Milad HMI, Ketua PERISAI Melihat JK Alumni HMI Puncak Sang Maestro Pencapaian Segala Lini: Jusuf Kalla, Belum Terkalahkan Dibanding Alumni HMI Manapun!
Milad HMI, Ketua PERISAI Melihat JK Alumni HMI Puncak Sang Maestro Pencapaian Segala Lini: Jusuf Kalla, Belum Terkalahkan Dibanding Alumni HMI Manapun!
JAKARTA – Milad Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) selalu menjadi momentum refleksi atas kontribusi organisasi hijau-hitam ini bagi Indonesia. Namun, tahun ini, Ketua Umum PERISAI (Perisai Spirit Islam Indonesia), Abdullah Amas, memberikan sorotan khusus kepada satu sosok yang dianggap sebagai "Karya Agung" perkaderan HMI: Mantan Ketua HMI Cabang Makassar, Muhammad Jusuf Kalla (JK).
Abdullah Amas menegaskan bahwa JK bukan sekadar alumni biasa, melainkan ikon paling legendaris yang pernah dilahirkan oleh rahim HMI.
Melampaui Sekat Politik: Kejayaan di Segala Lini
Menurut Amas, jika berbicara tentang pencapaian monumental, Jusuf Kalla berada di kasta yang berbeda. Ia membandingkan dengan tokoh besar lainnya seperti Akbar Tandjung yang sangat kuat di peta politik nasional, namun ia melihat JK memiliki keunggulan pada aspek multi-dimensi.
"Jusuf Kalla adalah ikon HMI paling kuat. Di segala bidang dia jaya. Mungkin ada tokoh seperti Akbar Tandjung yang monumental, tapi beliau dominan di politik. Kalau JK, segala hal bisa—beliau adalah definisi sebenarnya dari kader paripurna," ujar Amas.
Jejak Emas di Berbagai Sektor
Analisis PERISAI membedah alasan mengapa JK layak disebut kader tertinggi dalam hal pencapaian:
Arsitek Perdamaian dan Sosial: Sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI), JK adalah wajah kemanusiaan Indonesia. Di ranah religi, ia menjadi jembatan penghubung ormas besar seperti NU, Muhammadiyah, hingga Hidayatullah, serta menahkodai Dewan Masjid Indonesia (DMI).
Empu Ekonomi Nasional: Sebelum terjun ke birokrasi, JK adalah simbol saudagar Muslim yang tangguh. Gurita bisnisnya di sektor otomotif hingga energi (gas) membuktikan bahwa kader HMI mampu menguasai sektor fundamental ekonomi.
Puncak Kekuasaan Politik: Rekor sebagai Wakil Presiden selama dua periode dengan presiden yang berbeda (SBY dan Jokowi) menjadi bukti nyata kecakapan negosiasi dan stabilitas politik yang ia miliki.
Simbol "Spirit Islam Indonesia"
Bagi PERISAI, sosok JK adalah pengejawantahan dari nilai-nilai HMI: Keislaman dan Keindonesiaan. Ia mampu tampil sebagai teknokrat yang dingin, negosiator perdamaian yang hangat, sekaligus pebisnis yang visioner.
Di Milad HMI kali ini, pesan Amas jelas: Tantangan bagi kader HMI masa kini bukan hanya meniru jejak politik para senior, melainkan mampu menjadi "Generalis yang Spesialis" di berbagai bidang kehidupan seperti yang telah dibuktikan oleh Jusuf Kalla.


Posting Komentar