Telusuri
24 C
id
  • Internasional
  • Daerah
  • Bisnis
  • Agama
  • Keluarga
  • Kontak
  • Iklan
Amas Persada News
pasang
  • Home
  • Politik
    • All
    • Politik
    • Pemerintahan
    • Pilkada
    • Tokoh Politik
  • Pemerintahan
    • Pemerintahan
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Organisasi
Amas Persada News
Telusuri
Beranda Nasional Pemerintahan Pendidikan Politik Don Dasco Pembisik Presiden : Sang Panglima Keadilan di Balik Layar Dan Ayah Perjuangan Mahasiswa
Nasional Pemerintahan Pendidikan Politik

Don Dasco Pembisik Presiden : Sang Panglima Keadilan di Balik Layar Dan Ayah Perjuangan Mahasiswa

Redaksi APN
Redaksi APN
28 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


 DI SUDUT sebuah kamar, selepas riuh doa tahajjud yang tenang, Abdullah Amas menyesap hening. Mantan Wakil Sekretaris Jenderal PB HMI ini baru saja menutup ponselnya setelah menyimak sebuah testimoni—cerita tentang "ngemong"-nya seorang Sufmi Dasco Ahmad terhadap riuh rendah aspirasi mahasiswa.


Amas bercerita tentang seorang aktivis BEM yang memberanikan diri mengirim pesan WhatsApp, hendak menghadap sang Wakil Ketua DPR-RI. Jawaban yang diterima bukan protokoler kaku, melainkan kabar keberadaan: Dasco sedang di Aceh. Sebuah gestur kecil yang bagi Amas menegaskan satu hal: Dasco tidak sedang membangun dinding.


Magnet Sang "Pembisik"

Di lingkaran elite, nama Sufmi Dasco Ahmad bukanlah nama baru. Namun, bagi Amas, gelar yang layak disematkan kepada pria yang karib disapa Don Dasco ini lebih dari sekadar jabatan struktural. Ia menyebutnya sebagai "Panglima Keadilan" sekaligus "Pembisik Presiden".


Respek yang diberikan Presiden Prabowo Subianto dan jajaran elite utama negeri terhadap Dasco dianggap Amas sebagai buah dari kedalaman karakter. Dasco bukan sekadar operator politik; ia adalah pendengar batin yang sigap.


"Dia amat mendalam. Slogannya 'Bergerak di Antara Rakyat' bukan sekadar hiasan baliho, tapi kerja sigap mendengar aspirasi," ujar Amas.


Romantisme Perjuangan yang Viral

Daya pikat Dasco merambah hingga ke ranah digital, melintasi batas-batas latar belakang ideologi. Ada satu kalimat Dasco yang kini menjadi semacam mantra bagi para aktivis dan pengagumnya:


"Banyak yang ramai di akhir cerita, tapi sepi saat bab perjuangan dimulai."


Kalimat ini diunggah berulang-ulang, menjadi caption favorit di media sosial, dan dianggap mewakili realitas politik yang sering kali oportunistik. Bagi para mahasiswa, sosok Dasco telah bertransformasi menjadi figur "Ayah"—tempat bernaung bagi mereka yang merasa sendirian di awal masa perjuangan yang sunyi.


Bagi Abdullah Amas, fenomena ini adalah kewajaran. Di tengah riuh rendah panggung politik Jakarta, Dasco tetap menjadi sosok yang memilih untuk bergerak di antara sunyi perjuangan dan bisingnya aspirasi rakyat

Via Nasional
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Berita Pilihan

KB-PII GELAR RAKORNAS INDONESIA RAMADHAN EXPO (INRA)

Redaksi APN- Januari 31, 2026 0
KB-PII GELAR RAKORNAS INDONESIA RAMADHAN EXPO (INRA)
RAPAT KOORDINASI NASIONAL INDONESIA RAMADHAN EXPO (INRA) Hari/Tanggal : Jum’at, 30 Januari 2026 Waktu : 14.00 WIB Media : Zoom Meeting Pimpinan Rapat : Sekret…

Berita Populer

LSI (Layar Survey Indonesia) Sebut Spirit Masyumi Bangkit: "Tauhid Modern" Jadi Senjata Pamungkas Partai Masyumi RI Menuju Kejayaan

LSI (Layar Survey Indonesia) Sebut Spirit Masyumi Bangkit: "Tauhid Modern" Jadi Senjata Pamungkas Partai Masyumi RI Menuju Kejayaan

Januari 30, 2026
Masuk ke Kandang Singa : Membedah Alasan Indonesia dan 7 Negara Islam di Meja Perundingan AS

Masuk ke Kandang Singa : Membedah Alasan Indonesia dan 7 Negara Islam di Meja Perundingan AS

Januari 31, 2026
Masyumi RI Sebut 'Era Emas' Jokowi & Anies Tamat: Ditinggal Pemodal, Hadapi Badai Besar Dan Di Titik Terlemah!

Masyumi RI Sebut 'Era Emas' Jokowi & Anies Tamat: Ditinggal Pemodal, Hadapi Badai Besar Dan Di Titik Terlemah!

Januari 28, 2026

Recent Comments

Berita Pilihan

Geger! "Sindiran Maut" Nandang Burhanudin: Tamparan Keras untuk Retorika Langit Ketum Partai Gelora Anis Matta?

Geger! "Sindiran Maut" Nandang Burhanudin: Tamparan Keras untuk Retorika Langit Ketum Partai Gelora Anis Matta?

Desember 20, 2025
Kisah Nyatanya : Pertolongan Allah Bertubi-Tubi Setelah Menghapus Pemajangan Gambar Bernyawa

Kisah Nyatanya : Pertolongan Allah Bertubi-Tubi Setelah Menghapus Pemajangan Gambar Bernyawa

Desember 20, 2025
GUNCANG DHAKA! Nama Muhammad Qasim Meledak di Twitter (X) Bangladesh Saat Perayaan Hari Kemenangan 16 Desember

GUNCANG DHAKA! Nama Muhammad Qasim Meledak di Twitter (X) Bangladesh Saat Perayaan Hari Kemenangan 16 Desember

Desember 17, 2025

Trending News

LSI (Layar Survey Indonesia) Sebut Spirit Masyumi Bangkit: "Tauhid Modern" Jadi Senjata Pamungkas Partai Masyumi RI Menuju Kejayaan

LSI (Layar Survey Indonesia) Sebut Spirit Masyumi Bangkit: "Tauhid Modern" Jadi Senjata Pamungkas Partai Masyumi RI Menuju Kejayaan

Januari 30, 2026
Masuk ke Kandang Singa : Membedah Alasan Indonesia dan 7 Negara Islam di Meja Perundingan AS

Masuk ke Kandang Singa : Membedah Alasan Indonesia dan 7 Negara Islam di Meja Perundingan AS

Januari 31, 2026
Masyumi RI Sebut 'Era Emas' Jokowi & Anies Tamat: Ditinggal Pemodal, Hadapi Badai Besar Dan Di Titik Terlemah!

Masyumi RI Sebut 'Era Emas' Jokowi & Anies Tamat: Ditinggal Pemodal, Hadapi Badai Besar Dan Di Titik Terlemah!

Januari 28, 2026
Amas Persada News

About Us

Amas Persada News Menyajikan Berita Akurat dan Terpercaya, Enak dibaca dan Mendobrak Fakta

Contact us: amaspersadanews@gmail.com

Follow Us

© Copyright Amas Persada News 2024 apn
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Sanggah/Jawab
  • Iklan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kontak