Telusuri
24 C
id
  • Internasional
  • Daerah
  • Bisnis
  • Agama
  • Keluarga
  • Kontak
  • Iklan
Amas Persada News
pasang
  • Home
  • Politik
    • All
    • Politik
    • Pemerintahan
    • Pilkada
    • Tokoh Politik
  • Pemerintahan
    • Pemerintahan
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Organisasi
Amas Persada News
Telusuri
Beranda PPP Partai Kebanggaan Masa Lalu, Senjakala di Rumah Tua: Mengapa PPP Kehilangan "Paku" Bumi? PPP Partai Kebanggaan Masa Lalu, Senjakala di Rumah Tua: Mengapa PPP Kehilangan "Paku" Bumi?

PPP Partai Kebanggaan Masa Lalu, Senjakala di Rumah Tua: Mengapa PPP Kehilangan "Paku" Bumi?

Redaksi APN
Redaksi APN
22 Feb, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


 PPP Partai Kebanggaan Masa Lalu, Senjakala di Rumah Tua: Mengapa PPP Kehilangan "Paku" Bumi?



Muhammad Badlawi, DPR Dari Madura ketika itu tampak tak lagi bercahaya. Suara besarnya di Madura membuatnya lolos ke DPR tapi tidak Partainya. Jerih payahnya menjaga Madura sia - sia. Dia jatuh, untung segera jadi Komisaris BUMN meski itu bukan kenaikan tapi penurunan karir. PPP tak lolos Pemilu pertama kali dalam sejarah. Partai yang seharusnya lebih kuat dari partai lain misal PAN dan lainnya.




Pengamat Politik Abdullah Amas dalam wawancara menyebut PPP menghadapi masalah internal dan eksternal paling ekstrem kedepan melebihi Pemilu 2024.




Nasib naas menimpa PPP berlanjut. Sejumlah kader utama dan unggul beruntun mundur. Terakhir kepala daerah di salah satu daerah tingkat dua di Jabar memilih hengkang.




Pasca Muktamar, Mardiiyono yang rekonsiliasi dengan barisan Taj Yasin harus kembali berkonflik dengan barisan Taj Yasin. Tak main-main, DPW yang dihantam Mardiyono  selanjutnya kita panggil Ono) merupakan DPW dimana PPP masih agak bertahan disana misal Jatim. Mardiyono selaku Plt Ketum benar benar menghantam dua basis unggulan PPP : Jatim dan Jateng. Jateng dia menggulung baju melawan Taj Yasin yang dikenal punya pendukung fanatik di Jateng. Bahkan di area Muktamar yang dielu elukan bukan Ono tapi Taj Yasin. Secara tak langsung Taj Yasin adalah "Paku" alamnya PPP garis akar rumput dan sktruktur daerah. Aslinya pun Ono terhempas kalah di Muktamar kemarin kalau main apik diteruskan.




Nasib PPP tak ubahnya Partai Gelora,  PBB dan Partai Ummat yang cuma punya kursi di DPRD bukan di Parlemen.




Kedepan Partai lain pun siap memangsa Massa PPP secara lebih beringas.


Kajian lebih dalam dari Lembaga Abdullah Amas Strategic  dapat dibaca dari isi artikel dibawah ini >>


Senjakala di Rumah Tua: Mengapa PPP Kehilangan "Paku" Bumi?

JAKARTA – Di sebuah sudut ruang tunggu yang tenang, Abdullah Amas, Founder Abdullah Amas Strategic, menyesap kopinya perlahan. Matanya menatap tajam, seolah sedang memetakan reruntuhan politik sebuah partai yang pernah menjadi raksasa di zaman Orde Baru.


"PPP itu bukan sekadar partai. Ia adalah memori kolektif umat. Tapi memori saja tidak cukup untuk menembus parliamentary threshold," ujarnya membuka percakapan.


Pemandangan kontras terlihat pada sosok Muhammad Badlawi. Legislator asal Madura ini adalah anomali sekaligus tragedi. Di tanah garam, suaranya menggelegar, namun di tingkat nasional, partainya senyap. Badlawi lolos secara personal, namun pintunya terkunci karena perolehan nasional PPP yang terjun bebas di bawah 4%. Kariernya kini "diselamatkan" di kursi Komisaris BUMN—sebuah pelabuhan yang nyaman secara finansial, namun diakui Amas sebagai demotion politik yang nyata.


"Bayangkan, seorang singa podium dari Madura harus puas duduk di kursi birokrasi korporasi karena rumahnya (partai) roboh. Ini bukan kenaikan, ini cara halus untuk memarkir potensi," kritik Amas.


Internal yang "Berdarah-darah"

Analisis Amas lebih tajam saat membedah apa yang ia sebut sebagai "sabotase internal". Menurutnya, kepemimpinan Mardiyono (Ono) justru menjadi katalisator kehancuran basis-basis tradisional.


Dua wilayah yang menjadi benteng terakhir PPP, Jawa Timur dan Jawa Tengah, justru diobrak-abrik oleh kebijakan restrukturisasi yang dianggap tidak taktis. Konflik dengan barisan Taj Yasin Maimoen—putra ulama karismatik Mbah Moen—adalah kartu mati bagi Ono.


"Di arena Muktamar, mata tidak bisa bohong. Yang dielu-elukan adalah Taj Yasin, bukan Ono. Taj Yasin adalah 'paku alam' bagi akar rumput dan struktur daerah. Menggulung baju melawan dia di Jateng sama saja dengan bunuh diri politik," tegas Amas.


Kekalahan Ono secara moral di Muktamar sebenarnya sudah terbaca. Namun, manuver yang terus menekan DPW-DPW potensial seperti Jatim justru mempercepat eksodus kader. Informasi terbaru menyebutkan, setelah sejumlah kader utama hengkang, seorang kepala daerah di Jawa Barat pun memilih angkat kaki.


Predator di Pintu Masuk

Nasib PPP kini tak ubahnya Partai Gelora, PBB, atau Partai Ummat—partai yang hanya punya taring di tingkat lokal (DPRD) tapi ompong di Senayan. Namun, bagi Amas, ancaman sesungguhnya bukan sekadar menjadi partai gurem.


"Masalah eksternal pasca-2024 akan jauh lebih ekstrem. Partai-partai lain tidak akan memberi ruang napas. Mereka siap memangsa massa PPP secara beringas. Pemilih tradisional PPP adalah swing voters yang sangat religius, dan kini mereka menjadi target operasi partai-partai besar yang lebih stabil secara finansial dan struktur," ungkapnya.

Analisis Akhir: Melawan Kepunahan

Amas menutup wawancara dengan peringatan keras. Jika rekonsiliasi dengan barisan Taj Yasin tidak dilakukan secara tulus dan jika gaya kepemimpinan "hantam daerah" terus berlanjut, PPP hanya akan menjadi catatan kaki dalam buku sejarah demokrasi Indonesia.


"Dulu PPP adalah partai kebanggaan. Sekarang? Ia adalah peringatan tentang bagaimana sebuah dinasti atau faksi kecil bisa menenggelamkan kapal besar yang sudah berlayar puluhan tahun," pungkasnya

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama Tak ada hasil yang ditemukan
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Berita Pilihan

PPP Partai Kebanggaan Masa Lalu, Senjakala di Rumah Tua: Mengapa PPP Kehilangan "Paku" Bumi?

Redaksi APN- Februari 22, 2026 0
PPP Partai Kebanggaan Masa Lalu, Senjakala di Rumah Tua: Mengapa PPP Kehilangan "Paku" Bumi?
PPP Partai Kebanggaan Masa Lalu, Senjakala di Rumah Tua: Mengapa PPP Kehilangan "Paku" Bumi? Muhammad Badlawi, DPR Dari Madura ketika itu tampak tak…

Berita Populer

Andre Yulius Dijuluki The New Mimik"Versi Pria dan Sekaligus "Prabowo" Level Sidoarjo

Andre Yulius Dijuluki The New Mimik"Versi Pria dan Sekaligus "Prabowo" Level Sidoarjo

Februari 21, 2026
Ormas AKURAT Memilih Jalan Masyumi RI Dan Prabowo Dua Periode

Ormas AKURAT Memilih Jalan Masyumi RI Dan Prabowo Dua Periode

Februari 19, 2026
Ketum DPP Partai MASYUMI RI Abdullah Amas Dukung Duet "Sultan" Jatim Haji Her Dan Ali Putra Gubernur Khofifah Duet Di Pilkada Jatim

Ketum DPP Partai MASYUMI RI Abdullah Amas Dukung Duet "Sultan" Jatim Haji Her Dan Ali Putra Gubernur Khofifah Duet Di Pilkada Jatim

Februari 21, 2026

Recent Comments

Berita Pilihan

Geger! "Sindiran Maut" Nandang Burhanudin: Tamparan Keras untuk Retorika Langit Ketum Partai Gelora Anis Matta?

Geger! "Sindiran Maut" Nandang Burhanudin: Tamparan Keras untuk Retorika Langit Ketum Partai Gelora Anis Matta?

Desember 20, 2025
Kisah Nyatanya : Pertolongan Allah Bertubi-Tubi Setelah Menghapus Pemajangan Gambar Bernyawa

Kisah Nyatanya : Pertolongan Allah Bertubi-Tubi Setelah Menghapus Pemajangan Gambar Bernyawa

Desember 20, 2025
GUNCANG DHAKA! Nama Muhammad Qasim Meledak di Twitter (X) Bangladesh Saat Perayaan Hari Kemenangan 16 Desember

GUNCANG DHAKA! Nama Muhammad Qasim Meledak di Twitter (X) Bangladesh Saat Perayaan Hari Kemenangan 16 Desember

Desember 17, 2025

Trending News

Andre Yulius Dijuluki The New Mimik"Versi Pria dan Sekaligus "Prabowo" Level Sidoarjo

Andre Yulius Dijuluki The New Mimik"Versi Pria dan Sekaligus "Prabowo" Level Sidoarjo

Februari 21, 2026
Ormas AKURAT Memilih Jalan Masyumi RI Dan Prabowo Dua Periode

Ormas AKURAT Memilih Jalan Masyumi RI Dan Prabowo Dua Periode

Februari 19, 2026
Ketum DPP Partai MASYUMI RI Abdullah Amas Dukung Duet "Sultan" Jatim Haji Her Dan Ali Putra Gubernur Khofifah Duet Di Pilkada Jatim

Ketum DPP Partai MASYUMI RI Abdullah Amas Dukung Duet "Sultan" Jatim Haji Her Dan Ali Putra Gubernur Khofifah Duet Di Pilkada Jatim

Februari 21, 2026
Amas Persada News

About Us

Amas Persada News Menyajikan Berita Akurat dan Terpercaya, Enak dibaca dan Mendobrak Fakta

Contact us: amaspersadanews@gmail.com

Follow Us

© Copyright Amas Persada News 2024 apn
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Sanggah/Jawab
  • Iklan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kontak