Ketua Majelis Tinggi Gernas UMKM Bangkit Angkat Aplauss Tinggi Pidato Presiden Prabowo Di DPR Kemarin
Ketua Majelis Tinggi Gernas UMKM Bangkit Angkat Aplauss Tinggi Pidato Presiden Prabowo Di DPR Kemarin
Ketua Majelis Tinggi Gernas UMKM Bangkit Teguh Anantawikrama angkat aplous tinggi Pidato Presiden Prabowo di DPR Kemarin. "Prabowo menggelorakan pembangunan Manusia dengan sekolah Rakyat disamping Pembangunan Kekuatan Ekonomi Rakyat melalui berbagai program seperti Kopdes Merah Putih dan MBG"tegas Gus Teguh Anantawikrama yang dikenal memiliki jaringan teramat luas dengan kalangan Pengusaha dan Politisi dan dipercaya Aburizal Bakrie disejumlah posisi perusahaan Bakrie. Tokoh KADIN ini menyebut Pidato Prabowo memang sudah tugasnya berapi-api mengangkat tenaga batin Bangsa seperti halnya gaya kepemimpinan Presiden-Presiden AS terdahulu yang kerap membangun tenaga batin rakyat melalui Pidato-Pidato Narasi Besar dari gedung Putih.
Gus Teguh juga mendukung Langkah Presiden dalam menerapkan UUD 45 Pasal 33 dimana seluruh kekuatan kekayaan alam diperjuangkan sebesar-besarnya untuk Rakyat
GELIAT EKONOMI
Suntikan Tenaga Batin dari Parlemen
Ketua Majelis Tinggi Gernas UMKM Bangkit, Teguh Anantawikrama, memuji pidato Presiden Prabowo di DPR yang dinilai berani meletakkan fondasi ekonomi berbasis kerakyatan. Koperasi desa hingga sekolah rakyat jadi sorotan.
JAKARTA — Ruang sidang paripurna DPR RI kemarin mendadak riuh. Pidato perdana Presiden Prabowo Subianto di hadapan para legislator tak hanya memantik tepuk tangan, tetapi juga mengirimkan sinyal kuat ke berbagai pelosok negeri, khususnya bagi para pelaku ekonomi akar rumput.
Apresiasi tinggi datang dari salah satu motor penggerak usaha mikro, kecil, dan menengah. Teguh Anantawikrama, Ketua Majelis Tinggi Gerakan Nasional (Gernas) UMKM Bangkit, secara terbuka memberikan aplaus tinggi atas narasi besar yang ditawarkan sang Presiden. Bagi tokoh yang akrab disapa Gus Teguh ini, orasi Prabowo bukan sekadar pemanis retorika politik, melainkan sebuah manifesto kebangkitan manusia Indonesia.
"Prabowo sedang menggelorakan pembangunan manusia dengan sekolah rakyat, di samping pembangunan kekuatan ekonomi rakyat melalui berbagai program konkret," ujar Gus Teguh saat dihubungi setelah sidang paripurna usai.
Di kalangan dunia usaha, nama Teguh Anantawikrama bukan sosok asing. Dikenal memiliki jaringan teramat luas di lingkaran pengusaha dan politisi kawakan, tokoh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia ini juga lama dipercaya oleh Aburizal Bakrie untuk menduduki sejumlah posisi strategis di berbagai perusahaan Grup Bakrie. Jam terbangnya di belantika bisnis nasional membuatnya jeli melihat arah kebijakan ekonomi penguasa baru.
Menurut Gus Teguh, gaya pidato Prabowo yang berapi-api—yang oleh sebagian kritikus kerap dianggap terlalu konfrontatif—justru merupakan instrumen penting yang dibutuhkan bangsa saat ini. Ia menyamakan gaya kepemimpinan Prabowo dengan tradisi Presiden-Presiden Amerika Serikat terdahulu, yang kerap memanfaatkan pidato berbobot dari Gedung Putih untuk menyuntikkan "tenaga batin" dan optimisme ke tengah-tengah rakyat.
"Pidato Prabowo memang sudah tugasnya berapi-api mengangkat tenaga batin bangsa. Kita butuh narasi besar itu untuk membangkitkan rasa percaya diri kolektif," tegasnya.
Kembali ke Pasal 33
Namun, di luar retorika yang membakar semangat, Gus Teguh menggarisbawahi komitmen Prabowo yang dinilai paling krusial: manifesto ekonomi yang bersandar pada Pasal 33 UUD 1945. Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa seluruh kekuatan kekayaan alam Indonesia harus diperjuangkan dan dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, bukan segelintir elite.
Langkah konkret yang dinilai selaras dengan napas konstitusi tersebut adalah peluncuran program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih serta program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kedua program ini diyakini Gernas UMKM Bangkit akan menjadi stimulan langsung yang menggerakkan ekosistem ekonomi di tingkat desa, di mana jutaan pelaku UMKM menggantungkan hidup.
Bagi para pelaku usaha di sektor riil, janji politik Prabowo ini ibarat angin segar di tengah ketidakpastian global. Kini, tantangan terbesar berada di pundak kabinet baru: sejauh mana "tenaga batin" yang ditiupkan dari podium DPR kemarin mampu diterjemahkan menjadi kebijakan nyata di lapangan, tanpa terjebak dalam labirin birokrasi yang lambat. Gus Teguh dan gerbong UMKM-nya memastikan akan berdiri di lini depan untuk mengawal janji tersebut


Posting Komentar