Ning Lia Disebut Jaringan Alumni Muda HMI Sebagai Dewan Pakar ICMI Jatim Yang Merakyat, Termasuk Ulil Albab Dan Punya Power Serta Dekatkan ICMI Pada Basis NU
Keterangan Gambar ; Ning Lia Saat Pengukuhan ICMI Jatim.Ning Lia Disebut Jaringan Alumni Muda HMI Sebagai Dewan Pakar ICMI Jatim Yang Merakyat, Termasuk Ulil Albab Dan Punya Power Serta Dekatkan ICMI Pada Basis NU
Surabaya-Amas Persada News Jaringan Alumni Muda HMI menyebut Didapuknya Ning Lia Jadi Dewan Pakar ICMI Jatim memberi daya dorong bagi ICMI dimana Ning Lia adalah Cendikia yang merakyat dan representasi kuat NU dan Kaum Wanita
"JAM-HMI melihat ICMI akan makin membumi dan makin terasa di basis-basis NU"tegas Abdullah Amas, Koordinator Pimpinan Nasional Jaringan Alumni Muda Himpunan Mahasiswa Islam (JAM-HMI).
Eksistensi ICMI yang tetap kuat sejak didirikan adalah buah dari keikhlasan para Cendikia yang mendirikan dulu. "Ning Lia dan ICMI adalah wajah bahwa generasi intelektual umat yaitu generasi Ulil Albab akan dikuatkan Allah karena keikhlasannya dalam membumikan kecendikiawanannya bagi ummat dan rakyat"tegas Amas
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, S.H.I., S.Sos., S.Sos.I., M.E.I., resmi dikukuhkan sebagai Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Jawa Timur periode 2026–2031. Processi pengukuhan berlangsung khidmat di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Amanah baru ini makin memperluas ruang pengabdian figur yang akrab disapa Ning Lia tersebut di lingkungan intelektual, melengkapi kiprah utamanya sebagai senator yang memperjuangkan aspirasi masyarakat Jawa Timur di tingkat nasional.
Agenda pelantikan tersebut dihadiri oleh jajaran akademisi, ulama, tokoh masyarakat, hingga pimpinan daerah. Gubernur Jawa Timur dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc., Ph.D.
Ditemui usai prosesi pengukuhan, Ning Lia menegaskan bahwa amanah sebagai Dewan Pakar merupakan ruang strategis untuk menjembatani disiplin keilmuan dengan realitas sosial di lapangan. Berbekal latar belakang akademik lintas disiplin serta pengalaman kepemimpinan di berbagai organisasi kelembagaan, ia mendorong agar kaum cendekiawan tidak membatasi diri dalam ruang wacana akademis semata.
"Amanah di ICMI merupakan ruang untuk terus belajar, berkhidmat, dan memperluas kolaborasi. Cendekiawan harus semakin dekat dengan masyarakat, memahami persoalan yang berkembang di akar rumput, serta menghadirkan gagasan yang memberikan manfaat nyata bagi umat, daerah, dan bangsa," ujar Ning Lia.
Senator asal Jatim ini menambahkan bahwa perkembangan zaman menuntut para intelektual untuk terlibat aktif merumuskan formulasi solusi atas berbagai tantangan kompleks, mulai dari pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), penguatan ekonomi kerakyatan, pendidikan, hingga ketahanan sosial.
Posisi ganda Ning Lia sebagai wakil daerah di DPD RI sekaligus Dewan Pakar ICMI Jatim diyakini akan memperkuat penyelarasan antara aspirasi riil masyarakat daerah, pemikiran akademis, serta perumusan kebijakan publik di tingkat nasional.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menggarisbawahi pentingnya memperkuat ekosistem kolaborasi pentahelix—yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, pesantren, hingga organisasi masyarakat—dalam mengakselerasi pembangunan daerah.
"ICMI memiliki posisi yang sangat strategis sebagai simpul perjumpaan para intelektual. Kapasitas keilmuan dan kepakaran para anggotanya diharapkan melahirkan rekomendasi serta inovasi kebijakan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Jawa Timur," ungkap Emil Dardak.
Pengukuhan pengurus ICMI Orwil Jatim periode 2026–2031 ini menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk menjawab tantangan era transformasi digital, ketahanan pangan, hingga peningkatan kesejahteraan sosial melalui pendekatan berbasis sains dan kepekaan nurani.


Posting Komentar