Telusuri
24 C
id
  • Internasional
  • Daerah
  • Bisnis
  • Agama
  • Keluarga
  • Kontak
  • Iklan
Amas Persada News
pasang
  • Home
  • Politik
    • All
    • Politik
    • Pemerintahan
    • Pilkada
    • Tokoh Politik
  • Pemerintahan
    • Pemerintahan
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Organisasi
Amas Persada News
Telusuri
Beranda Nyali Prabowo, Ini Kata Sebuah Tulisan FB Nyali Prabowo, Ini Kata Sebuah Tulisan FB

Nyali Prabowo, Ini Kata Sebuah Tulisan FB

Redaksi APN
Redaksi APN
02 Agu, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


 Nyali Prabowo, Ini Kata Sebuah Tulisan FB


Terkait serangan pada Prabowo ini kata tulisan FB Adipati Kencana


Woi... Ketombe Kuntilanak, sebelum bahas Ambalat, ayo kita kasih bukti Soal NYALI. Baca nih:


Koruptor Riza Chalid rugikan negara Rp. 193 Trilyunan per tahun sejak 2018 sampe 2023 di era siapa? Tapi kemudian 'digorok' oleh Pak Jendral persis di awal masa pemerintahannya. Sangat raja minyak itu sekarang lagi ngumpet spt curut, tapi passportnya sudah dicabut. Mana yg katanya Tukang Kayu bernyali gede kenapa tidak berkutik dikadalin si RC selama 5 tahun? 


Kelompok Konglomerat Sawit menggunakan 3 juta hektar lahan negara yg dijadikan kebun sawit ilegal. Begitu ketahuan malah mau DIPUTIHKAN di era Pak Tukang Kayu itu. Tapi Alhamdulillah presidennya keburu ganti ke Pak Jenderal. 1, 3 juta hektar sudah disita dan masih ditelusuri jutaan hektar lainnya. Tidak ada cerita PEMUTIHAN! Selidiki, Tindak dan SITA! Kemana nyali presiden sebelumnya? 


WILMAR Group yang sekarang lagi 'digebukin' oleh Pak Jenderal dalam beberapa kasus terkait Sawit dan Beras oplosan, dulu DIKASIH SUBSIDI pake duit negara oleh Pak Tukang Kayu yg kata kalian bernyali gede. Nilainya? Mungkin total sudah Rp. 50 Triliun (kurleb). Tahun 2017 diduga pemberian subsidi (biodiesel) ini masuk tindakan korupsi, tetapi oleh KPK tidak ditindak lanjuti.


Siapa yg lebih BERNYALI? Masih ada cerita yg lain tp cukup segitu aja dulu. 

Ups, Soal AMBALAT? Nih gue kasih pandangan. 


Pernyataan Pak Tukang Kayu itu dikeluarkan tahun 2015 tentang "tidak ada kompromi soal Ambalat". Waktu itu baru 1tahun menjabat, wawasan dan hubungan internasional masih hijau. Semua Presiden RI punya dan dikenal oleh komunitas dunia. Semua Beliau-beliau itu punya pergaulan internasional. Kecuali Jokowi. Pak Jokowi murni lokal, TKDN nya 99,99%. Itu menyebabkan sudut pandangnya soal LN tidak seluas presiden lain.


Bpk. Ir. Sukarno sejak sebelum jadi presiden punya relasi internasional. Dan beliau lahir dari gejolak pergerakan antara hidup dan mati. Lalu Pak Suharto 32 tahun memerintah menjadikan dirinya salah satu tokoh dunia yg disegani. Saat awal melangkah menuju kekuasaan, kakinya berjalan di atas genangan darah akibat pembantaian bersaudara di tanah air. 


Kemudian Ir. BJ. Habibie sudah lebih dulu dikenal Eropa baru kemudian pulkam dan berkarya di negaranya. Gusdur adalah keturunan ningrat dari tokoh pergerakan Jawa. Dari mbahnya sudah dikenal dunia, termasuk dirinya. Ibu Megawati pun sama, punya koneksi intenasional. Bahkan Bill Clinton mantan presiden  AS adalah temannya. Beliau bertiga lahir dari situasi genting pancaroba politik di Indonesia. Kemudian Pak SBY pergaulan internasionalnya sangat luas. Demikian juga Prabowo yg sudah sejak muda dikenal dunia. Selain itu beliau berdua adalah saksi dan pelaku sejarah gejolak dan prahara perubahan di Indonesia.


Bandingkan dgn Pak Jokowi (🙏🙏) memulai dari sepenuhnya jalur lokal. Dan beliau belum tentu paham dampak dari sebuah konflik apalagi perang. Karena Pak Jokowi lahir dari euphoria kesederhanaan bukan dr pergolakan dan pergerakan. Mungkin belum pernah ikut demo sekalipun. 


Lantaran itulah makanya Pak Jokowi tidak punya pengalaman historis yg menggambarkan dampak dari konflik dan peperangan. Saat ngomong gitu mungkin beliau lupa bahwa ada hampir 2 juta TKI dan TKW kita yg cari penghidupan di Malaysia. Sehingga enak aja klo mau ngomong perang sekalipun.


Berbeda dengan pemimpin yang lahir dari pergerakan dan pergolakan, mereka bisa membayangkan dampak mengerikan dari peperangan. Makanya akan sangat berhati-hati membuat pernyataan konfrontatif dengan negara lain. Beda dgn Prabowo, "We Know War!" Itu kalimat Prabowo yg menggambarkan tentang perihnya perang. Lagian seperti tadi syaa katakan, semua presiden selain Jokowi punya 'teman' atau kenalan yg jadi bagian atau malah jadi penguasa di negara-negara tertentu. Contoh Anwar Ibrahim adalah kawannya Prabowo sejak dulu. 


Udah deh, STOP saling menyerang pemimpin karena semua punya oenduking yg akan membelanya. Stop merasa jago kita paling benar. Udah ga musim lagi gontok-gontokan belain jagoan.


Adipati Kencana

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Berita Pilihan

Partai MASYUMI RI Sindir Said Didu DKK Adalah Kelompok Ahlul Bingung

Redaksi APN- Februari 02, 2026 0
Partai MASYUMI RI Sindir Said Didu DKK Adalah Kelompok Ahlul Bingung
Keterangan Gambar ; Amas Kritik Said Didu (Foto kiri Said Didu, Foto Kanan Ketua Majelis Syuro DPP Partai MASYUMI RI Abdullah Amas) Tidak hanya dari kalangan …

Berita Populer

KB-PII GELAR RAKORNAS INDONESIA RAMADHAN EXPO (INRA)

KB-PII GELAR RAKORNAS INDONESIA RAMADHAN EXPO (INRA)

Januari 31, 2026
LSI (Layar Survey Indonesia) Sebut Spirit Masyumi Bangkit: "Tauhid Modern" Jadi Senjata Pamungkas Partai Masyumi RI Menuju Kejayaan

LSI (Layar Survey Indonesia) Sebut Spirit Masyumi Bangkit: "Tauhid Modern" Jadi Senjata Pamungkas Partai Masyumi RI Menuju Kejayaan

Januari 30, 2026
Masuk ke Kandang Singa : Membedah Alasan Indonesia dan 7 Negara Islam di Meja Perundingan AS

Masuk ke Kandang Singa : Membedah Alasan Indonesia dan 7 Negara Islam di Meja Perundingan AS

Januari 31, 2026

Recent Comments

Berita Pilihan

Geger! "Sindiran Maut" Nandang Burhanudin: Tamparan Keras untuk Retorika Langit Ketum Partai Gelora Anis Matta?

Geger! "Sindiran Maut" Nandang Burhanudin: Tamparan Keras untuk Retorika Langit Ketum Partai Gelora Anis Matta?

Desember 20, 2025
Kisah Nyatanya : Pertolongan Allah Bertubi-Tubi Setelah Menghapus Pemajangan Gambar Bernyawa

Kisah Nyatanya : Pertolongan Allah Bertubi-Tubi Setelah Menghapus Pemajangan Gambar Bernyawa

Desember 20, 2025
GUNCANG DHAKA! Nama Muhammad Qasim Meledak di Twitter (X) Bangladesh Saat Perayaan Hari Kemenangan 16 Desember

GUNCANG DHAKA! Nama Muhammad Qasim Meledak di Twitter (X) Bangladesh Saat Perayaan Hari Kemenangan 16 Desember

Desember 17, 2025

Trending News

KB-PII GELAR RAKORNAS INDONESIA RAMADHAN EXPO (INRA)

KB-PII GELAR RAKORNAS INDONESIA RAMADHAN EXPO (INRA)

Januari 31, 2026
LSI (Layar Survey Indonesia) Sebut Spirit Masyumi Bangkit: "Tauhid Modern" Jadi Senjata Pamungkas Partai Masyumi RI Menuju Kejayaan

LSI (Layar Survey Indonesia) Sebut Spirit Masyumi Bangkit: "Tauhid Modern" Jadi Senjata Pamungkas Partai Masyumi RI Menuju Kejayaan

Januari 30, 2026
Masuk ke Kandang Singa : Membedah Alasan Indonesia dan 7 Negara Islam di Meja Perundingan AS

Masuk ke Kandang Singa : Membedah Alasan Indonesia dan 7 Negara Islam di Meja Perundingan AS

Januari 31, 2026
Amas Persada News

About Us

Amas Persada News Menyajikan Berita Akurat dan Terpercaya, Enak dibaca dan Mendobrak Fakta

Contact us: amaspersadanews@gmail.com

Follow Us

© Copyright Amas Persada News 2024 apn
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Sanggah/Jawab
  • Iklan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kontak