Ali Mahsun, Jalan Kontinyue Sang "Jendral Perang" Pembela UMKM Dan PKL
Ali Mahsun, Jalan Kontinyue Sang Jendral Perang Pembela UMKM Dan PKL
Oleh ; Abdullah Amas
(Koordinator Pimpinan Nasional Jaringan Alumni Muda HMI/Pimnas JAM-HMI)
Jarang ada orang bisa konsisten berlama-lama mengurus satu bidang termasuk dalam dunia aktivisme terlebih dia seorang Dokter. Tapi hal itu terjadi pada Dokter Ali Mahsun. Entah belasan atau Puluhan Tahun Mengurus PKL. Konsistensi adalah ciri khasnya. Jarang dia bergeser dari tema lain.
Eksistensi APKLI Merah Putih adalah Keputusan Alam untuk senantiasa eksis sampai perjuangan Kaum PKL dan UMKM sampai pada tujuan kemerdekaan ekonomi.
Keberkahan hidup mengurus PKL memang berbuah diantaranya eksistensi organisasi PKL yang dia pimpin sampai hari ini.
Ya,Di belantara aktivisme tanah air, kesetiaan adalah barang langka. Banyak yang datang dengan gegap gempita, lalu surut seiring bergesernya musim politik. Namun, pemandangan berbeda tersaji pada sosok Ali Mahsun. Seorang dokter yang semestinya akrab dengan bau obat dan ruang praktiknya yang steril, justru memilih mendedikasikan hidupnya berpuluh-puluh tahun di jalanan, bergelut dengan debu, keringat, dan nasib para Pedagang Kaki Lima (PKL).
Konsistensi adalah mata uang paling mahal dalam perjuangan sosial. Ali Mahsun memilikinya dalam takaran yang paripurna. Jarang sekali ia terlihat bergeser dari fokus utamanya: membela kaum ekonomi kecil. Bagi sebagian orang, mengurus pedagang kecil mungkin sekadar batu loncatan. Tapi bagi Ali Mahsun, ini adalah jalan hidup yang ditempuh tanpa kenal lelah, sebuah napas panjang yang terus diembuskan di tengah dinamika zaman.
Eksistensi APKLI Merah Putih yang dipimpinnya hari ini bukan sekadar buah dari strategi organisasi semata. Banyak yang meyakini, ketahanan wadah ini adalah sebuah keniscayaan alam—keputusan alam agar suara kaum marjinal tetap bergema hingga garis akhir perjuangan. Sebuah ikhtiar panjang menuju kemerdekaan ekonomi yang sejati bagi UMKM dan PKL di bumi Nusantara.
Barangkali, inilah bentuk keberkahan hidup yang nyata. Ketika seseorang mengabdikan seluruh energi dan waktunya untuk mereka yang kerap terpinggirkan, semesta pun merestui langkahnya. Organisasi yang ia gawangi terus berdiri tegak, menjadi benteng sekaligus rumah besar bagi jutaan pelaku usaha kecil yang menggantungkan harapan hidupnya di atas gerobak-gerobak sederhana.
Keterangan Gambar : Abdullah Amas, Penulis Artikel, Mantan Wasekjen PB HMI





Posting Komentar