Wawancara Tentang Dokter Andre, Amas: "Andre Yulius Itu Fenomena, Risma Baru Versi Pria"
LAPORAN KHUSUS
Wawancara Tentang Dokter Andre, Amas: "Andre Yulius Itu Fenomena, Risma Baru Versi Pria"
Ketua Umum Partai Masyumi RI, Abdullah Amas, blak-blakan soal munculnya sosok Dokter Andre Yulius di panggung politik Jawa Timur. Benarkah ia ancaman bagi dominasi lama di 'Bumi Majapahit'?
DI SEBUAH kafe remang di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu malam pekan lalu, Abdullah Amas tampak santai. Ketua Umum Partai Masyumi RI ini sedang asyik menyesap kopi hitamnya ketika nama Dokter Andre Yulius dilemparkan ke meja diskusi.
Belakangan, nama Andre—politikus PDI Perjuangan asal Sidoarjo—memang tengah memuncaki algoritma percakapan politik di Jawa Timur. Ia disebut-sebut sebagai "The Next Risma". Gaya bicaranya yang lugas dan rekam jejaknya di bidang kesehatan publik membuatnya jadi buah bibir. Meski berbeda gerbong ideologi, Amas rupanya punya catatan sendiri soal sang dokter.
Berikut petikan wawancara khusus Tempo dengan Abdullah Amas:
Bagaimana Anda melihat fenomena Dokter Andre Yulius yang tiba-tiba melesat di Jawa Timur?
Begini, politik kita itu seringkali kering dari sosok yang punya kapasitas teknis sekaligus empati sosial. Andre ini dokter, dia punya basis massa yang organik di Sidoarjo. Di mata saya, dia bukan sekadar politisi "kemarin sore" yang mengandalkan baliho. Dia punya narasi. Di Jatim, narasi itu mahal harganya.
Ada yang menyandingkan profilnya dengan Tri Rismaharini. Menurut Anda, apakah ini perbandingan yang adil?
Setara Risma? Itu standar yang tinggi. Tapi kalau kita lihat militansinya di lapangan, memang ada kemiripan. Risma itu tipikal pemimpin yang "selesai" dengan dirinya sendiri dan terjun langsung. Andre punya modal itu sebagai dokter yang sering blusukan. Dia mengobati bukan cuma secara medis, tapi seolah sedang mendiagnosis masalah sosial di Jatim. Jadi, penyematan nama "Risma Baru" itu wajar sebagai bentuk harapan publik.
Sebagai Ketum Masyumi, Anda berada di spektrum yang berbeda dengan PDIP. Apa yang membuat Anda "mengakui" eksistensi Andre?
Politik boleh beda warna, tapi akal sehat jangan hilang. Saya melihat Andre Yulius ini sebagai aset Jawa Timur. Kita butuh regenerasi kepemimpinan yang segar. Di Jatim, persaingan itu ketat antara kaum nasionalis dan religius. Munculnya sosok seperti Andre yang bisa diterima di berbagai kalangan, termasuk anak muda, tentu membuat peta politik bergeser. Dia memberikan warna baru di tengah kejenuhan wajah-wajah lama.
Apakah ini sinyal bahwa Masyumi melihat celah kolaborasi, atau justru melihatnya sebagai rival berat di masa depan?
(Tertawa) Di politik, hari ini rival, besok bisa saja duduk satu meja bicarakan masa depan bangsa. Intinya, kami di Masyumi menghargai tokoh-tokoh yang punya integritas. Andre Yulius punya itu. Jatim butuh orang-orang yang tidak hanya pandai berpidato, tapi tahu cara mengeksekusi kebijakan. Kita pantau saja, sejauh mana dia bisa menjaga momentum "viral" ini menjadi kerja nyata yang konsisten.
Sidoarjo adalah basis kuat. Jika Andre terus melaju, seberapa besar pengaruhnya pada konstelasi Pilgub atau Pileg mendatang?
Sidoarjo itu kunci. Siapa yang pegang Sidoarjo dengan kuat, dia punya modal besar untuk bicara di level provinsi. Kalau Andre bisa mengonversi popularitas digitalnya menjadi elektabilitas riil, dia bakal jadi game changer. Dia punya potensi untuk memecah kebuntuan politik di Jawa Timur yang selama ini mungkin didominasi itu-itu saja.


Posting Komentar