Partai MASYUMI RI Seret Anies "Ngaca" Pada Khalifah Al-Fatih Yang Sadar Perjuangan Butuh Duit Besar Ratusan Milyard
Partai MASYUMI RI mendorong Anies agar mau keluar duit banyak dalam membangun karir politik termasuk mendanai Partai. "Ga mungkin orang disuruh biayai sementara habis itu dia khianat sama orang yang danai, Prabowo dia kerjain, Jokowi habis make dia di Kabinet dia kritik habis habisan, jangan gitu terus mainnya, maunya didorong terus, keluar duit dan keringat membangun Partai dia harus mau juga dong"ujar Ketua Majelis Syuro DPP Partai MASYUMI RI Abdullah Amas
Point Kritikan :
"TAMARAN KERAS MASYUMI! Anies Disentil: Perjuangan Tak Cukup Pakai Kata-Kata, Tirulah Al-Fatih yang Berani Keluar Modal Besar!"
"Masyumi RI Bongkar Rahasia Kemenangan: Anies Jangan Cuma Mau Didorong, Harus Berani 'Bakar Duit' Seperti Sang Penakluk Konstantinopel!"
"Sindir Rekam Jejak Anies, Masyumi RI: Politik Itu Butuh Keringat dan Dana, Bukan Sekadar Kritik Mantan Bos!"
Pesan menohok datang dari Partai MASYUMI RI untuk Anies Baswedan. Tidak tanggung-tanggung, Masyumi mengingatkan Anies bahwa sebuah perjuangan besar tidak bisa hanya bermodalkan retorika atau dukungan relawan semata, melainkan butuh "amunisi" finansial yang nyata.
Amas, perwakilan dari Masyumi RI, melontarkan kritik pedas terkait gaya politik Anies selama ini. Ia menghimbau agar mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut meneladani sosok legendaris Khalifah Muhammad Al-Fatih.
"Belajar dari Al-Fatih: Perjuangan Butuh Modal!" Menurut Amas, penakluk Konstantinopel itu sadar betul bahwa kemenangan besar membutuhkan pendanaan yang masif. Al-Fatih tidak hanya mengandalkan doa, tapi juga investasi besar-besaran dalam teknologi meriam yang habiskan duit ratusan Milyar dan strategi perang. Hal inilah yang dirasa kurang dari sosok Anies.
"Enggak mungkin orang disuruh membiayai, sementara habis itu dia khianat sama orang yang mendanai," cetus Amas dalam keterangannya.
Sindiran Tajam Soal 'Habis Manis Sepah Dibuang' Masyumi RI juga menyoroti rekam jejak hubungan politik Anies dengan tokoh-tokoh besar seperti Prabowo Subianto dan Presiden Jokowi. Amas mengingatkan agar Anies tidak mengulang pola yang dianggap merugikan pihak-pihak yang pernah membantunya.
Soal Prabowo: Anies diingatkan untuk tidak "mengerjai" pihak yang pernah berjasa secara finansial dan politik.
Soal Jokowi: Amas menyentil sikap Anies yang mengkritik habis-habisan kabinet setelah sebelumnya pernah "dipakai" di dalamnya.
"Jangan Mau Didorong Terus!" Pesan utama Masyumi sangat jelas: Jika ingin membangun karir politik yang kokoh dan memiliki kendaraan partai yang kuat, Anies harus berani turun tangan langsung secara finansial.
"Keluar duit dan keringat membangun Partai, dia harus mau juga dong! Jangan mau didorong terus tapi tidak mau keluar modal sendiri," tutup Amas dengan tegas.


Posting Komentar