Telusuri
24 C
id
  • Internasional
  • Daerah
  • Bisnis
  • Agama
  • Keluarga
  • Kontak
  • Iklan
Amas Persada News
pasang
  • Home
  • Politik
    • All
    • Politik
    • Pemerintahan
    • Pilkada
    • Tokoh Politik
  • Pemerintahan
    • Pemerintahan
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Organisasi
Amas Persada News
Telusuri
Beranda Pramono Di Cap Gagal Urus DKI, Nama Noer Fadjriansyah Diusung Kesatuan Aksi Jakarta (KEJAKARTA) Ke Pilkada Mendatang Pramono Di Cap Gagal Urus DKI, Nama Noer Fadjriansyah Diusung Kesatuan Aksi Jakarta (KEJAKARTA) Ke Pilkada Mendatang

Pramono Di Cap Gagal Urus DKI, Nama Noer Fadjriansyah Diusung Kesatuan Aksi Jakarta (KEJAKARTA) Ke Pilkada Mendatang

Redaksi APN
Redaksi APN
15 Apr, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


 Noer Fajrieansyah dikenal sebagai mantan Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI). Ia juga pernah menjabat sebagai komisaris dan direksi di beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pada tahun 2024, Noer mencalonkan diri sebagai Gubernur, meskipun KPUD tak meloloskannya


Kegagalan Pramono memimpin Jakarta menuai reaksi. Ketua Umum Kesatuan Aksi Jakarta (KEJAKARTA) Abdullah Amas menyerukan Pembaharuan Jakarta dengan mengusung figur baru di Pilkada DKI Jakarta. Sosok itu adalah Noer Fadjriansyah.


Noer yang merupakan Mantan Politisi PDP dan suami dari Politisi Golkar Meutya dinilai punya nilai hubungan lintas Partai yang kuat termasuk di basis massa Nasionalis dan agamis karena dia merupakan Mantan Ketum PB HMI dan Pernah Jadi Caleg DPR-RI PDIP


Kesatuan Aksi Jakarta (KEJAKARTA) menyebut Jakarta butuh leadership kuat, tangkas dan memiliki akar kuat dengan para aktivis Jakarta utamanya kalangan Muda untuk menjaga kondusifitas Jakarta


Yuk simak ulasan lengkapnya ; 


Langkah Kuda Aktivis di Tengah Prahara Jakarta

DI SUDUT sebuah kedai kopi di Menteng, bisik-bisik soal masa depan Jakarta tak lagi sekadar bumbu obrolan sore. Narasi kegagalan Pramono Anung memimpin Ibu Kota mulai bergulir menjadi bola panas. Di tengah rapor merah yang ditudingkan pengkritik, muncul satu nama yang perlahan mencuat ke permukaan: Noer Fadjriansyah.


Gerakan ini dimotori oleh Kesatuan Aksi Jakarta (KEJAKARTA). Sang Ketua Umum, Abdullah Amas, secara terbuka mulai menabuh genderang pembaharuan. Bagi KEJAKARTA, Jakarta hari ini butuh lebih dari sekadar administrator; ia butuh nakhoda yang tangkas dan punya akar kuat di kalangan aktivis muda.


“Jakarta butuh leadership yang kuat, tangkas, dan memiliki kedekatan dengan aktivis untuk menjaga kondusifitas,” ujar Amas dalam sebuah pernyataan yang diterima Tempo.


Jejaring Lintas Warna

Pilihan KEJAKARTA pada Noer Fadjriansyah bukan tanpa hitung-hitungan matang. Noer bukanlah pemain baru dalam kancah gerakan mahasiswa dan birokrasi. Ia adalah mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) sekaligus mantan Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)—dua organisasi yang selama ini menjadi kawah candradimuka para politisi nasional.


Kekuatan utama Noer terletak pada kelenturan politiknya. Sebagai mantan politisi PDI Perjuangan dan pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPR-RI dari partai banteng tersebut, ia memiliki kedekatan dengan basis massa nasionalis. Namun, latar belakangnya di HMI juga membuatnya diterima dengan tangan terbuka oleh kalangan agamis.


Menariknya, dinamika politik Noer kian berwarna lewat jalur domestik. Ia merupakan suami dari Meutya Hafid, politisi senior Partai Golkar. Relasi "lintas partai" di meja makan ini dianggap sebagai aset strategis untuk menjembatani komunikasi antarkubu yang seringkali buntu di Jakarta.


Rekam Jejak: Dari Jalanan ke Ruang Direksi

Dunia profesional pun tak asing bagi Noer. Selepas dari hiruk-pikuk aktivis jalanan, ia sempat mencicipi empuknya kursi komisaris dan direksi di sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pengalaman manajerial ini yang coba "dijual" sebagai antitesis dari kepemimpinan saat ini yang dianggap gagap menghadapi kompleksitas Jakarta.


Meski begitu, jalan menuju Balai Kota tak pernah benar-benar mulus bagi Noer. Pada 2024 lalu, ia sempat mencoba peruntungan di bursa Gubernur, namun langkahnya terhenti karena tak lolos verifikasi di KPUD.


Menunggu Momentum

Kini, dengan dukungan KEJAKARTA, Noer kembali dipoles sebagai simbol perubahan. Pertanyaannya kemudian: mampukah sosok yang besar di organisasi pemuda ini menggalang dukungan partai politik yang cukup untuk menantang status quo?


Di Jakarta, politik adalah soal momentum. Dan bagi KEJAKARTA, momentum itu adalah sekarang, saat kepercayaan publik pada kepemimpinan saat ini berada di titik nadir. "Jakarta butuh figur yang punya akar," tegas Amas. Kini, bola berada di tangan partai-partai besar; apakah mereka akan melirik sang mantan aktivis, atau tetap bertahan pada skenario lama.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Berita Pilihan

Ternyata Alumni HMI, Ini Jawaban Bupati Sitobondo Mas Rio Kala Ditawari Maju Pilgub Jatim

Redaksi APN- September 23, 2026 0
Ternyata Alumni HMI, Ini Jawaban Bupati Sitobondo Mas Rio Kala Ditawari Maju Pilgub Jatim
Mas Rio: Saya Dididik Kiai Kholil As’ad untuk Tidak Mengejar Jabatan Politik Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengakui banyaknya dukungan warganet ya…

Berita Populer

Sejarah Partai Islam Mulai PSII Dan MASYUMI, Sejarah Perpecahan Hingga Tantangan Menuju 2029

Sejarah Partai Islam Mulai PSII Dan MASYUMI, Sejarah Perpecahan Hingga Tantangan Menuju 2029

September 22, 2026
Senyum Tenang dan Jurus Kuda-Kuda yang Kokoh: Dokter Andre Menatap 2029

Senyum Tenang dan Jurus Kuda-Kuda yang Kokoh: Dokter Andre Menatap 2029

September 17, 2026
Memaknai Keadilan Sosial: Antara Kesetaraan Kesempatan dan Penghargaan atas Ikhtiar

Memaknai Keadilan Sosial: Antara Kesetaraan Kesempatan dan Penghargaan atas Ikhtiar

September 17, 2026

Recent Comments

Berita Pilihan

Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Oktober 11, 2024
Komandan Pengawas Barisan Yang Menjaga Sekitar Kita, Go A Head Tim Pengawas Intelejen DPR-RI!

Komandan Pengawas Barisan Yang Menjaga Sekitar Kita, Go A Head Tim Pengawas Intelejen DPR-RI!

Desember 05, 2024
Di Aceh, Wagub Dan Kadis Kesehatan Kaltim Temui Helper Muhammad Qasim

Di Aceh, Wagub Dan Kadis Kesehatan Kaltim Temui Helper Muhammad Qasim

April 23, 2026

Trending News

Sejarah Partai Islam Mulai PSII Dan MASYUMI, Sejarah Perpecahan Hingga Tantangan Menuju 2029

Sejarah Partai Islam Mulai PSII Dan MASYUMI, Sejarah Perpecahan Hingga Tantangan Menuju 2029

September 22, 2026
Senyum Tenang dan Jurus Kuda-Kuda yang Kokoh: Dokter Andre Menatap 2029

Senyum Tenang dan Jurus Kuda-Kuda yang Kokoh: Dokter Andre Menatap 2029

September 17, 2026
Memaknai Keadilan Sosial: Antara Kesetaraan Kesempatan dan Penghargaan atas Ikhtiar

Memaknai Keadilan Sosial: Antara Kesetaraan Kesempatan dan Penghargaan atas Ikhtiar

September 17, 2026
Amas Persada News

About Us

Amas Persada News Menyajikan Berita Akurat dan Terpercaya, Enak dibaca dan Mendobrak Fakta

Contact us: amaspersadanews@gmail.com

Follow Us

© Copyright Amas Persada News 2024 apn
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Sanggah/Jawab
  • Iklan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kontak