Jaringan Alumni Muda HMI (JAM-HMI) : Penunjukan Syahganda Sebagai Kepala Bakom RI Meningkatkan Komunikasi Antara Negara Dan Civil Society
Jakarta-Jaringan Alumni Muda HMI (JAM-HMI) : Penunjukan Syahganda Sebagai Kepala Bakom RI Meningkatkan Komunikasi Antara Negara Dan Civil Society
Eks Wakil Sekjen PB HMI yang juga Koordinator Pimpinan Nasional Jaringan Alumni Muda Himpunan Mahasiswa Islam (Pimnas JAM-HMI) Abdullah Amas Mengapresiasi Penunjukan Syahganda Sebagai Kepala Bakom RI
"Pertama Beliau kan pernah berjuang untuk Prabowo di Pilpres 2019 dan 2014"ujar Abdullah Amas
Syahganda juga dikenal sebagai sosok yang luwes bergaul dengan berbagai elemen masyarakat sipil khususnya Organisasi Buruh, Kampus, Ormas Islam dan lainnya. Track Recordnya dalam membela kebijakan Prabowo juga sudah terlihat di Great Institute
Ya, Syahganda Sang Barikade Cita
Di mata Jaringan Alumni Muda HMI, figur yang karib dengan dunia aktivisme ini dinilai sebagai langkah strategis yang menjembatani gerak sipil dan kekuasaan.
Langit politik ibu kota kembali berdenyut ketika nama Syahganda Nainggolan resmi disematkan posisi sebagai Kepala Badan Komunikasi Republik Indonesia (Bakom RI). Di luar lingkaran kekuasaan. gelombang apresiasi justru mengalir deras dari kantong-kantong kaum muda pergerakan. Salah satunya datang dari Jaringan Alumni Muda Himpunan Mahasiswa Islam (JAM-HMI).
Bagi Koordinator Pimnas JAM-HMI, Abdullah Amas, penunjukan ini bukan sekadar rotasi administratif biasa. Ada jejak panjang kesetiaan dan rekam jejak perjuangan. Bagi salah satu komunitas alumni muda HMI, loyalitas politik yang teruji melintasi musim pancaroba adalah sebuah modal moral tersendiri.
Luwes di Berbagai Arena
Namun, bukan hanya soal kesetiaan masa lalu yang membuat Syahganda dilirik. Di mata para aktivis muda, kekuatan utama pria yang lama berkecimpung di dunia pergerakan ini terletak pada kapasitasnya merajut simpul-simpul sosial.
Syahganda dikenal sebagai figur yang luwes. Memiliki jejaring pergaulannya membentang luas: mulai dari kelompok buruh yang kerap berteriak di lantai pabrik, aktivis kampus yang kritis, hingga ormas-ormas Islam yang menjadi sauh moral masyarakat.
"Syahganda memiliki kapasitas dialog lintas elemen. Ini modal krusial untuk meningkatkan komunikasi antara negara dan civil society," ungkap salah seorang pengamat politik muda di Jakarta.
Rekam Jejak di Great Institute
Jejak intelektual dan praktis Syahganda dalam mengawal diskursus kebijakan publik juga terekam jelas di Great Institute. Di lembaga kajian tersebut, arah pembelaan dan artikulasi gagasan strategisnya untuk mengawal visi besar Prabowo Subianto terus dirumuskan secara sistematis. Track record inilah yang diyakini menjadi pertimbangan matang di balik penunjukannya.
Kini, tantangan di hadapan Syahganda tentu tidak kecil. Memimpin Bakom RI di tengah dinamika informasi yang kian volatil menuntut kepekaan tinggi serta kemampuan meramu narasi kebangsaan yang inklusif.
Bagi JAM-HMI, penempatan Syahganda adalah sebuah optimisme baru—bahwa narasi jalanan dan kebijakan negara kini memiliki jembatan yang kokoh untuk saling mendengar.


Posting Komentar