Don Dasco Pembisik Presiden : Sang Panglima Keadilan di Balik Layar Dan Ayah Perjuangan Mahasiswa
DI SUDUT sebuah kamar, selepas riuh doa tahajjud yang tenang, Abdullah Amas menyesap hening. Mantan Wakil Sekretaris Jenderal PB HMI ini baru saja menutup ponselnya setelah menyimak sebuah testimoni—cerita tentang "ngemong"-nya seorang Sufmi Dasco Ahmad terhadap riuh rendah aspirasi mahasiswa.
Amas bercerita tentang seorang aktivis BEM yang memberanikan diri mengirim pesan WhatsApp, hendak menghadap sang Wakil Ketua DPR-RI. Jawaban yang diterima bukan protokoler kaku, melainkan kabar keberadaan: Dasco sedang di Aceh. Sebuah gestur kecil yang bagi Amas menegaskan satu hal: Dasco tidak sedang membangun dinding.
Magnet Sang "Pembisik"
Di lingkaran elite, nama Sufmi Dasco Ahmad bukanlah nama baru. Namun, bagi Amas, gelar yang layak disematkan kepada pria yang karib disapa Don Dasco ini lebih dari sekadar jabatan struktural. Ia menyebutnya sebagai "Panglima Keadilan" sekaligus "Pembisik Presiden".
Respek yang diberikan Presiden Prabowo Subianto dan jajaran elite utama negeri terhadap Dasco dianggap Amas sebagai buah dari kedalaman karakter. Dasco bukan sekadar operator politik; ia adalah pendengar batin yang sigap.
"Dia amat mendalam. Slogannya 'Bergerak di Antara Rakyat' bukan sekadar hiasan baliho, tapi kerja sigap mendengar aspirasi," ujar Amas.
Romantisme Perjuangan yang Viral
Daya pikat Dasco merambah hingga ke ranah digital, melintasi batas-batas latar belakang ideologi. Ada satu kalimat Dasco yang kini menjadi semacam mantra bagi para aktivis dan pengagumnya:
"Banyak yang ramai di akhir cerita, tapi sepi saat bab perjuangan dimulai."
Kalimat ini diunggah berulang-ulang, menjadi caption favorit di media sosial, dan dianggap mewakili realitas politik yang sering kali oportunistik. Bagi para mahasiswa, sosok Dasco telah bertransformasi menjadi figur "Ayah"—tempat bernaung bagi mereka yang merasa sendirian di awal masa perjuangan yang sunyi.
Bagi Abdullah Amas, fenomena ini adalah kewajaran. Di tengah riuh rendah panggung politik Jakarta, Dasco tetap menjadi sosok yang memilih untuk bergerak di antara sunyi perjuangan dan bisingnya aspirasi rakyat


Posting Komentar