Telusuri
24 C
id
  • Internasional
  • Daerah
  • Bisnis
  • Agama
  • Keluarga
  • Kontak
  • Iklan
Amas Persada News
pasang
  • Home
  • Politik
    • All
    • Politik
    • Pemerintahan
    • Pilkada
    • Tokoh Politik
  • Pemerintahan
    • Pemerintahan
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Organisasi
Amas Persada News
Telusuri
Beranda Menyingkap Peta Jalan Nabi Yusuf AS Dan Visi Al-Mubasyirat Muhammad Qasim Di Akhir Zaman Menyingkap Peta Jalan Nabi Yusuf AS Dan Visi Al-Mubasyirat Muhammad Qasim Di Akhir Zaman

Menyingkap Peta Jalan Nabi Yusuf AS Dan Visi Al-Mubasyirat Muhammad Qasim Di Akhir Zaman

Redaksi APN
Redaksi APN
21 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


 Yusuf  (AS) menikmati masa kejayaan atau berkuasa di Mesir sebagai pejabat tinggi (mirip Wazir atau Perdana Menteri) selama kurang lebih 80 tahun. 


Berikut rincian periodenya:


Nabi Yusuf diangkat menjadi pejabat tinggi di Mesir pada usia 30 tahun, setelah berhasil menafsirkan mimpi Firaun dan mengusulkan solusi untuk mengatasi masa paceklik yang akan datang.


Beliau hidup hingga usia 110 tahun.


Dengan demikian, masa kekuasaannya berlangsung selama 110 tahun - 30 tahun = 80 tahun. 


Selama masa kejayaan tersebut, beliau tidak hanya berhasil mengelola masa paceklik selama tujuh tahun, tetapi juga membawa kesejahteraan bagi Mesir dan menyatukan kembali keluarganya di sana. Peta jalan juang juga berada pada Mimpi Qasim secara terang dan jelas. Solusi untuk ummat dengan menghapus berbagai bentuk syirik modern utamanya pemajangan gambar mahluk bernyawa di tempat umum. Lalu peta jalan umat islam termasuk Peta siapa saja Musuh Islam dan mana saja tiga Benteng Terakhir Umat Islam yaitu Pakistan, Saudi Arabia dan Turki dan lain lain dimana satu persatu Mimpi Qasim berubah jadi nyata. Misal soal tiga benteng ini baru baru ini Pakistan, SAUDI Dan Turki makin mesra dalam wacana aliansi pertahanan bersama ditengah AS yang makin merengsek mau main kasar di Timur Tengah dimana AS semakin menunjukkan gaya aslinya sebagai Preman Pasar Dunia


Mari kita hubungkan dimensi historis Nabi Yusuf AS dengan eskatologi modern melalui fenomena mimpi yang benar (Al-Mubasyirat).


Arsitek Peradaban: Menyingkap Peta Jalan Nabi Yusuf AS dan Visi Al-Mubasyirat Muhammad Qasim untuk Akhir Zaman

Dunia hari ini sedang berada di persimpangan jalan yang serupa dengan Mesir ribuan tahun silam. Ketika krisis pangan dan ketidakpastian ekonomi mengancam, Allah SWT menurunkan petunjuk melalui mimpi. Jika dahulu Mesir diselamatkan melalui tafsir mimpi Nabi Yusuf AS, hari ini umat Islam diingatkan kembali melalui fenomena Al-Mubasyirat (kabar gembira melalui mimpi) yang dialami oleh Muhammad Qasim, yang secara mengejutkan memiliki presisi luar biasa terhadap peta geopolitik dunia saat ini.


80 Tahun Kejayaan: Warisan Manajemen Langit Nabi Yusuf AS

Nabi Yusuf AS bukan sekadar simbol ketampanan, melainkan simbol kedaulatan ekonomi dan tauhid. Beliau diangkat menjadi pejabat tinggi (Wazir) pada usia 30 tahun dan memimpin hingga akhir hayatnya di usia 110 tahun. Masa kekuasaan selama 80 tahun tersebut adalah masa keemasan di mana Mesir menjadi pusat logistik dunia.


Kunci keberhasilan Yusuf AS terletak pada dua hal:


Tafsir Mimpi yang Akurat: Membaca masa depan melalui petunjuk Ilahi.


Integritas Tauhid: Membersihkan sistem dari kecurangan dan kesyirikan.


Pesan Muhammad Qasim: Membersihkan Jalan Menuju Pertolongan Allah

Dalam rangkaian mimpi Muhammad Qasim yang viral di seluruh dunia Islam, terdapat benang merah yang sangat kuat dengan perjuangan Yusuf AS. Pesan utamanya adalah pembersihan tauhid.


Salah satu poin krusial dalam mimpi tersebut adalah perintah untuk menghapus berbagai bentuk syirik modern, termasuk penghormatan berlebihan terhadap gambar atau patung makhluk bernyawa di tempat umum yang telah mengaburkan esensi penghambaan hanya kepada Allah. Sebagaimana Yusuf AS menata ulang Mesir dengan nilai-nilai ketuhanan, umat Islam saat ini diminta untuk "membersihkan rumah" agar pertolongan Allah (Nusratullah) turun.


Tiga Benteng Terakhir: Peta Jalan Geopolitik Islam

Jika Nabi Yusuf AS menjadikan Mesir sebagai benteng ketahanan pangan dunia, maka dalam pesan-pesan Al-Mubasyirat modern, muncul visi tentang Tiga Benteng Terakhir Umat Islam:


Pakistan: Sebagai basis kekuatan pertahanan.


Arab Saudi: Sebagai pusat spiritual.


Turki: Sebagai jembatan sejarah dan pengaruh.


Fenomena hari ini menunjukkan realitas yang mengejutkan. Di saat Amerika Serikat dan kekuatan Barat mulai menunjukkan gaya "Preman Pasar Dunia" dengan intervensi kasar di Timur Tengah, kita melihat adanya pergerakan arah juang yang semakin mesra antara Pakistan, Saudi, dan Turki. Aliansi pertahanan bersama yang mulai diwacanakan adalah refleksi nyata dari apa yang telah digambarkan dalam mimpi-mimpi tersebut bertahun-tahun sebelum hal itu menjadi berita utama.


Mengapa Ini Penting?

Hubungan antara masa kejayaan 80 tahun Yusuf AS dan pesan Qasim adalah tentang Kesiapan (Preparedness).


Yusuf AS menyiapkan gandum sebelum paceklik datang.


Mimpi Qasim menyiapkan mental dan tauhid umat sebelum fitnah besar akhir zaman memuncak.


Peta jalan ini sudah terang benderang. Musuh-musuh Islam sudah terpetakan, dan benteng-benteng pertahanan mulai bersatu. Tugas umat bukan sekadar menonton, melainkan melakukan reformasi internal: membuang syirik, memperbaiki tauhid, dan bersiap menyongsong kembali kejayaan Islam yang telah dijanjikan.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Berita Pilihan

LSM LARINDO: Khofifah Adalah Gubernur Pemersatu Rakyat Nomor Satu di Indonesia

Redaksi APN- Februari 02, 2026 0
LSM LARINDO: Khofifah Adalah Gubernur Pemersatu Rakyat Nomor Satu di Indonesia
SURABAYA – Lembaga Swadaya Masyarakat Layar Aspirasi Rakyat Indonesia (LSM LARINDO) memberikan apresiasi tinggi terhadap kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa…

Berita Populer

KB-PII GELAR RAKORNAS INDONESIA RAMADHAN EXPO (INRA)

KB-PII GELAR RAKORNAS INDONESIA RAMADHAN EXPO (INRA)

Januari 31, 2026
LSI (Layar Survey Indonesia) Sebut Spirit Masyumi Bangkit: "Tauhid Modern" Jadi Senjata Pamungkas Partai Masyumi RI Menuju Kejayaan

LSI (Layar Survey Indonesia) Sebut Spirit Masyumi Bangkit: "Tauhid Modern" Jadi Senjata Pamungkas Partai Masyumi RI Menuju Kejayaan

Januari 30, 2026
Masuk ke Kandang Singa : Membedah Alasan Indonesia dan 7 Negara Islam di Meja Perundingan AS

Masuk ke Kandang Singa : Membedah Alasan Indonesia dan 7 Negara Islam di Meja Perundingan AS

Januari 31, 2026

Recent Comments

Berita Pilihan

Geger! "Sindiran Maut" Nandang Burhanudin: Tamparan Keras untuk Retorika Langit Ketum Partai Gelora Anis Matta?

Geger! "Sindiran Maut" Nandang Burhanudin: Tamparan Keras untuk Retorika Langit Ketum Partai Gelora Anis Matta?

Desember 20, 2025
Kisah Nyatanya : Pertolongan Allah Bertubi-Tubi Setelah Menghapus Pemajangan Gambar Bernyawa

Kisah Nyatanya : Pertolongan Allah Bertubi-Tubi Setelah Menghapus Pemajangan Gambar Bernyawa

Desember 20, 2025
GUNCANG DHAKA! Nama Muhammad Qasim Meledak di Twitter (X) Bangladesh Saat Perayaan Hari Kemenangan 16 Desember

GUNCANG DHAKA! Nama Muhammad Qasim Meledak di Twitter (X) Bangladesh Saat Perayaan Hari Kemenangan 16 Desember

Desember 17, 2025

Trending News

KB-PII GELAR RAKORNAS INDONESIA RAMADHAN EXPO (INRA)

KB-PII GELAR RAKORNAS INDONESIA RAMADHAN EXPO (INRA)

Januari 31, 2026
LSI (Layar Survey Indonesia) Sebut Spirit Masyumi Bangkit: "Tauhid Modern" Jadi Senjata Pamungkas Partai Masyumi RI Menuju Kejayaan

LSI (Layar Survey Indonesia) Sebut Spirit Masyumi Bangkit: "Tauhid Modern" Jadi Senjata Pamungkas Partai Masyumi RI Menuju Kejayaan

Januari 30, 2026
Masuk ke Kandang Singa : Membedah Alasan Indonesia dan 7 Negara Islam di Meja Perundingan AS

Masuk ke Kandang Singa : Membedah Alasan Indonesia dan 7 Negara Islam di Meja Perundingan AS

Januari 31, 2026
Amas Persada News

About Us

Amas Persada News Menyajikan Berita Akurat dan Terpercaya, Enak dibaca dan Mendobrak Fakta

Contact us: amaspersadanews@gmail.com

Follow Us

© Copyright Amas Persada News 2024 apn
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Sanggah/Jawab
  • Iklan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kontak