Partai MASYUMI RI Sindir Said Didu DKK Adalah Kelompok Ahlul Bingung
Keterangan Gambar ; Amas Kritik Said Didu (Foto kiri Said Didu, Foto Kanan Ketua Majelis Syuro DPP Partai MASYUMI RI Abdullah Amas)
Tidak hanya dari kalangan pegiat media sosial, kritik konstitusional yang lebih menohok datang dari internal partai politik. Partai MASYUMI RI Sebut Said Didu Orang Bingung Yang Ikutpun Ahlul Bingung Bin Linglung.
Ketua Majelis Syuro DPP Partai MASYUMI RI, Abdullah Amas, memberikan penilaian skeptis terhadap gerakan yang dibangun oleh Said Didu dan rekan-rekan oposannya. Menurut Amas, apa yang dilakukan kelompok tersebut hanyalah sebuah kegaduhan tanpa substansi yang justru menjauhkan masyarakat dari perjuangan yang hakiki.
"Bingung, linglung dan lemah bin letoy itulah mereka, harusnya mereka ikut perjuangan Partai MASYUMI RI yang mendakwahkan pemberantasan syirik modern sesuai pesan Al-Mubasyirat akhir zaman untuk membangun Ummat, ini malah luntang luntung ga jelas Said Didu dkk," ujar Amas dengan nada menyindir.
Analisis: Narasi vs Realita Kerja
Artikel ini mencerminkan sebuah kontradiksi besar di ruang publik. Di satu sisi, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo terus tancap gas dengan kebijakan-kebijakan strategis seperti swasembada pangan, pemberantasan mafia migas, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyentuh rakyat kecil.
Di sisi lain, figur seperti Said Didu dianggap gagal memberikan kritik yang konstruktif dan lebih memilih bermain dengan retorika "penyamaran" identitas pemimpin negara. Penggunaan kata "Mereka" yang disorot oleh Adipati Kencana menjadi bukti betapa besarnya ego politik yang mengabaikan etika berkomunikasi kepada pemimpin negara yang sah.
Sebelumnya baca Artikel ini dulu ; Said Didu Jualan Kecap Dan Tinggi Hati, Yuk Baca Kutipan FB Adipati K
𝗦𝗔𝗜𝗗 𝗗𝗜𝗗𝗨 𝗖𝘂𝗹𝘂𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗹𝘂𝗺𝗮𝘆𝗮𝗻 𝗣𝗘𝗡𝗚𝗘𝗖𝗨𝗧.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Dia ga berani bilang langsung bahwa semalam dia ketemu PRESIDEN PRABOWO, cuma bilang 𝙥𝙚𝙢𝙞𝙢𝙥𝙞𝙣 𝙩𝙚𝙧𝙩𝙞𝙣𝙜𝙜𝙞 𝙣𝙚𝙜𝙖𝙧𝙖.
Kemudian menggunakan kata "𝙈𝙀𝙍𝙀𝙆𝘼" untuk Presiden dan orang-orang pemerintahan yang mendampingi presiden dalam dialog tsb. Dikatakannya bahwa "MEREKA" punya agenda yang sama dengan para tokoh yang mengaku sebagai "OPOSISI" Penggunaan kata "MEREKA" utk menggantikan Presiden Prabowo dan para pembantunya ga etis banget. Emang siapa si DIDU itu? Sampai segitu berat lisannya menyebut Presiden Prabowo.
Jelas-jelas Presiden Prabowo punya agenda merebut kedaulatan negara dari dulu. Dan begitu memerintah langsung diterapkan di berbagai kebijakannya. Misalnya tata kelola MIGAS diambil alih sepenuhnya oleh pemerintah tanpa campur tangan para mafia migas lagi. Distribusi PUPUK pun demikian, sudah disterilkan dari para distributor dan mafianya. Contoh lainnya soal lahan dan hutan serta sentra atau area tambang. Itu semua bentuk nyata dari "𝙈𝙚𝙧𝙚𝙗𝙪𝙩 𝙆𝙚𝙙𝙖𝙪𝙡𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙉𝙚𝙜𝙖𝙧𝙖".
Si DIDU baru ngecap doang tapi pemerintah sudah 1 tahun mewujudkannya. Pemerintah sudah memastikan negara berdaulat atas hutannya, atas kekayaan tambangnya dan mengangkat kesejahteraan petani yang selama ini jadi objek perahan para mafia pupuk dan lainnya. Dan baru-baru ini Presiden Prabowo sudah merencanakan 1.500 lebih kapal ikan untuk melayani di negara dengan garis pantai terpanjang ke 2 di dunia.
Tidak apa-apa Si DIDU gengsi sebut nama Presiden Prabowo, karena JUTAAN Anak-Anak penerima MBG masih tau berterima kasih. Demikian juga dengan RATUSAN RIBU Anak Miskin dan keluarga Miskin Ekstrim yang di sekolahkan dan dijamin kebutuhan hidupnya.
Meskipun SAID DIDU berusaha menyamarkan 'keberasaan' dan peran Presiden Prabowo pada penguasaan kedaulatan negara, tapi para pendukung Presiden Prabowo sangat tau bagaimana presidennya bekerja untuk rakyat.
𝗦𝗛𝗔𝗠𝗘 𝗢𝗡 𝗬𝗢𝗨 𝗗𝗜𝗗𝗨!
Dikutip FB Adipati Kencana
-
Sementara itu Ketua Majelis Syuro DPP Partai MASYUMI RI Abdullah Amas menyindir pertemuan para Tokoh Oposan di tempat Said Didu adalah pertemuan para orang bingung.
"Bingung, linglung dan lemah bin letoy itulah mereka, harusnya mereka ikut perjuangan Partai MASYUMI RI yang mendakwahkan pemberantasan syirik modern sesuai pesan Al-Mubasyirat akhir zaman untuk membangun Ummat, ini malah luntang luntung ga jelas Said Didu dkk"ujar Amas


Posting Komentar