Telusuri
24 C
id
  • Internasional
  • Daerah
  • Bisnis
  • Agama
  • Keluarga
  • Kontak
  • Iklan
Amas Persada News
pasang
  • Home
  • Politik
    • All
    • Politik
    • Pemerintahan
    • Pilkada
    • Tokoh Politik
  • Pemerintahan
    • Pemerintahan
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Organisasi
Amas Persada News
Telusuri
Beranda Al-Mahdi Dan Misi Pasukan Muhammad Ganyang Syirik Modern Al-Mahdi Dan Misi Pasukan Muhammad Ganyang Syirik Modern

Al-Mahdi Dan Misi Pasukan Muhammad Ganyang Syirik Modern

Redaksi APN
Redaksi APN
08 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


 Antara Menanti Al-Mahdi dan Urgensi Ishlah Tauhid: Menghapus Syirik Modern

Banyak umat Islam terpaku pada penantian sosok Al-Mahdi, menghitung tanda-tanda zaman, namun melupakan bahwa Al-Mahdi hadir untuk menegakkan satu misi utama: Kemurnian Tauhid. Jika kita mengakui bahwa Allah menyempurnakan Al-Mahdi dalam satu malam (yushlihuhu fî lailatin wâhidah), maka pertanyaannya adalah: apa yang harus kita perbaiki dalam diri kita sembari menanti malam itu tiba?


Salah satu hambatan terbesar bagi datangnya pertolongan Allah adalah eksistensi "berhala-berhala modern" yang sering kali tidak kita sadari, yakni gambar-gambar makhluk bernyawa yang diagungkan atau dipajang secara berlebihan.


1. Ishlah Al-Mahdi: Penyatuan Kapasitas dan Amanah

Sebagaimana dijelaskan, Al-Mahdi tidak langsung menjadi pemimpin yang tangguh. Ia melewati fase "tahu tapi belum sanggup". Proses Ishlah satu malam adalah intervensi Ilahi untuk menutup celah kelemahan manusiawi.


Namun, penting untuk diingat bahwa Al-Mahdi diperbaiki untuk memimpin umat yang kembali pada kemurnian agama. Pertolongan Allah (melalui Al-Mahdi) sulit turun ke rumah-rumah atau hati-hati yang masih dipenuhi oleh simbol-simbol yang menghalangi masuknya Malaikat Rahmat.


2. Gambar Makhluk Bernyawa: Syirik Modern yang Terlupakan

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan gambar (makhluk bernyawa). Di era digital ini, gambar telah menjadi komoditas yang "biasa", namun secara esensial, ia tetap membawa risiko:


Pengagungan Figur: Foto tokoh, guru, atau pemimpin yang dipajang secara berlebihan dapat menggeser ketergantungan hati dari Khaliq ke makhluk.


Tandingan Ciptaan: Secara syariat, membuat atau memajang gambar makhluk bernyawa sering kali dipandang sebagai upaya menandingi ciptaan Allah.


Penghalang Rahmat: Bagaimana mungkin umat mengharapkan kepemimpinan Al-Mahdi yang lurus, jika di ruang-ruang privat kita masih memelihara sesuatu yang menjauhkan kehadiran malaikat?


3. Urgensi Tindakan: Menghapus Sebelum Menunggu

Menunggu Al-Mahdi adalah pasif, namun melakukan Ishlah terhadap tauhid kita adalah aktif. Menghapus gambar-gambar makhluk bernyawa—baik dalam bentuk fisik di dinding rumah maupun bentuk digital yang merusak kehormatan—adalah langkah nyata pembersihan jiwa.


"Lebih urgen bagi kita untuk melakukan 'ishlah' pada lingkungan kita sendiri dengan menyingkirkan bentuk-bentuk syirik modern, daripada sekadar berwacana tentang kapan Al-Mahdi akan muncul."


4. Menjadi "Manusia yang Cukup"

Al-Mahdi disempurnakan bukan menjadi "superman", melainkan menjadi manusia yang "cukup" untuk memimpin secara adil. Kita pun tidak perlu menjadi sempurna untuk memulai. Cukup dengan:


Membersihkan Niat: Memurnikan ibadah hanya untuk Allah.


Membersihkan Lingkungan: Menghilangkan simbol-simbol yang berpotensi menjadi kesyirikan (gambar, patung, atau jimat modern).


Membangun Kapasitas: Menyiapkan diri agar saat pemimpin yang dijanjikan itu hadir, kita bukan termasuk orang yang ragu, melainkan orang yang sudah "siap tempur" karena tauhid yang bersih.


Kesimpulan

Inti dari kemahdian adalah ketepatan waktu Allah. Namun, ketepatan itu sering kali berbanding lurus dengan kesiapan umatnya. Jangan sampai kita menantikan Al-Mahdi untuk menghancurkan berhala di akhir zaman, sementara kita sendiri sedang membangun berhala-berhala kecil di dinding rumah dan di dalam layar ponsel kita.


Ishlah-lah diri kita hari ini, maka Allah akan menyempurnakan kemenangan kita kemudian.


Kembali Ke Al-Mahdi


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

ALLOH SEMPURNAKAN ALMAHDI DENGAN ISLAH, 


Kapasitas yang Disempurnakan dalam Satu Malam

Al-Mahdi mengetahui arah takdirnya. Ia menerima petunjuk melalui mubasyirāt tentang masa depan Islam dan perannya di dalamnya. Namun pengetahuan itu tidak otomatis menjadi kapasitas. Ia tahu, tetapi belum sanggup. Ia paham, tetapi belum siap. Inilah jarak paling menentukan dalam hadis-hadis tentangnya: jarak antara mengetahui takdir dan mampu memikulnya.

Karena itu Nabi ﷺ bersabda dengan sangat ringkas namun mengunci makna:

“Allah memperbaikinya dalam satu malam.”

Hadis ini tidak mengatakan Allah mengangkatnya dalam satu malam,

tidak pula mengatakan Allah memberinya mukjizat.

Yang disebut adalah perbaikan—ishlāḥ—pada kapasitas batin dan kepemimpinan.

Maknanya jelas: sebelum malam itu, kapasitas Al-Mahdi belum cukup.

Ia bukan tidak beriman.

Ia bukan tidak tahu.

Ia bukan tidak lurus.

Tetapi ia belum sanggup menanggung konsekuensi global dari amanah itu.

Kelemahannya terletak pada kapasitas:

kapasitas menahan tekanan umat,

kapasitas memutuskan tanpa ragu,

kapasitas memimpin tanpa cinta kekuasaan,

kapasitas berdiri tegak ketika takdir memaksa.

Karena itu ia takut.

Karena itu ia ingin menghindar.

Karena itu ia lambat.

Dan justru di sinilah hikmah hadis “satu malam”.

Allah tidak menunggu Al-Mahdi membangun kapasitas itu sedikit demi sedikit, karena waktu umat tidak selalu memberi ruang. Maka Allah menutup celah kegagalan dengan janji-Nya. Ketika batas kelemahan hampir membahayakan arah takdir, Allah turun tangan—bukan dengan mengubah manusia menjadi sosok lain, tetapi dengan menyempurnakan kapasitas yang sudah ada.

Dalam satu malam:

keraguan diteguhkan menjadi ketetapan,

rasa takut diarahkan menjadi kehati-hatian yang tegas,

keengganan dibingkai menjadi amanah yang tak bisa ditolak,

pengetahuan takdir disatukan dengan kemampuan menanggungnya.

Malam itu bukan malam keajaiban lahiriah,

melainkan malam penyatuan antara ilmu, niat, dan keberanian.

Sejak saat itu, Al-Mahdi tidak berubah menjadi manusia super.

Ia tetap manusia biasa.

Namun ia menjadi manusia yang cukup—cukup untuk memimpin, cukup untuk adil, cukup untuk menahan dirinya sendiri.

Inilah inti kemahdian:

bukan kesempurnaan pribadi sejak awal,

tetapi kapasitas yang disempurnakan tepat pada waktunya.

Inti satu kalimat

Hadis “diperbaiki dalam satu malam” menegaskan bahwa Al-Mahdi tahu takdirnya lebih dulu,

tetapi baru diberi kapasitas memikulnya ketika Allah menilai waktunya telah tepat.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Berita Pilihan

DPP Partai Tauhid (PT) Jagokan Amas Cawapres 2029

Redaksi APN- Februari 04, 2026 0
DPP Partai Tauhid (PT) Jagokan Amas Cawapres 2029
DPP Partai Tauhid (PT) Jagokan Amas Cawapres 2029 JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Tauhid (PT) secara resmi menyatakan dukungannya kepada Abdullah …

Berita Populer

KB-PII GELAR RAKORNAS INDONESIA RAMADHAN EXPO (INRA)

KB-PII GELAR RAKORNAS INDONESIA RAMADHAN EXPO (INRA)

Januari 31, 2026
LSI (Layar Survey Indonesia) Sebut Spirit Masyumi Bangkit: "Tauhid Modern" Jadi Senjata Pamungkas Partai Masyumi RI Menuju Kejayaan

LSI (Layar Survey Indonesia) Sebut Spirit Masyumi Bangkit: "Tauhid Modern" Jadi Senjata Pamungkas Partai Masyumi RI Menuju Kejayaan

Januari 30, 2026
Masuk ke Kandang Singa : Membedah Alasan Indonesia dan 7 Negara Islam di Meja Perundingan AS

Masuk ke Kandang Singa : Membedah Alasan Indonesia dan 7 Negara Islam di Meja Perundingan AS

Januari 31, 2026

Recent Comments

Berita Pilihan

Geger! "Sindiran Maut" Nandang Burhanudin: Tamparan Keras untuk Retorika Langit Ketum Partai Gelora Anis Matta?

Geger! "Sindiran Maut" Nandang Burhanudin: Tamparan Keras untuk Retorika Langit Ketum Partai Gelora Anis Matta?

Desember 20, 2025
Kisah Nyatanya : Pertolongan Allah Bertubi-Tubi Setelah Menghapus Pemajangan Gambar Bernyawa

Kisah Nyatanya : Pertolongan Allah Bertubi-Tubi Setelah Menghapus Pemajangan Gambar Bernyawa

Desember 20, 2025
GUNCANG DHAKA! Nama Muhammad Qasim Meledak di Twitter (X) Bangladesh Saat Perayaan Hari Kemenangan 16 Desember

GUNCANG DHAKA! Nama Muhammad Qasim Meledak di Twitter (X) Bangladesh Saat Perayaan Hari Kemenangan 16 Desember

Desember 17, 2025

Trending News

KB-PII GELAR RAKORNAS INDONESIA RAMADHAN EXPO (INRA)

KB-PII GELAR RAKORNAS INDONESIA RAMADHAN EXPO (INRA)

Januari 31, 2026
LSI (Layar Survey Indonesia) Sebut Spirit Masyumi Bangkit: "Tauhid Modern" Jadi Senjata Pamungkas Partai Masyumi RI Menuju Kejayaan

LSI (Layar Survey Indonesia) Sebut Spirit Masyumi Bangkit: "Tauhid Modern" Jadi Senjata Pamungkas Partai Masyumi RI Menuju Kejayaan

Januari 30, 2026
Masuk ke Kandang Singa : Membedah Alasan Indonesia dan 7 Negara Islam di Meja Perundingan AS

Masuk ke Kandang Singa : Membedah Alasan Indonesia dan 7 Negara Islam di Meja Perundingan AS

Januari 31, 2026
Amas Persada News

About Us

Amas Persada News Menyajikan Berita Akurat dan Terpercaya, Enak dibaca dan Mendobrak Fakta

Contact us: amaspersadanews@gmail.com

Follow Us

© Copyright Amas Persada News 2024 apn
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Sanggah/Jawab
  • Iklan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kontak