Kode Alam 61 Tahun Khofifah, Landasan Akhir Jawa Timur Menuju Sejahtera
Oleh : Abdullah Amas
Khofifah lahir di masa Transisi Orla ke Orba. Semoga ini juga kode alam bahwa kelahirannya adalah tanda lahir Pemimpin yang membawa Transisi atau landasan bagi Jawa Timur yang sampai pada Gerbang Kedigdayaan.
Kita bisa melihat ada Bus Transjakarta, Pembangunan Dashyat di Madura memakai APBD Jatim, Kondusifitas Dan Kestabilan Harmoni Warga Jatim yang beraneka ragam dan seterusnya.
Khofifah telah membangun landasan bagi Jawa Timur dengan berbagai program radikal dan spektakuler. Jawa Timur terasa harmoni
Di antara riuh rendah politik nasional dan pergeseran lanskap ekonomi pasca-pandemi, Jawa Timur berdiri sebagai jangkar yang kokoh. Jika kita menarik garis mundur ke belakang, tepat 61 tahun silam, seorang bayi perempuan lahir di Surabaya. Waktu itu, republik sedang berada di persimpangan jalan paling krusial dalam sejarahnya: sebuah masa transisi dari Orde Lama ke Orde Baru.
Bagi sebagian orang, momentum kelahiran ini bukan sekadar coretan di kalender. Ini adalah sebuah kode alam. Kelahiran Khofifah Indar Parawansa di era transisi seolah menjadi nubuat bahwa dirinya memang ditempa untuk memimpin perubahan—menjadi jembatan transisi yang membawa Jawa Timur melintasi gerbang kedigdayaan menuju kesejahteraan yang hakiki.
Fondasi Radikal di Tanah Pasundan dan Madura
Kepemimpinan Khofifah tidak berjalan di atas karpet merah yang empuk. Ia mewarisi wilayah dengan kompleksitas tinggi, mulai dari disparitas ekonomi antar-wilayah hingga tantangan infrastruktur. Namun, gerak cepatnya mengejutkan banyak pihak.
Lihat saja bagaimana konektivitas wilayah digenjot. Kehadiran armada transportasi publik yang masif—terinspirasi dari efisiensi Bus Transjakarta—kini merekatkan kota-kota satelit di Jawa Timur. Mobilitas warga tak lagi dihambat oleh sekat-sekat geografis.
Lebih jauh ke timur, Pulau Madura tak lagi ditempatkan sebagai halaman belakang. Melalui intervensi anggaran yang berani dari APBD Jawa Timur, pembangunan dahsyat digulirkan di Pulau Garam tersebut. Infrastruktur dasar, akses pendidikan, hingga stimulus ekonomi lokal diguyur demi memangkas ketimpangan. Ini adalah sebuah langkah radikal yang jarang diambil oleh pemimpin yang hanya mencari aman demi popularitas.
Orkestrasi Harmoni di Ujung Timur Jawa
Namun, mahakarya terbesar Khofifah mungkin bukan terletak pada beton-beton jalan tol atau megahnya jembatan. Keberhasilan hakikinya adalah merawat apa yang paling rapuh di negeri ini: kebhinekaan.
Jawa Timur adalah kuali peleburan (melting pot) yang luar biasa. Di sana ada kultur Mataraman, Madura, Arekan, hingga Tengger dan Osing. Di bawah kendali Khofifah, kondusifitas dan kestabilan harmoni warga terjaga dengan sangat anggun. Program-program spektakuler yang ia luncurkan selalu mengedepankan pendekatan humanis yang merangkul semua golongan.
Khofifah telah berhasil membangun landasan yang kokoh. Di usianya yang ke-61, Jawa Timur tidak hanya terasa bergerak maju secara angka-angka statistik, tetapi juga terasa begitu hangat, seimbang, dan harmoni. Sebuah lanskap yang siap menyongsong masa depan.
Di Halaman Depan Rumahmu yang Luas
Sebuah Puisi untuk 61 Tahun Khofifah
Oleh: Abdullah Amas
Ada yang lahir dari rahim waktu yang cemas,
saat sejarah sedang mengganti bajunya di kamar sebelah.
Kau tumbuh seperti pohon yang tahu cara membagi bayang-bayang,
kepada tanah yang kering, kepada angin yang datang membawa rindu dari seberang.
Membangun rumah bukan sekadar menyusun batu bata,
katamu dalam diam yang bekerja.
Ini tentang bagaimana memastikan langkah kaki anak-anak di Madura
terdengar sama riangnya dengan deru bus di kota-kota.
Enam puluh satu tahun.
Angka-angka hanyalah cara waktu menghitung jarak,
tetapi harmoni yang kau tenun di Jawa Timur
adalah sesuatu yang menolak luruh menjadi jarak.
Ia menetap di dada orang-orang biasa,
menjadi jembatan yang tak pernah selesai mengantar kita pulang ke rumah yang sejahtera.


Posting Komentar