya. Bagi warga Jakarta, kemacetan di Tanah Abang bukan sekadar hambatan lalu lintas, melainkan indikator bahwa daya beli masyarakat tengah pulih.
Perubahan juga terlihat dari jam operasional pasar. Jika sebelumnya hanya Blok Metro yang berani buka sejak pukul 06.00 WIB, kini Blok A dan Blok B sudah mulai berdenyut sejak pukul 07.00 pagi. Para pedagang tampak lebih bersemangat menyambut gelombang pembeli yang datang lebih awal.
Melawan Arus Digital
Menariknya, kebangkitan Tanah Abang terjadi di tengah gempuran tren belanja online yang kian masif. Meski pasar digital terus berkembang, kepercayaan pedagang daerah terhadap kualitas dan harga di Tanah Abang tetap tak tergoyahkan.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa (17/2), aktivitas pengiriman barang ke luar daerah kembali meningkat signifikan. Tumpukan bal-bal pakaian yang siap dikirim ke berbagai penjuru Nusantara menjadi bukti nyata bahwa Tanah Abang masih memegang peran sentral sebagai pusat kulakan nasional.
Optimisme dari Balik Kios
Senyum kembali merekah di wajah para pedagang. Dalam sesi wawancara langsung, mereka mengakui adanya peningkatan omzet yang cukup terasa. Narasi negatif yang sempat beredar di media sosial mengenai kondisi ekonomi seolah terbantahkan oleh realita lapangan yang penuh gairah.
"Wajah-wajah pedagang sekarang lebih ceria. Tanah Abang yang menggeliat adalah potret nyata bahwa ekonomi kita sedang bergerak ke arah yang lebih baik," ujar salah satu pemantau pasar di lokasi.
Fenomena ini menjadi pembuktian bahwa kebijakan ekonomi pemerintah mulai membuahkan hasil di sektor riil. Dengan bangkitnya Tanah Abang, harapan akan stabilitas ekonomi nasional yang lebih kuat di tahun-tahun mendatang kian nyata di depan mata.
Berita gembira tentang Pasar Tanah Abang Seperti dikutip Detik.com dibawah ini ;
Kawasan Pasar Tanah Abang di Jakarta Pusat ramai diserbu pengunjung hari ini. Meski bulan Ramadan belum tiba, banyak warga yang sudah mulai berburu baju Lebaran.
Pantauan detikcom di lokasi, Selasa (17/2/2026), mayoritas pengunjung merupakan perempuan. Ada pula yang datang membawa anaknya sambil berkeliling kawasan Tanah Abang.
Mayoritas pengunjung yang datang memadati toko pakaian muslim perempuan. Baju gamis hingga kerudung ramai diserbu calon pembeli.
Salah satunya adalah Nur (45), yang datang berbelanja berdua bersama temannya dari Cikupa, Kabupaten Tangerang. Nur sudah merencanakan akan berbelanja ke Tanah Abang sejak jauh hari.
"Iya sih rencana, dari kemarin-kemarin diniatin. Baru dua kali (ke Tanah Abang)," kata Nur.
Nur mengatakan sengaja berbelanja untuk kebutuhan Lebaran meski masih lama. Hal itu dilakukan untuk mencegah penumpukan pengunjung menjelang Lebaran nanti.
"Ya rencananya buat Lebaran mudah-mudahan. Nggak apa-apa, satu-satu-lah nanti, kan biar enak, nanti tinggal lainnya," kata dia.
"Biar murah juga. Ini dapet banyak. Biar nggak terlalu rame juga belanjanya," tambahnya.
Pengunjung lainnya, Sekar (33), juga mencari baju muslim untuk suaminya menjelang bulan puasa. Sekar datang bersama suaminya dari kawasan Jakarta Timur.
"(Mencari) baju-baju koko ya. Dateng dari pagi, udah dapet 1 baju," kata Sekar.
Untuk menghindari belanja yang berlebihan, Sekar membatasi belanja maksimal tiga baju. Jika dirasa kurang, Sekar mengaku akan datang lagi ke Tanah Abang.
"Saya batesin sih ya, maksimal tiga baju. Kalau sekarang masih kurang sih, mungkin dateng lagi," sebutnya.



Posting Komentar