Telusuri
24 C
id
  • Internasional
  • Daerah
  • Bisnis
  • Agama
  • Keluarga
  • Kontak
  • Iklan
Amas Persada News
pasang
  • Home
  • Politik
    • All
    • Politik
    • Pemerintahan
    • Pilkada
    • Tokoh Politik
  • Pemerintahan
    • Pemerintahan
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Organisasi
Amas Persada News
Telusuri
Beranda Dulu Mundur Dari Ketum Demokrat, sekarang Mundur Dari Ketum PKN, Apa Halaman Selanjutnya Anas? Langkah Sunyi Anas di Tikungan PKN Dulu Mundur Dari Ketum Demokrat, sekarang Mundur Dari Ketum PKN, Apa Halaman Selanjutnya Anas? Langkah Sunyi Anas di Tikungan PKN

Dulu Mundur Dari Ketum Demokrat, sekarang Mundur Dari Ketum PKN, Apa Halaman Selanjutnya Anas? Langkah Sunyi Anas di Tikungan PKN

Redaksi APN
Redaksi APN
03 Mar, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

 

Dulu Mundur Dari Ketum Demokrat, sekarang Mundur Dari Ketum PKN, Apa Halaman Selanjutnya Anas? Langkah Sunyi Anas di Tikungan PKN




 Founder Lembaga Abdullah Amas Strategic Abdullah Amas menyebut bisa saja pasca lolos verifikasi KPU Anas Urbaningrum kembali turun gunung pimpin PKN. "Sekarang Anas selow karena PKN juga tak di momen urgen seperti Pilkada dan lainnya"ujar Amas





Langkah Sunyi Anas di Tikungan PKN


Dua kali ia meletakkan jabatan nakhoda partai. Setelah Demokrat, kini giliran Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) yang ditinggalkannya dalam posisi "low gear". Apakah ini strategi jeda, ataukah akhir dari sebuah ambisi politik?




DI kalangan loyalisnya, Anas Urbaningrum adalah seorang "maratoner". Ia tidak mengejar sprint, melainkan ketahanan. Namun, langkah terbaru Anas yang memilih mundur dari kursi Ketua Umum PKN memicu tanya: ke mana arah angin akan membawanya? Ini adalah kali kedua bagi mantan Ketua Umum HMI itu menanggalkan jabatan tertinggi di partai politik, setelah drama pengunduran dirinya dari Partai Demokrat satu dekade silam akibat badai hukum.




Langkah mundur kali ini memang terasa lebih sepi dari riuh rendah 2013. Tanpa pidato "halaman pertama", Anas tampak ingin memberikan ruang bagi konsolidasi internal PKN di tengah masa transisi politik nasional.




Strategi "Turun Gunung"


Meski kursi Ketum sedang kosong, bukan berarti pengaruh Anas menguap. Menurut Abdullah Amas, Founder Abdullah Amas Strategic, langkah mundur ini bukanlah pensiun dini, melainkan sebuah taktik "slow motion" di tengah absennya agenda politik mendesak.




"Sekarang Anas selow karena PKN juga tak di momen urgen seperti Pilkada dan lainnya," ujar Amas kepada Tempo.




Amas menilai, ada probabilitas besar bagi sang orator untuk kembali mengambil kendali penuh jika momentumnya tepat. Pasca lolos verifikasi KPU atau menjelang perhelatan besar berikutnya, skenario "turun gunung" tetap terbuka lebar. "Bisa saja setelah verifikasi, Anas kembali memimpin PKN dengan energi baru," tambahnya.




Halaman Selanjutnya?


Bagi pengamat, posisi "selow" Anas saat ini adalah cara untuk membaca peta koalisi yang terus bergeser. Berbeda dengan saat di Demokrat di mana ia menjadi target utama, di PKN ia berperan sebagai mentor sekaligus simbol perlawanan.




Beberapa poin krusial yang diprediksi menjadi "Halaman Selanjutnya" bagi Anas meliputi:




Konsolidasi Akar Rumput: Memperkuat basis massa loyalis yang masih tersebar di berbagai daerah.




Rebranding Politik: Membersihkan sisa-sisa residu masa lalu melalui narasi-narasi kebangsaan yang lebih inklusif.




Posisi Kingmaker: Jika tidak kembali sebagai Ketum, Anas diprediksi akan bermain di balik layar sebagai pemikir strategi partai.




Saat ini, kediaman Anas mungkin tampak tenang. Namun, dalam politik Indonesia, ketenangan sering kali merupakan pertanda bahwa sebuah langkah besar sedang disiapkan di balik pintu yang tertutup rapat.




ANAS URBANINGRUM MUNDUR DARI POSISI KETUM PKN, GEDE PASEK KEMBALI MENYETIR PKN




Mundurnya Anas Urbaningrum dari kursi ketua umum memaksa I Gede Pasek Suardika kembali ke pucuk pimpinan. Alasan "kesibukan domestik" AU menjadi ganjalan di tengah mesin partai yang harus mulai dipanaskan menuju 2029.




JAKARTA – Dinamika di tubuh Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) kembali bergolak, namun dengan wajah yang lama. Gede Pasek Suardika, sang arsitek awal partai berbaju putih-merah ini, resmi kembali menduduki jabatan Ketua Umum. Kepastian ini dikukuhkan setelah Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, menandatangani dan menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan baru di kantor Kementerian Hukum, Jakarta, Senin lalu.




Pasek bukan orang baru di kursi panas itu. Dialah yang menakhodai PKN saat partai ini masih merangkak, hingga akhirnya berhasil menembus barikade verifikasi dan menjadi kontestan Pemilu 2024. Namun, posisi itu sempat ia serahkan kepada sahabat karibnya, Anas Urbaningrum (AU), setelah eks Ketua Umum Demokrat itu menghirup udara bebas.




Kini, roda nasib berputar balik. Lewat akun media sosialnya, Pasek mengonfirmasi bahwa estafet kepemimpinan ini terjadi lantaran Anas memilih mundur. Alasannya? "Kesibukan domestik yang mengharuskan memfokuskan waktunya tahun ini dan tahun-tahun kedepannya," tulis Pasek. Di saat yang sama, beban teknis partai menuju Pemilu 2029 justru kian menumpuk—sebuah ritme yang tampaknya tak lagi sejalan dengan prioritas pribadi Anas saat ini.




Panggilan Sejarah dan Wajah Bali


Kembalinya Pasek ke tampuk pimpinan bukanlah tanpa beban. Ia mengakui bahwa mengelola partai dengan struktur nasional di tengah kesibukan profesinya sebagai advokat adalah tantangan yang "sangat berat". 




Ya,Paling tidak di posisi ketua umum, ada wajah Bali juga berada di partai politik yang sah berbadan hukum




Pertemuan di Kemenkum berlangsung cukup cair. Meski lewat komunikasi singkat, Supratman Andi Agtas menyempatkan diri menerima Pasek dan rombongan sebelum memproses administrasi di Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU).




Teka-Teki Langkah Anas


Mundurnya Anas Urbaningrum tentu memicu tanya. Setelah sempat digadang-gadang akan membawa PKN terbang lebih tinggi pasca-rehabilitasi politiknya, AU justru memilih menepi ke urusan domestik. Sumber di internal partai menyebutkan, beban konsolidasi akar rumput menuju 2024 kemarin memang cukup menguras energi, dan PKN butuh nakhoda yang bisa "wakaf waktu" penuh untuk lima tahun ke depan.




Bagi Pasek, ini adalah kali kedua ia harus merakit ulang mesin partai. Dengan slogan khasnya, "Dah gitu aja", ia kini bersiap menghadapi jalan terjal politik menuju 2029. Tantangannya jelas: memastikan PKN tidak sekadar menjadi partai pelengkap, tapi juga mampu bicara banyak di tengah dominasi partai-partai besar.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Berita Pilihan

Teguh Anantawikrama, Menjaga Suara Pengusaha Muda Sejak Dulu

Redaksi APN- Mei 13, 2026 0
Teguh Anantawikrama, Menjaga Suara Pengusaha Muda Sejak Dulu
Keterlibatannya di sejumlah komunitas pengusaha khususnya pengusaha muda adalah menjaga agar aspirasi kaum muda tetap pada orbitnya. Teguh anantawikrama menga…

Berita Populer

Energi-Energi Terbaik Sudah Berbaris!!  Fenomena Kali ke 17 Trending, Mimpi-Mimpi Qasim Akan Masa Depan Dikenal Pasti Terjadi!! Twitter (X) Amerika Terbelalak Melihat Ini

Energi-Energi Terbaik Sudah Berbaris!! Fenomena Kali ke 17 Trending, Mimpi-Mimpi Qasim Akan Masa Depan Dikenal Pasti Terjadi!! Twitter (X) Amerika Terbelalak Melihat Ini

Mei 12, 2026
BAMUS BETAWI ADAKAN HALAL BIHALAL DAN SILATURAHMI KEBANGSAAN

BAMUS BETAWI ADAKAN HALAL BIHALAL DAN SILATURAHMI KEBANGSAAN

Mei 10, 2026
ATUM Institute : Giat  Bimtek DPRD Asal PBB Se Indonesia Gelorakan Tiga Eksistensi, Hidup Ketum PBB Yuri!

ATUM Institute : Giat Bimtek DPRD Asal PBB Se Indonesia Gelorakan Tiga Eksistensi, Hidup Ketum PBB Yuri!

April 29, 2026

Recent Comments

Berita Pilihan

ATUM Institute : Aura Wajah Yuri Layak Pimpin PBB, Kalau Yang Belagu Lawan Prof. Yusril Biasanya Nyungsep

ATUM Institute : Aura Wajah Yuri Layak Pimpin PBB, Kalau Yang Belagu Lawan Prof. Yusril Biasanya Nyungsep

Maret 23, 2026
ATUM Institute : Giat  Bimtek DPRD Asal PBB Se Indonesia Gelorakan Tiga Eksistensi, Hidup Ketum PBB Yuri!

ATUM Institute : Giat Bimtek DPRD Asal PBB Se Indonesia Gelorakan Tiga Eksistensi, Hidup Ketum PBB Yuri!

April 29, 2026
Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Oktober 11, 2024

Trending News

Energi-Energi Terbaik Sudah Berbaris!!  Fenomena Kali ke 17 Trending, Mimpi-Mimpi Qasim Akan Masa Depan Dikenal Pasti Terjadi!! Twitter (X) Amerika Terbelalak Melihat Ini

Energi-Energi Terbaik Sudah Berbaris!! Fenomena Kali ke 17 Trending, Mimpi-Mimpi Qasim Akan Masa Depan Dikenal Pasti Terjadi!! Twitter (X) Amerika Terbelalak Melihat Ini

Mei 12, 2026
BAMUS BETAWI ADAKAN HALAL BIHALAL DAN SILATURAHMI KEBANGSAAN

BAMUS BETAWI ADAKAN HALAL BIHALAL DAN SILATURAHMI KEBANGSAAN

Mei 10, 2026
ATUM Institute : Giat  Bimtek DPRD Asal PBB Se Indonesia Gelorakan Tiga Eksistensi, Hidup Ketum PBB Yuri!

ATUM Institute : Giat Bimtek DPRD Asal PBB Se Indonesia Gelorakan Tiga Eksistensi, Hidup Ketum PBB Yuri!

April 29, 2026
Amas Persada News

About Us

Amas Persada News Menyajikan Berita Akurat dan Terpercaya, Enak dibaca dan Mendobrak Fakta

Contact us: amaspersadanews@gmail.com

Follow Us

© Copyright Amas Persada News 2024 apn
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Sanggah/Jawab
  • Iklan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kontak