DEMI BUBARKAN ISRAEL, Ketum Partai MASYUMI RI Amas Dorong Pakistan-Indonesia Membuat "PBB Tandingan", Ganyang Hegemoni Global Saat Ini !
DEMI BUBARKAN ISRAEL, Ketum Partai MASYUMI RI Amas Dorong Pakistan-Indonesia Membuat "PBB Tandingan", Ganyang Hegemoni Global Saat Ini !
JAKARTA – Di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang tak kunjung padam, sebuah narasi radikal muncul dari markas Partai Masyumi RI. Ketua Umumnya, Abdullah Amas, melontarkan gagasan yang melampaui batas diplomasi konvensional: pembubaran Israel melalui pembentukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tandingan.
Langkah ini bukan sekadar gertakan politik biasa. Amas secara spesifik mendorong kolaborasi strategis antara Indonesia dan Pakistan sebagai motor penggerak utama. Baginya, struktur keamanan global saat ini dianggap gagal total dalam memberikan keadilan bagi dunia Islam.
Visi Trilogi: Antara Realpolitik dan Metafisika
Gagasan Amas ini berkelindan erat dengan narasi "Mimpi Muhammad Qasim", sebuah fenomena yang belakangan menyita perhatian sebagian kalangan umat Islam. Dalam visi tersebut, diproyeksikan bahwa Pakistan, Indonesia, dan Malaysia akan bangkit sebagai kekuatan utama dunia yang saling berkolaborasi.
Pakistan: Disebut sebagai "Benteng Terakhir Dunia Islam".
Indonesia & Malaysia: Penopang ekonomi dan stabilitas di Asia Tenggara.
Target: Menciptakan poros baru yang mampu menandingi dominasi Barat di PBB.
"Partai Masyumi RI mengapresiasi berbagai kerja sama dengan Pakistan yang gencar dilakukan oleh pemerintahan Prabowo Subianto. Kami mendorong agar sinergi itu diperkuat, bukan hanya di sektor pertahanan, tapi menuju integrasi kekuatan politik global," ujar Amas kepada jurnalis.
Diplomasi "Benteng Terakhir"
Penyebutan Pakistan sebagai benteng terakhir bukanlah tanpa alasan geopolitik. Sebagai satu-satunya negara Muslim dengan kepemilikan senjata nuklir, Pakistan memegang posisi tawar yang unik. Amas melihat celah ini sebagai peluang bagi Indonesia—negara dengan populasi Muslim terbesar—untuk mengambil kepemimpinan moral dan politik.
Unsur Kolaborasi Signifikansi Strategis
Militer Integrasi teknologi pertahanan Pakistan-Indonesia.
Ideologi Perlawanan terhadap veto negara-negara besar di PBB.
Eskatologi Keyakinan pada visi kebangkitan Islam (Mimpi Qasim).
Analisis: Ambisi atau Ilusi?
Kritik tentu berdatangan. Para pengamat hubungan internasional menilai pembentukan PBB tandingan adalah langkah yang berisiko mengisolasi Indonesia dari pergaulan global. Namun, bagi Masyumi RI, jalan kompromi sudah tertutup. Keberanian Prabowo menjalin kedekatan dengan Islamabad dianggap sebagai sinyal awal bahwa poros ini bukanlah sekadar angan-angan.
"Dunia butuh alternatif. Jika PBB tetap menjadi alat kepentingan pihak tertentu, maka poros Indonesia-Pakistan adalah keniscayaan sejarah," pungkas Amas dengan nada tajam.
Kini, pertanyaannya adalah sejauh mana pemerintah akan menyerap aspirasi "poros baru" ini, atau apakah narasi ini akan tetap menjadi diskursus di pinggiran kebijakan luar negeri Indonesia.


Posting Komentar