FB MAI : Ujung Dari Menghindari Gambar Makhluk Bernyawa Adalah Kemakmuran Dari Bertubi-Tubi Pertolongan Allah. Ini Rambu-Rambu Pelaksanaanya
FB MAI : Ujung Dari Menghindari Gambar Makhluk Bernyawa Adalah Kemakmuran Dari Bertubi-Tubi Pertolongan Allah. Ini Rambu-Rambu Pelaksanaanya
FB Muhammad Akbar Ismail : Ujung Dari Menghindari Gambar Makhluk Bernyawa Adalah Kemakmuran Dari Bertubi-Tubi Pertolongan Allah. Ini Rambu-Rambu Pelaksanaanya
Tidak terbantahkan bahwa kita saat ini berada di ujung akhir zaman. Waktu yang berjalan sangat cepat adalah bukti bahwa kita sedang berada di akhir zaman.
Dan secara turun temurun, orang tua dan kakek nenek kita, guru guru kita menyampaikan bahwa akan ada masa dimana kemakmuran akan merata sehingga tidak akan lagi bisa ditemui orang miskin yang mau menerima sedekah kita.
Tapi kita semua pun tau, bahwa kemakmuran tidaklah terjadi begitu saja tanpa adanya sebuah usaha. Sedangkan segala macam upaya sudah kita semua lakukan, bahkan hingga menjadikan waktu istirahat untuk bekerja. Namun apakah kemakmuran itu sudah kita dapatkan?
Zaman kemakmuran itu merupakan Pertolongan dan Rahmat dari Allah yang hanya bisa diraih ketika kita melakukan sebuah usaha untuk menyingkirkan segala sesuatu yang menjadi penghalang datangnya Rahmat Allah.
Allah adalah Raja tertinggi, dan Raja pastinya memiliki pelayan atau prajurit yang menjalankan tugas dengan penuh kepatuhan. Dan sudah sering kita mendengar bahwa Malaikat Rahmat tidak akan memasuki rumah rumah yang terdapat di dalamnya Gambar Makhluk bernyawa.
Maka itu menjadi klu, bahwa gambar makhluk bernyawa adalah salah satu penghalang yang semestinya kita hindari agar Rahmat Allah dapat masuk ke dalam rumah kita, sehingga Pertolongan Allah benar benar bisa kita dapatkan.
Gambar Bernyawa seperti apa yang harus dihindari?
Semua gambar atau patung yang menyerupai makhluk bernyawa seperti Manusia dan Hewan, meski sekecil apapun jika tidak diperlukan maka hindarilah dengan cara membuang, merusak, menyimpan ditempat tertutup atau menutupnya dari pandangan mata. Misal gambar di kaos, gambar di tirai, aksesoris, tas, sprei, pajangan di dinding dan lain-lain.
Tapi, jika gambar atau patung itu kita masih perlukan, meski sebesar apapun bahkan sesempurna apapun bentuknya, silakan gunakan namun setelah selesai maka simpan di tempat tertutup, atau jika memang sudah tidak dibutuhkan sama sekali maka lenyapkan.
Apa contoh gambar atau patung yang menyerupai makhluk bernyawa tapi diperbolehkan? KTP karena memang dibutuhkan untuk identitas, gambar di uang karena itu memang aturan negara sebagai alat tukar, boneka dan mainan karena memiliki nilai edukasi bagi anak anak, patung anatomi manusia sebagai edukasi di sekolah dan semisalnya, yang terpenting jika sudah selesai kita menggunakannya maka simpan ditempat yang tidak terlihat pandangan mata.
Fokus pada benda yang kita miliki, jangan mengganggu benda milik orang lain apalagi milik publik atau milik negara.
Jika kita tinggal bersama orang tua, maka jangan ganggu benda milik orang tua. Jika kita tinggal dengan pasangan, dan memilki benda yang dimiliki bersama, misal pajangan foto pernikahan, maka menurunkannya benar benar atas kerelaan kedua belah pihak. Jika salah satunya tidak rela, maka biarkan itu menjadi tanggungjawabnya kepada Allah, bukan lagi urusan kita.
Jika benda itu milik usaha bersama, maka menghilangkannya harus atas dasar kerelaan dari semua pihak, kita tidak diperbolehkan merusaknya tanpa kerelaan mereka.
Petunjuk ini jika dijalankan maka seharusnya tidak akan terjadi pertengkaran di dalam keluarga, karena benar benar tanpa paksaan.
Jika semua ini sudah menyebar dan dijalankan oleh kebanyakan orang, maka kemakmuran akan terjadi. Namun kemakmuran ini tidak berlangsung lama, hanya hitungan tahun saja. Maka akan sangat rugi bagi yang mengikuti petunjuk ini belakangan karena kemakmuran ini hanya sebentar.


Posting Komentar