Telusuri
24 C
id
  • Internasional
  • Daerah
  • Bisnis
  • Agama
  • Keluarga
  • Kontak
  • Iklan
Amas Persada News
pasang
  • Home
  • Politik
    • All
    • Politik
    • Pemerintahan
    • Pilkada
    • Tokoh Politik
  • Pemerintahan
    • Pemerintahan
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Organisasi
Amas Persada News
Telusuri
Beranda PDI-P Jelaskan Alasan Tak Jadi Oposisi di Era Prabowo PDI-P Jelaskan Alasan Tak Jadi Oposisi di Era Prabowo

PDI-P Jelaskan Alasan Tak Jadi Oposisi di Era Prabowo

Redaksi APN
Redaksi APN
12 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


 Politikus muda Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Seno Bagaskoro menjelaskan bahwa sikap PDI-P menjadi penyeimbang bukan keputusan baru.


Hal itu disampaikan Seno menjawab pertanyaan awak media terkait sikap PDI-P yang lebih memilih disebut sebagai partai penyeimbang dibandingkan oposisi terhadap pemerintahan Prabowo Subianto.


Seno mengatakan, sikap Partai telah ditetapkan sejak Prabowo dinyatakan sebagai pemenang Pemilihan Presiden 2024 dan dilantik sebagai presiden.


“Kami sampaikan jauh-jauh hari. Tidak waktu akhir-akhir ini sebetulnya, tetapi sejak setelah pemilu berlangsung selesai waktu setelah Pak Presiden dilantik, kami sudah menyampaikan suatu bentuk pandangan bahwa PDI Perjuangan tidak akan, tidak di dalam pemerintahan Pak Prabowo,” kata Seno dalam konferensi pers Rakernas I PDIP di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, Minggu (11/1/2026).


Seno menjelaskan, PDI-P memilih bersikap sebagai partai penyeimbang berpegang pada amanat konstitusi.


Dia bilang, sistem demokrasi Indonesia yang bercorak presidensial tidak mengenal konsep oposisi dan koalisi sebagaimana dalam sistem parlementer.


“Kalau kita pakai sistem secara berpikir oposisi, apa pun yang dilakukan pemerintah pasti kami akan anggap salah, karena tujuannya adalah ya sudah ini sebagai suatu bentuk cermin benggala, kami akan menjadi suatu bentuk antitesis. Tetapi logikanya di dalam pemerintahan Indonesia yang menganut asas presidensial, tidak ada oposisi. Maka sebetulnya kalau ditarik lagi logikanya, tidak ada koalisi,” ucapnya.


Seno menuturkan, dalam sistem presidensial, konstitusi hanya membedakan pihak yang berada di dalam pemerintahan dan di luar pemerintahan.


Oleh sebab itu, PDI-P telah menyatakan tidak berada di dalam pemerintahan Prabowo.


“Nah buat kami, sikap yang paling rasional bagi PDI Perjuangan adalah sebagai partai politik penyeimbang. Partai politik penyeimbang itu bisa berperan sebagai mitra kritis, bisa juga berperan sebagai mitra strategis,” ungkapnya.


Seno menambahkan, sikap penyeimbang itu tecermin dalam situasi genting, seperti saat terjadi bencana alam di sejumlah wilayah Sumatra.


Ia menyebut kader PDI Perjuangan turut terjun membantu pemerintah dalam penanganan dan pemulihan warga terdampak.


“Kami mengirim sebanyak-banyaknya dukungan yang bisa kami lakukan, gotong royong seluruh kader untuk berangkat ke Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Itu tokoh-tokoh PDI Perjuangan yang saya rasa sangat punya kredibilitas di dalam bidang penanggulangan bencana, Bu Rismaharini, Bu Ribka Tjiptaning, Pak Ganjar Pranowo, Bu Sunaryo, dan seluruh kader PDI Perjuangan, ketua-ketua DPD di sana semuanya bergerak,” kata Seno.


“Anak-anak muda partai ikut bergerak, ambulans, puluhan ambulans kami kirim, termasuk Kapal Laksamana Malahayati di tengah medan yang tidak mudah. Itu juga sebagai bentuk kami mendukung upaya pemerintah untuk menangani Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh,” ujarnya.



Namun demikian, Seno menegaskan, posisi sebagai partai penyeimbang tidak membuat PDI Perjuangan ragu mengambil sikap berbeda dengan pemerintah dan partai-partai yang berada di dalam pemerintahan Prabowo.


Salah satunya terkait wacana mengubah sistem pemilihan kepala daerah dari pemilihan langsung menjadi melalui DPRD. PDI Perjuangan, kata Seno, konsisten menolak wacana tersebut karena dinilai menjauhkan rakyat dari pemimpinnya.


“Dalam demokrasi kita, bagaimana seorang pemimpin itu bisa bonding dengan rakyatnya, bisa merasakan keresahan rakyatnya, bisa mencari solusi terbaik untuk masalah rakyatnya kalau rakyat tidak kenal siapa dia? Kalau dalam waktu pemilihan, dia sadar betul bahwa dia dipilih hanya oleh segelintir orang, tidak dipilih oleh mayoritas suara rakyat, maka tidak akan mungkin masalah-masalah rakyat yang begitu krusial itu bisa selesai,” imbuhnya.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Berita Pilihan

Waka Badan BGN Sebut 6 Alasan Program MBG Wajib Jalan Terus, So Must Go On!

Redaksi APN- Februari 03, 2026 0
Waka Badan BGN Sebut 6 Alasan Program MBG Wajib Jalan Terus, So Must Go On!
Waka Badan BGN Sebut 6 Alasan Program MBG Wajib Jalan Terus, So Must Go On! Sumber : FB NSD Setiap kali Pak Presiden memuji atau bangga dengan program MBG, ma…

Berita Populer

KB-PII GELAR RAKORNAS INDONESIA RAMADHAN EXPO (INRA)

KB-PII GELAR RAKORNAS INDONESIA RAMADHAN EXPO (INRA)

Januari 31, 2026
LSI (Layar Survey Indonesia) Sebut Spirit Masyumi Bangkit: "Tauhid Modern" Jadi Senjata Pamungkas Partai Masyumi RI Menuju Kejayaan

LSI (Layar Survey Indonesia) Sebut Spirit Masyumi Bangkit: "Tauhid Modern" Jadi Senjata Pamungkas Partai Masyumi RI Menuju Kejayaan

Januari 30, 2026
Masuk ke Kandang Singa : Membedah Alasan Indonesia dan 7 Negara Islam di Meja Perundingan AS

Masuk ke Kandang Singa : Membedah Alasan Indonesia dan 7 Negara Islam di Meja Perundingan AS

Januari 31, 2026

Recent Comments

Berita Pilihan

Geger! "Sindiran Maut" Nandang Burhanudin: Tamparan Keras untuk Retorika Langit Ketum Partai Gelora Anis Matta?

Geger! "Sindiran Maut" Nandang Burhanudin: Tamparan Keras untuk Retorika Langit Ketum Partai Gelora Anis Matta?

Desember 20, 2025
Kisah Nyatanya : Pertolongan Allah Bertubi-Tubi Setelah Menghapus Pemajangan Gambar Bernyawa

Kisah Nyatanya : Pertolongan Allah Bertubi-Tubi Setelah Menghapus Pemajangan Gambar Bernyawa

Desember 20, 2025
GUNCANG DHAKA! Nama Muhammad Qasim Meledak di Twitter (X) Bangladesh Saat Perayaan Hari Kemenangan 16 Desember

GUNCANG DHAKA! Nama Muhammad Qasim Meledak di Twitter (X) Bangladesh Saat Perayaan Hari Kemenangan 16 Desember

Desember 17, 2025

Trending News

KB-PII GELAR RAKORNAS INDONESIA RAMADHAN EXPO (INRA)

KB-PII GELAR RAKORNAS INDONESIA RAMADHAN EXPO (INRA)

Januari 31, 2026
LSI (Layar Survey Indonesia) Sebut Spirit Masyumi Bangkit: "Tauhid Modern" Jadi Senjata Pamungkas Partai Masyumi RI Menuju Kejayaan

LSI (Layar Survey Indonesia) Sebut Spirit Masyumi Bangkit: "Tauhid Modern" Jadi Senjata Pamungkas Partai Masyumi RI Menuju Kejayaan

Januari 30, 2026
Masuk ke Kandang Singa : Membedah Alasan Indonesia dan 7 Negara Islam di Meja Perundingan AS

Masuk ke Kandang Singa : Membedah Alasan Indonesia dan 7 Negara Islam di Meja Perundingan AS

Januari 31, 2026
Amas Persada News

About Us

Amas Persada News Menyajikan Berita Akurat dan Terpercaya, Enak dibaca dan Mendobrak Fakta

Contact us: amaspersadanews@gmail.com

Follow Us

© Copyright Amas Persada News 2024 apn
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Sanggah/Jawab
  • Iklan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kontak