Telusuri
24 C
id
  • Internasional
  • Daerah
  • Bisnis
  • Agama
  • Keluarga
  • Kontak
  • Iklan
Amas Persada News
pasang
  • Home
  • Politik
    • All
    • Politik
    • Pemerintahan
    • Pilkada
    • Tokoh Politik
  • Pemerintahan
    • Pemerintahan
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Organisasi
Amas Persada News
Telusuri
Beranda Gen Z Tak Begitu Tertarik Dengan Tema Organisasi Kesukuan Atau Kumpul-Kumpul Tokoh Sok Paling Pegang Wilayah Kesukuan Gen Z Tak Begitu Tertarik Dengan Tema Organisasi Kesukuan Atau Kumpul-Kumpul Tokoh Sok Paling Pegang Wilayah Kesukuan

Gen Z Tak Begitu Tertarik Dengan Tema Organisasi Kesukuan Atau Kumpul-Kumpul Tokoh Sok Paling Pegang Wilayah Kesukuan

Redaksi APN
Redaksi APN
12 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp




Hal ini disampaikan oleh Abdullah Amas kepada Media. Jadi Gen Z sekarang berjibaku pada agar mereka berdaya dan tema kesejahteraan. "Yang model kumpul-kumpul begitu kayak gimana gitu, toh situasi baik-baik saja, yang gaduh kan hanya sebagian kecil"ujar Amas yang juga Dikenal sebagai Ketua Majelis Syuro Pengurus Besar GHPI (Gerakan Haluan Pemuda Islam)


Memperlebar atau memperlebay tema Organisasi kesukuan baik pro maupun Kontra menurut Amas tak produktif.


Tapi kalau temanya adalah keadilan, melawan parkir liar, kemanusiaan misal soal kasus penyerobotan tanah milik seorang nenek-nenek itu baru relevan


Dunia aktivisme dan organisasi sedang mengalami pergeseran tektonik. Jika generasi sebelumnya merasa bangga berkumpul di bawah bendera kesukuan atau sekadar "sowan" ke tokoh yang merasa paling memegang kendali wilayah, Gen Z justru melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang usang, bahkan tidak produktif.


Pengamat sekaligus aktivis, Abdullah Amas, secara blak-blakan menyebut bahwa anak muda zaman sekarang—khususnya Gen Z—tidak lagi tertarik dengan narasi-narasi kesukuan yang bersifat eksklusif atau sekadar ajang kumpul-kumpul elit lokal.


Relevansi Adalah Mata Uang Baru

Menurut Amas, Gen Z saat ini lebih memilih untuk berjibaku pada hal-hal yang menyentuh langsung aspek kehidupan ekonomi (kesejahteraan) dan pemberdayaan diri. Bagi mereka, identitas kesukuan bukanlah sesuatu yang harus diperdebatkan atau "dilebay-lebaykan" baik secara pro maupun kontra.


"Yang model kumpul-kumpul begitu (organisasi kesukuan) kayak gimana gitu... Toh situasi baik-baik saja, yang gaduh kan hanya sebagian kecil," ujar Amas kepada media.


Amas menilai bahwa membesar-besarkan tema organisasi kesukuan hanya akan membuang energi. Di mata Gen Z, kerukunan adalah kondisi dasar (default), sehingga tidak perlu lagi diformalitaskan dalam organisasi yang hanya mementingkan ego ketokohan tanpa aksi nyata.


Dari "Siapa Kamu" Menjadi "Apa Aksimu"

Gen Z cenderung skeptis terhadap tokoh-tokoh yang merasa "paling berkuasa" di suatu wilayah secara tradisional. Alih-alih tertarik pada silsilah atau klaim wilayah, mereka lebih responsif terhadap isu-isu sosial yang nyata di depan mata.


Menurut Amas, tema-tema berikut jauh lebih seksi bagi anak muda:


Keadilan Sosial: Melawan ketidakadilan hukum.


Masalah Urban: Menolak praktik parkir liar yang meresahkan masyarakat.


Kemanusiaan: Pembelaan terhadap kaum lemah, seperti kasus penyerobotan tanah milik lansia.


"Itu baru relevan. Kalau temanya adalah keadilan, melawan penindasan seperti kasus tanah nenek-nenek yang diserobot, Gen Z akan pasang badan. Itu jauh lebih konkret dibanding rapat organisasi suku yang isinya cuma bicara soal pengaruh," tambah Amas.



Kesimpulan: Produktivitas di Atas Identitas

Narasi "siapa paling asli" atau "siapa pemegang wilayah" sudah tidak laku dijual di pasar anak muda. Gen Z hari ini adalah generasi yang pragmatis namun idealis. Mereka ingin mandiri secara ekonomi dan ingin melihat dunia yang lebih adil.


Jika organisasi tidak bisa menjawab tantangan pengangguran, ketidakadilan hukum, atau masalah kemanusiaan, maka jangan heran jika kantor-kantor organisasi kesukuan hanya akan diisi oleh sisa-sisa generasi lama yang terjebak nostalgia kekuasaan.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Berita Pilihan

Jaringan Pemuda Islam Internasional (JPII) Tak Kaget Pembentukan Pakta Pertahanan Mekkah Antara Pakistan, Turki Dan Arab Saudi

Redaksi APN- Agustus 09, 2026 0
Jaringan Pemuda Islam Internasional (JPII) Tak Kaget Pembentukan Pakta Pertahanan Mekkah Antara Pakistan, Turki Dan Arab Saudi
Jaringan Pemuda Islam Internasional (JPII) Tak Kaget Pembentukan Pakta Pertahanan Mekkah Antara Pakistan, Turki Dan Arab Saudi Jakarta - Amas Persada News - …

Berita Populer

 Siapa Direstui Khofifah Jadi Gubernur Selanjutnya?

Siapa Direstui Khofifah Jadi Gubernur Selanjutnya?

Agustus 04, 2026
Abdullah Amas, Yang Tulisannya Berkali-Kali Diunggah Prof. Yusril Ihza Mahendra, Kini Ikut Syiarkan Pesan Al-Mubasyirat Muhammad Qasim

Abdullah Amas, Yang Tulisannya Berkali-Kali Diunggah Prof. Yusril Ihza Mahendra, Kini Ikut Syiarkan Pesan Al-Mubasyirat Muhammad Qasim

Agustus 04, 2026
Inilah Profile Aktivis Ganyang Korupsi, Dokter Andre Yulius

Inilah Profile Aktivis Ganyang Korupsi, Dokter Andre Yulius

Agustus 05, 2026

Recent Comments

Berita Pilihan

Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Oktober 11, 2024
Komandan Pengawas Barisan Yang Menjaga Sekitar Kita, Go A Head Tim Pengawas Intelejen DPR-RI!

Komandan Pengawas Barisan Yang Menjaga Sekitar Kita, Go A Head Tim Pengawas Intelejen DPR-RI!

Desember 05, 2024
Banteng Pusing, Kunjungan Prabowo Kejutkan 2 Kandang PDIP Di Pilkada, Dari Bali Lanjut Temui Jokowi Di Solo

Banteng Pusing, Kunjungan Prabowo Kejutkan 2 Kandang PDIP Di Pilkada, Dari Bali Lanjut Temui Jokowi Di Solo

November 04, 2024

Trending News

 Siapa Direstui Khofifah Jadi Gubernur Selanjutnya?

Siapa Direstui Khofifah Jadi Gubernur Selanjutnya?

Agustus 04, 2026
Abdullah Amas, Yang Tulisannya Berkali-Kali Diunggah Prof. Yusril Ihza Mahendra, Kini Ikut Syiarkan Pesan Al-Mubasyirat Muhammad Qasim

Abdullah Amas, Yang Tulisannya Berkali-Kali Diunggah Prof. Yusril Ihza Mahendra, Kini Ikut Syiarkan Pesan Al-Mubasyirat Muhammad Qasim

Agustus 04, 2026
Inilah Profile Aktivis Ganyang Korupsi, Dokter Andre Yulius

Inilah Profile Aktivis Ganyang Korupsi, Dokter Andre Yulius

Agustus 05, 2026
Amas Persada News

About Us

Amas Persada News Menyajikan Berita Akurat dan Terpercaya, Enak dibaca dan Mendobrak Fakta

Contact us: amaspersadanews@gmail.com

Follow Us

© Copyright Amas Persada News 2024 apn
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Sanggah/Jawab
  • Iklan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kontak