Cak Imin di Kereta Prabowo Dan Partai MASYUMI RI: Resmi Dukung Prabowo Dua Periode dan Bursa Cawapres Yang Menganga
Cak Imin di Kereta Prabowo Dan Partai MASYUMI RI: Resmi Dukung Prabowo Dua Periode dan Bursa Cawapres Yang Menganga
LAPORAN UTAMA
Langkah kaki Muhaimin Iskandar tampak ringan saat keluar dari gerbang Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu, 4 Februari 2026. Di depan corong mikrofon, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang akrab disapa Cak Imin itu melempar "bom" politik yang segera memantik riuh di media sosial: PKB resmi mengunci dukungan untuk Prabowo Subianto menuju periode kedua.
"PKB merasa puas berada di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo," ujar Muhaimin kalem. Alasan kepuasan inilah yang menjadi dasar bagi partai berlambang bola dunia itu untuk tidak berpaling ke lain hati pada Pilpres 2029 mendatang.
Balas Budi Setelah Empat Musim Dukungan gas pol dari PKB ini mengundang komentar pedas dari sirkuit politik luar istana. Ketua Umum DPP Partai MASYUMI RI, Abdullah Amas, menilai langkah PKB bukanlah hal yang mengejutkan, melainkan sebuah bentuk "penebusan dosa" politik.
Amas mengingatkan publik bahwa selama hampir dua dekade, PKB selalu berada di seberang jalan Prabowo Subianto. "Sejak 2009, 2014, 2019, hingga 2024, kita tahu PKB tidak dukung Prabowo, toh?" seloroh Amas. Menurutnya, jika sekarang PKB berdiri di barisan terdepan bersama Golkar dan PAN, itu hanyalah upaya menaikkan posisi tawar di mata sang Jenderal. "Ini menambah nilai PKB bagi Prabowo setelah absen empat kali Pilpres," tambahnya.
Teka-teki Nama Gibran Meski sudah menyatakan setia pada Prabowo, lidah Cak Imin mendadak kelu saat ditanya soal nasib Gibran Rakabuming Raka. Apakah dukungan "dua periode" itu sepaket dengan sang Wakil Presiden?
Cak Imin hanya melempar senyum penuh makna. Ia berdalih pembahasan mengenai sosok pendamping Prabowo di 2029 belum menyentuh level rincian. "Belum ada keputusan internal terkait nama calon wakil presiden," tegasnya.
Sikap abu-abu PKB ini kontras dengan sinyal kuat yang dikirim dari Solo. Sebelumnya, Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, sudah terang-terangan memberikan restu agar duet Prabowo-Gibran berlanjut ke jilid kedua. "Restu Solo" ini pertama kali mencuat menanggapi pernyataan Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, dan dipertegas Jokowi saat ditemui di kediamannya pada akhir Januari lalu.
Manuver di Tikungan Awal Langkah PKB yang mencuri start dukungan ini dianggap banyak pihak sebagai strategi mengamankan kursi di kabinet hingga akhir masa jabatan. Namun, dengan belum disebutnya nama Gibran dalam ikrar dukungan PKB, aroma negosiasi di balik pintu tertutup tampaknya masih akan tercium menyengat hingga tiga tahun ke depan.
Di kereta menuju 2029, Prabowo sudah memegang tiket dari PKB. Pertanyaannya: siapa yang akan duduk di kursi sebelah sang Presiden saat kereta itu berangkat nanti?


Posting Komentar