Gaya Jamu Singset Ala Sekjen Golkar Sarmuji
Langkah Sekjen DPP Golkar mengonsolidasikan mesin partai menuai pujian. Menghadirkan narasi segar yang membumi sekaligus berbobot intelektual.
JAKARTA — Di bawah kendali duet Bahlil Lahadalia dan Sarmuji, Partai Golkar tampaknya sedang gemar bersolek—bukan sekadar memoles wajah, melainkan memperkuat otot-otot organisasi hingga ke akar rumput. Langkah Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Sarmuji, dalam mengawal konsolidasi internal belakangan ini mendapat sorotan positif dari para pengamat politik.
Direktur Lembaga Abdullah Amas Strategic (Lembaga AAS), Abdullah Amas, menilai Sarmuji berhasil menjalankan "mesin tempur" partai beringin secara efektif dan taktis. Di tengah dinamika politik yang menuntut pergerakan cepat, gaya komunikasi Sarmuji dinilai mampu memecah kekakuan birokrasi partai.
"Di acara Barisan Muda Kosgoro (BMK) 57, misalnya, dia menyampaikan arahan dengan penjelasan ala 'Jamu Singset'—Jelas, Mudah, Singkat, dan Sederhana. Ini krusial agar BMK 57 dan elemen pemuda Golkar lainnya bisa semakin membumi," ujar Amas kepada media, Jumat lalu.
Intelektual di Pusaran Kekuasaan
Namun, konsolidasi yang dilakukan Sarmuji tidak melulu soal mobilisasi massa atau penguatan struktur ekonomi organisasi. Mantan aktivis HMI ini juga mencoba menyuntikkan kembali "ruh kekaryaan" dan kebangsaan melalui jalur literasi—sebuah langkah yang terbilang langka di tengah hiruk-pikuk politik praktis tanah air.
Belum lama ini, Sarmuji menelurkan karya literatur bertajuk Kekuasaan yang Menolong. Buku ini seolah menjadi antitesis dari wajah politik yang kerap dipersepsikan publik sebagai ajang perebutan kekuasaan yang pragmatis dan transaksional.
Etalase Cendekiawan Beringin
Kehadiran buku tersebut, menurut Amas, memberikan nilai tambah yang signifikan bagi citra partai di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bahlil Lahadalia. Golkar, yang historisnya memang akrab dengan teknokrat dan pemikir, seolah mendapatkan kembali identitasnya.
Penyegaran Citra: Mengikis persepsi bahwa partai politik hanya sibuk dengan urusan elektoral jangka pendek.
Legacy Tertulis: "Jarang-jarang ada Sekjen partai yang di tengah kesibukannya masih sempat menulis buku. Ini membuat rekam jejak Sarmuji bakal abadi," tambah Amas.
Daya Tawar Politik: Menegaskan posisi Golkar sebagai rumah bagi kalangan cendekiawan dan pemikir strategis.
Dengan sisa waktu menuju kontestasi politik ke depan, ritme kerja yang efisien dikombinasikan dengan penguatan narasi intelektual ini diyakini bakal menjadi modal kuat bagi Golkar untuk tetap berada di barisan depan lanskap politik nasional


Posting Komentar