Telusuri
24 C
id
  • Internasional
  • Daerah
  • Bisnis
  • Agama
  • Keluarga
  • Kontak
  • Iklan
Amas Persada News
pasang
  • Home
  • Politik
    • All
    • Politik
    • Pemerintahan
    • Pilkada
    • Tokoh Politik
  • Pemerintahan
    • Pemerintahan
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Organisasi
Amas Persada News
Telusuri
Beranda Kemesraan India-Israel Dan Pesan Mimpi Muhammad Qasim Tentang Hadirnya Pakistan Indonesia dan Malaysia Bagi Kemenangan Dunia Islam Serta Pembubaran Israel Kemesraan India-Israel Dan Pesan Mimpi Muhammad Qasim Tentang Hadirnya Pakistan Indonesia dan Malaysia Bagi Kemenangan Dunia Islam Serta Pembubaran Israel

Kemesraan India-Israel Dan Pesan Mimpi Muhammad Qasim Tentang Hadirnya Pakistan Indonesia dan Malaysia Bagi Kemenangan Dunia Islam Serta Pembubaran Israel

Redaksi APN
Redaksi APN
27 Feb, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


 Kemesraan India-Israel Dan Pesan Mimpi Muhammad Qasim Tentang Hadirnya Pakistan Indonesia dan Malaysia Bagi Kemenangan Dunia Islam Serta Pembubaran Israel



Terlebih dahulu mari kita baca Artikel ini >> 


 Muslim di india itu dibvnvh oleh pendukungnya Modi, dia terpilih oleh mayoritas yang benci dengan islam di india, lantas ketika dia memuji israel sebagai bapak dan india sebagai ibu, sebenarnya saya sudah tidak terkejut lagi.




Karena mereka ini kayak pinang dibelah dua, haus akan d*rah. Selama perang g4za modi ini sesekali main aman, tapi hati dan tentaranya ikut terlibat disana.




Ada dua pristiwa besar diakhir zaman, Ghazwatul hind dan pembebasan al aqso, yang mana terlebih dahulu ditaklukan? Hind atau al aqso, `sebagian ulama mengatakan hind dulu`.




Ada perbedaan terkait ini, dalam beberapa pernyataan ulama bahwa penaklukan hind itu sudah pernah terjadi, boleh jadi fase sekarang adalah penaklukan aqso, tapi kapan? Ya ga ada yang tahu?




Hanya Allah yang tahu... tapi bagi umat islam... bahwa pristiwa itu pasti akan terjadi!




Pas modi bilang*Kalau israel adalah Ayahnya maka india adalah Ibunya...




•• KITA BAHAS SEKILAS TENTANG PERISTIWA BESAR AKHIR ZAMAN YG DINUBUWATKAN PASTI AKAN TERJADI ••




🔴 PANJI HITAM DARI TIMUR: GHAZWATUL HIND SEBAGAI GERBANG PEMBEBASAN AL-AQSA




Dunia hari ini mungkin sedang melihat pergeseran geopolitik yang hebat, namun bagi mereka yang menelaah literatur akhir zaman, ada sebuah peta besar yang sudah terlukis ribuan tahun lalu. Di antara lembaran nubuwat, terdapat dua peristiwa besar yang saling bertautan erat: Ghazwatul Hind (Peperangan di Hind) dan Fathu Baitul Maqdis (Pembebasan Al-Aqsa).




Banyak ulama menyimpulkan bahwa kunci pembuka bagi kembalinya kemuliaan Al-Aqsa tidak datang dari Barat, melainkan melalui rute panjang dari arah Timur.




📌 Ghazwatul Hind: Sang Pembuka Jalan




Ghazwatul Hind bukan sekadar pertempuran biasa. Dalam beberapa riwayat, digambarkan bahwa pasukan dari Timur ini akan meraih kemenangan besar yang kemudian mengubah peta kekuatan dunia.


Menariknya, nubuwat menyebutkan bahwa setelah kemenangan di wilayah Hind, para pejuang tersebut tidak lantas berhenti. Mereka akan bergerak membawa "harta simpanan" atau kekuatan mereka menuju negeri Syam. Inilah yang menjadi dasar argumen mengapa Hind ditaklukkan lebih dahulu: ia berfungsi sebagai basis kekuatan (power base) dan penyokong logistik bagi perjuangan di pusat dunia (Palestina).




📌 AL-AQSA: TITIK NOL AKHIR ZAMAN


Jika Ghazwatul Hind adalah proses, maka pembebasan Al-Aqsa adalah puncak. Dalam alur akhir zaman, Al-Aqsa (Baitul Maqdis) bukan hanya sebuah masjid, melainkan:




 👉 Pusat Kekhalifahan: Tempat di mana Al-Mahdi akan memimpin umat.


 👉 Titik Puncak Fitnah: Lokasi di mana Dajjal akan mengepung kaum mukmin.


 👉 Tempat Turunnya Keadilan: Titik di mana Nabi Isa AS turun dan mengakhiri riwayat Dajjal di gerbang Ludd.




•• Hubungan Strategis: Mengapa Hind Dulu?


Secara logika militer dan eskatologis, sulit membayangkan pembebasan Al-Aqsa yang bersifat permanen tanpa adanya kekuatan besar yang mengimbangi dominasi global saat itu. Ghazwatul Hind dipandang sebagai momentum di mana "taring" kekuatan musuh di wilayah Timur dipatahkan, sehingga pasukan Islam memiliki jalur yang bersih untuk menyatukan kekuatan menuju Al-Aqsa.




 "Pasukan akan keluar dari Timur, maka mereka akan menyiapkan kekuasaan bagi Al-Mahdi." (HR. Ibnu Majah)




 📝 KESIMPULAN: SEBUAH ESTAFET PERJUANGAN




Ghazwatul Hind dan Pembebasan Al-Aqsa adalah dua sisi dari satu mata uang yang sama. Yang satu adalah fajar yang menyingsing dari Timur, dan yang lainnya adalah matahari yang tegak lurus di atas Baitul Maqdis. Bagi para pengamat akhir zaman, urutan ini memberikan pesan kuat bahwa kebangkitan umat memerlukan persiapan besar di wilayah-wilayah jauh sebelum akhirnya membuahkan hasil di tanah suci Palestina.


--------------------


 • Disclaimer :


This article is for information and education purposes only and does not contain any elements of hate speech, incitement, or calls for violence that are not justified or violate the law.


#kisah #akhirzaman #sorotanpublik


Demikian salah satu kutipan sebuah tulisan FB. Mari kita hubungkan dengan Pesan Mimpi Qasim >> 


: Geopolitik Nubuwat di Balik Mesra Modi-Netanyahu

Persahabatan New Delhi dan Tel Aviv bukan sekadar soal transaksi senjata. Di balik retorika "Ayah dan Ibu", ada memori kelam sejarah dan bayang-bayang eskatologi tentang pertempuran akhir zaman. Benarkah kunci Al-Aqsa ada di tangan "Panji Hitam" dari Timur?


DI sebuah panggung politik yang riuh, Narendra Modi pernah melontarkan kalimat yang membuat dahi para pengamat geopolitik berkerut, namun membuat bulu kuduk penganut eskatologi merinding. Dengan nada emosional, ia menyebut Israel sebagai "Ayah" dan India sebagai "Ibu". Bagi banyak pihak, ini bukan sekadar metafora keluarga, melainkan proklamasi aliansi ideologis yang berlumur darah.


Di bawah kepemimpinan Modi, India tak lagi malu-malu menunjukkan wajah aslinya. Sentimen anti-Islam yang dipompa oleh pendukung fanatiknya di dalam negeri selaras dengan agresi yang terjadi di tanah Palestina. "Mereka seperti pinang dibelah dua, haus akan darah," ujar seorang pengamat yang memperhatikan bagaimana India—meski sesekali bermain aman di panggung diplomasi—diduga kuat melibatkan dukungan militer dan logistik di balik gempuran di Gaza.


Namun, di sudut lain dunia, narasi ini dibaca dengan kacamata yang berbeda sama sekali. Bagi para pengikut mimpi Muhammad Qasim, serta mereka yang mendalami literatur akhir zaman, kemesraan Modi dan Netanyahu hanyalah satu kepingan puzzle dari sebuah skenario besar yang sudah tertulis ribuan tahun silam: Ghazwatul Hind.


Poros Timur: Pakistan, Indonesia, Malaysia

Jika Timur Tengah hari ini adalah jantung yang terluka, maka Asia Tenggara dan Asia Selatan diyakini sebagai "otot" yang sedang tumbuh. Dalam berbagai pesan nubuwat yang belakangan viral—termasuk pesan mimpi Muhammad Qasim—muncul sebuah visi tentang persatuan tiga kekuatan Muslim di Timur: Pakistan, Indonesia, dan Malaysia.


Visi ini menempatkan ketiganya sebagai penyokong utama bagi tegaknya keadilan di Dunia Islam. Pakistan dengan kekuatan militernya, serta Indonesia dan Malaysia dengan sumber daya dan basis massa Muslim terbesarnya, diprediksi akan membentuk aliansi "Panji Hitam" yang akan bergerak menuju Barat.


Pertanyaannya kemudian: mana yang lebih dulu dibebaskan? Al-Aqsa atau penaklukan Hind (India)?


Estafet dari Hind ke Syam

Perdebatan di kalangan ulama eskatologi membelah dua arus besar. Sebagian meyakini penaklukan Hind telah terjadi di masa lalu. Namun, melihat realitas penindasan Muslim di India hari ini, banyak yang percaya bahwa fase "Ghazwatul Hind" yang sesungguhnya justru baru akan dimulai sebagai pembuka jalan menuju Palestina.


Logikanya sederhana secara militer: sulit membayangkan pembebasan Al-Aqsa yang permanen tanpa mematahkan terlebih dahulu kekuatan musuh di wilayah Timur. Hind dipandang sebagai power base atau basis logistik yang harus "dibersihkan" sebelum pasukan bergerak ke Negeri Syam.


"Pasukan akan keluar dari Timur, maka mereka akan menyiapkan kekuasaan bagi Al-Mahdi," demikian nukilan hadis riwayat Ibnu Majah yang sering menjadi rujukan. Dalam konteks ini, kemenangan di Hind bukan sekadar soal ekspansi wilayah, melainkan pembersihan jalur menuju titik nol akhir zaman: Baitul Maqdis.


Al-Aqsa: Puncak dari Segala Puncak

Jika Ghazwatul Hind adalah proses, maka pembebasan Al-Aqsa adalah klimaks. Di sanalah titik temu segala fitnah dan keadilan—mulai dari turunnya Nabi Isa AS hingga berakhirnya riwayat Dajjal di gerbang Ludd.


Bagi umat Islam, peristiwa ini bukan soal "jika", melainkan "kapan". Meski hanya Tuhan yang memegang kalender pastinya, tanda-tanda di lapangan sulit untuk diabaikan. Ketika rezim di India mulai terang-terangan memposisikan diri sebagai "orang tua" bagi entitas Zionis, saat itulah eskalasi di Timur dianggap sebagai fajar yang menyingsing.


Geopolitik hari ini mungkin dipenuhi intrik dan diplomasi meja makan, namun bagi mereka yang percaya, sejarah sedang bergerak menuju satu titik yang tak terelakkan: sebuah estafet perjuangan dari Panji Hitam di Timur menuju pembebasan abadi di tanah para Nabi.


Lebih ringkasnya begini >> 


DIPLOMASI DARAH DAN RAMALAN DARI TIMUR

Kemesraan Narendra Modi dan Benjamin Netanyahu memicu diskursus panas di kalangan penganut eskatologi Islam. Benarkah aliansi New Delhi-Tel Aviv adalah pembuka pintu bagi nubuat perang akhir zaman yang melibatkan Indonesia, Malaysia, dan Pakistan?


DI sebuah panggung politik yang riuh, Narendra Modi pernah melontarkan kalimat yang membuat dahi para pengamat geopolitik berkerut, namun membuat bulu kuduk penganut eskatologi merinding. Dengan nada emosional, ia menyebut Israel sebagai "Ayah" dan India sebagai "Ibu". Bagi banyak pihak, ini bukan sekadar metafora keluarga, melainkan proklamasi aliansi ideologis yang berlumur darah.


Di bawah kepemimpinan Modi, India tak lagi malu-malu menunjukkan wajah aslinya. Sentimen anti-Islam yang dipompa oleh pendukung fanatiknya di dalam negeri—seringkali berujung pada persekusi fisik terhadap Muslim India—selaras dengan agresi yang terjadi di tanah Palestina. "Mereka seperti pinang dibelah dua, haus akan darah," ujar seorang pengamat yang mencermati bagaimana India, meski sesekali bermain aman di panggung diplomasi, diduga kuat melibatkan dukungan logistik di balik gempuran di Gaza.


Namun, di sudut lain dunia, narasi ini dibaca dengan kacamata yang berbeda sama sekali. Bagi para pengikut visi Muhammad Qasim serta mereka yang mendalami literatur akhir zaman, kemesraan Modi dan Netanyahu hanyalah satu kepingan puzzle dari sebuah skenario besar yang sudah tertulis ribuan tahun silam: Ghazwatul Hind.


Poros Timur: Indonesia, Malaysia, Pakistan

Jika Timur Tengah hari ini adalah jantung yang terluka, maka Asia Tenggara dan Asia Selatan diyakini sebagai "otot" yang sedang tumbuh. Dalam berbagai pesan nubuwat yang belakangan viral—termasuk pesan mimpi Muhammad Qasim yang banyak diperbincangkan di media sosial—muncul sebuah visi tentang persatuan tiga kekuatan Muslim di Timur: Pakistan, Indonesia, dan Malaysia.


Visi ini menempatkan ketiganya sebagai penyokong utama bagi tegaknya keadilan di Dunia Islam. Pakistan dengan kekuatan nuklir dan militernya, serta Indonesia dan Malaysia dengan sumber daya ekonomi serta basis massa Muslim terbesar, diprediksi akan membentuk aliansi "Panji Hitam" yang akan bergerak menuju Barat.


Pertanyaannya kemudian menjadi krusial: mana yang lebih dulu dibebaskan? Al-Aqsa di Palestina atau penaklukan Hind (India)?


Estafet dari Hind ke Syam

Perdebatan di kalangan ulama eskatologi membelah dua arus besar. Sebagian meyakini penaklukan Hind telah terjadi di masa lalu pada era kekhalifahan awal. Namun, melihat realitas penindasan Muslim di India di bawah rezim BJP hari ini, banyak yang percaya bahwa fase Ghazwatul Hind yang sesungguhnya justru baru akan dimulai sebagai pembuka jalan menuju Palestina.


Logikanya sederhana secara militer: sulit membayangkan pembebasan Al-Aqsa yang permanen tanpa mematahkan terlebih dahulu kekuatan yang menyokongnya di wilayah Timur. Hind dipandang sebagai power base atau basis logistik yang harus "diclearkan" sebelum pasukan bergerak ke Negeri Syam.


"Pasukan akan keluar dari Timur, maka mereka akan menyiapkan kekuasaan bagi Al-Mahdi," demikian nukilan hadis riwayat Ibnu Majah yang sering menjadi rujukan utama. Dalam konteks ini, kemenangan di Hind bukan sekadar soal ekspansi wilayah, melainkan pembersihan jalur menuju "titik nol" akhir zaman: Baitul Maqdis.


Al-Aqsa: Puncak dari Segala Puncak

Jika Ghazwatul Hind adalah proses, maka pembebasan Al-Aqsa adalah klimaksnya. Di sanalah titik temu segala fitnah dan keadilan—mulai dari titik pusat kepemimpinan Al-Mahdi hingga turunnya Nabi Isa AS yang diyakini akan mengakhiri riwayat Dajjal di gerbang Ludd.


Bagi umat Islam, peristiwa ini bukan soal "jika", melainkan "kapan". Meski hanya Tuhan yang memegang kalender pastinya, tanda-tanda di lapangan sulit untuk diabaikan oleh para pengamat eskatologi. Ketika rezim di India mulai terang-terangan memposisikan diri sebagai "pasangan hidup" bagi entitas Zionis, saat itulah eskalasi di Timur dianggap sebagai fajar yang menyingsing.


Geopolitik hari ini mungkin dipenuhi intrik dan diplomasi meja makan, namun bagi mereka yang percaya, sejarah sedang bergerak menuju satu titik yang tak terelakkan: sebuah estafet perjuangan dari Panji Hitam di Timur menuju pembebasan abadi di tanah para Nabi. Pembubaran Israel, dalam kacamata ini, bukan lagi sekadar retorika politik, melainkan sebuah keniscayaan sejarah.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Berita Pilihan

Membandingkan PUI (Partai Ummat Islam) Antara Kala Dipimpin Deliar Noer Dibanding Amas, Duel Intelektual di Pucuk PUI: Antara Menara Gading dan Palagan Digital

Redaksi APN- Februari 27, 2026 0
Membandingkan PUI (Partai Ummat Islam) Antara Kala Dipimpin Deliar Noer Dibanding Amas,  Duel Intelektual di Pucuk PUI: Antara Menara Gading dan Palagan Digital
Duel Intelektual di Pucuk PUI: Antara Menara Gading dan Palagan Digital Di sebuah ruangan berdebu di kawasan Jakarta Pusat, sebuah arsip tua bersanding dengan…

Berita Populer

Kembali Trending, Wow Hampir 10 Kali Muhammad Qasim Trending Di Twitter (X) Amerika, Mengapa Muhammad Qasim Terus Menggema Di Twitter Amerika?

Kembali Trending, Wow Hampir 10 Kali Muhammad Qasim Trending Di Twitter (X) Amerika, Mengapa Muhammad Qasim Terus Menggema Di Twitter Amerika?

Februari 23, 2026
PPP Partai Kebanggaan Masa Lalu, Senjakala di Rumah Tua: Mengapa PPP Kehilangan "Paku" Bumi?

PPP Partai Kebanggaan Masa Lalu, Senjakala di Rumah Tua: Mengapa PPP Kehilangan "Paku" Bumi?

Februari 22, 2026
Andre Yulius Dijuluki The New Mimik"Versi Pria dan Sekaligus "Prabowo" Level Sidoarjo

Andre Yulius Dijuluki The New Mimik"Versi Pria dan Sekaligus "Prabowo" Level Sidoarjo

Februari 21, 2026

Recent Comments

Berita Pilihan

Geger! "Sindiran Maut" Nandang Burhanudin: Tamparan Keras untuk Retorika Langit Ketum Partai Gelora Anis Matta?

Geger! "Sindiran Maut" Nandang Burhanudin: Tamparan Keras untuk Retorika Langit Ketum Partai Gelora Anis Matta?

Desember 20, 2025
Kisah Nyatanya : Pertolongan Allah Bertubi-Tubi Setelah Menghapus Pemajangan Gambar Bernyawa

Kisah Nyatanya : Pertolongan Allah Bertubi-Tubi Setelah Menghapus Pemajangan Gambar Bernyawa

Desember 20, 2025
GUNCANG DHAKA! Nama Muhammad Qasim Meledak di Twitter (X) Bangladesh Saat Perayaan Hari Kemenangan 16 Desember

GUNCANG DHAKA! Nama Muhammad Qasim Meledak di Twitter (X) Bangladesh Saat Perayaan Hari Kemenangan 16 Desember

Desember 17, 2025

Trending News

Kembali Trending, Wow Hampir 10 Kali Muhammad Qasim Trending Di Twitter (X) Amerika, Mengapa Muhammad Qasim Terus Menggema Di Twitter Amerika?

Kembali Trending, Wow Hampir 10 Kali Muhammad Qasim Trending Di Twitter (X) Amerika, Mengapa Muhammad Qasim Terus Menggema Di Twitter Amerika?

Februari 23, 2026
PPP Partai Kebanggaan Masa Lalu, Senjakala di Rumah Tua: Mengapa PPP Kehilangan "Paku" Bumi?

PPP Partai Kebanggaan Masa Lalu, Senjakala di Rumah Tua: Mengapa PPP Kehilangan "Paku" Bumi?

Februari 22, 2026
Andre Yulius Dijuluki The New Mimik"Versi Pria dan Sekaligus "Prabowo" Level Sidoarjo

Andre Yulius Dijuluki The New Mimik"Versi Pria dan Sekaligus "Prabowo" Level Sidoarjo

Februari 21, 2026
Amas Persada News

About Us

Amas Persada News Menyajikan Berita Akurat dan Terpercaya, Enak dibaca dan Mendobrak Fakta

Contact us: amaspersadanews@gmail.com

Follow Us

© Copyright Amas Persada News 2024 apn
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Sanggah/Jawab
  • Iklan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kontak