Resha Didukung Penasihat Menteri PAN-RB Teguh Anantawikrama, Membaca Restu Pusat di Gelanggang Karawang
Resha Didukung Penasihat Menteri PAN-RB Teguj Anantawikrama, Membaca Restu Pusat di Gelanggang Karawang
Karawang - Dukungan untuk Resha Amelia Putri terus mengalir menjelang Konfercab HMI Karawang. Dari mantan petinggi PB HMI hingga Penasihat Menteri, mereka melihat sosok "pemimpin pelari cepat".
DI koridor organisasi hijau-hitam Karawang, suhu politik mendadak naik beberapa derajat. Kali ini, sorot lampu tak hanya tertuju pada lobi-lobi tingkat cabang, melainkan pada sesosok figur yang dianggap membawa "ruh" baru bagi Korps HMI-Wati (KOHATI): Resha Amelia Putri.
Dukungan untuk Resha tak lagi sekadar bisik-bisik di warung kopi. Restu itu datang dari Jakarta, melintasi batas birokrasi dan hierarki senioritas. Salah satu yang paling nyaring adalah suara Teguh Anantawikrama. Pria yang akrab disapa Gus Teguh ini bukan sembarang pemberi testimoni. Sebagai alumni HMI yang kini menduduki posisi strategis sebagai Penasihat Menteri PAN/RB dalam Kabinet Merah Putih, pandangannya punya bobot tersendiri.
Bagi Gus Teguh, Karawang hari ini bukan lagi medan yang bisa dikelola dengan ritme konvensional. "Saya melihat Karawang memerlukan energi yang sesuai dengan kebutuhan Kohati Cabang. Perlu pemimpin yang larinya cepat," ujarnya. Di mata Gus Teguh, kecepatan dan ketangkasan itu ada pada diri Resha. Sebuah sinyal kuat bahwa di tingkat pusat pun, performa Resha telah tertangkap radar.
Sorot Mata dan Pilihan Batin
Resha memang tampak sedang berada di atas angin. Sebelum Gus Teguh melempar pujian, Abdullah Amas, mantan Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar (PB) HMI, sudah lebih dulu menjatuhkan "pilihan batinnya". Amas, yang dikenal sebagai cendekiawan muda dengan analisis tajam, mengaku melihat sesuatu yang berbeda saat menatap sang kandidat.
"Dari sorot matanya, ada tanda-tanda punya ruh yang kuat dalam memimpin," kata Amas kepada awak media. Baginya, Resha bukan sekadar produk administratif yang muncul karena momentum, melainkan sosok wanita pemimpin yang sudah "matang" sebelum masuk ke medan laga.
Aroma kompetisi di Musyawarah Kohati Cabang (MUSKOH CAB) Karawang memang diprediksi bakal sengit. Namun, bagi para pendukungnya, modal Resha bukan hanya soal dukungan para senior. Ia datang dengan narasi pengabdian yang tertata.
Bukan Sekadar Seremonial
Gayung pun bersambut. Menyadari besarnya ekspektasi yang diletakkan di pundaknya, Resha Amelia Putri tak ingin sekadar menjadi bidak dalam permainan kekuasaan. Dalam naskah deklarasinya yang beredar terbatas, ia menegaskan bahwa langkahnya menuju kursi Ketua Umum didasari oleh tanggung jawab moral.
"Dengan penuh rasa tanggung jawab serta niat pengabdian, saya menyatakan kesediaan dan kesiapan untuk mencalonkan diri," tulis Resha.
Kalimat itu bukan sekadar basa-basi seremonial. Di tengah tuntutan perubahan organisasi yang makin dinamis, Resha seolah ingin membuktikan bahwa ia adalah jawaban atas kebutuhan "pemimpin pelari cepat" yang dimaksud Gus Teguh. Kini, bola panas ada di tangan para pemilik suara di Konfercab Karawang. Apakah mereka akan menangkap sinyal "ruh" kepemimpinan yang telah divalidasi oleh para tokoh pusat tersebut?
Di Karawang, sejarah baru KOHATI sedang dipertaruhkan.



Posting Komentar