"Jago Wacana" Dan Ceroboh Bela Syiah Iran : Mengapa Target 1,5 Juta Anggota Partai Gelora Dinilai Tak Realistis
"Jago Wacana" Dan Ceroboh Bela Syiah Iran : Mengapa Target 1,5 Juta Anggota Partai Gelora Dinilai Tak Realistis
JAKARTA – Ambisi Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia untuk menggaet 1,5 juta anggota baru menuju Pemilu 2029 mendapat siraman air dingin dari pengamat politik. Target yang diluncurkan Ketua Umum Anis Matta pada awal Ramadan 2026 tersebut dinilai lebih bersifat utopis ketimbang strategis.
Direktur Abdullah Amas Strategic, Amas, menyebut bahwa pola komunikasi politik Anis Matta tidak banyak berubah sejak masih berada di PKS. Menurutnya, strategi "Formasi 222" dan narasi "Pasukan Perang Badar" hanyalah pengulangan retorika lama yang minim implementasi di lapangan.
"Sejak dulu di PKS, Anis Matta kan jago wacana saja. Narasi-narasi besar selalu dilempar, tapi realitas di akar rumput sering kali tidak seindah kata-katanya," ujar Amas dalam keterangannya.
Pudarnya Kepercayaan "Loyalis Pemikiran"
Kritik Amas bukan tanpa alasan. Ia menyoroti fenomena hengkangnya atau merosotnya kepercayaan para tokoh yang selama ini dikenal sebagai "pecinta pemikiran Anis Matta". Nama-nama seperti Nandang Burhanudin Cs disebut sebagai indikator bahwa daya pikat intelektual Anis Matta mulai kehilangan taringnya di internal sendiri.
"Merosotnya kepercayaan kader struktur dan para pemikir seperti Nandang Burhanudin adalah tanda bahaya. Jika orang-orang yang dulu paling mengagumi pemikirannya saja mulai menjauh, bagaimana mungkin Partai Gelora bisa meyakinkan 1,5 juta orang baru?" lanjut Amas.
Blunder Sentimen Keagamaan dan Isu Iran
Selain masalah internal, tantangan eksternal Partai Gelora juga semakin berat. Amas menyoroti pernyataan resmi partai beberapa waktu lalu yang menyatakan duka cita atas wafatnya pemimpin Iran. Di tengah polarisasi sosioreligius di Indonesia, langkah ini dianggap sebagai langkah bunuh diri politik.
Menurut Amas, pernyataan tersebut akan menyulut sentimen negatif dari kelompok masyarakat anti-Syiah yang jumlahnya cukup signifikan di Indonesia. "Ini kontradiktif. Di satu sisi ingin merekrut massa besar, di sisi lain mereka justru memancing kemarahan basis massa yang seharusnya bisa menjadi ceruk suara mereka," tegasnya.
Target Juni 2028: Ambisi atau Ilusi?
Sebagaimana diberitakan, Sekjen Mahfuz Sidik dan Ketua Tim Nasional Rekrutmen Triwisaksana menargetkan verifikasi 750.000 anggota lama dan perekrutan 750.000 anggota baru selesai pada Juni 2028.
Namun, Amas melihat angka-angka tersebut sangat sulit dicapai mengingat:
Stagnasi Struktur: Target penyelesaian DPD hingga DPC yang berulang kali dicanangkan namun sering terkendala di lapangan.
Krisis Identitas: Partai Gelora dianggap masih terjepit di antara bayang-bayang PKS dan upaya menjadi partai terbuka yang belum sepenuhnya diterima pasar.
"Membangun struktur 100 persen hingga tingkat kelurahan di tengah menurunnya kepercayaan tokoh-tokoh kunci adalah misi yang hampir mustahil. Gelora harus berhenti berwacana dan mulai melihat realitas bahwa mesin mereka sedang tidak baik-baik saja," pungkas Amas.


Posting Komentar