DPP Partai Tauhid (PT) Jagokan Amas Cawapres 2029
DPP Partai Tauhid (PT) Jagokan Amas Cawapres 2029
JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Tauhid (PT) secara resmi menyatakan dukungannya kepada Abdullah Amas untuk maju sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) pada Pemilu 2029 mendatang. Keputusan strategis ini diambil sebagai langkah konkret partai dalam membawa perubahan besar bagi bangsa melalui landasan spiritual yang kokoh.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Mardiyanto, Ketua Majelis Syuro DPP Partai Tauhid (PT). Ia menegaskan bahwa sosok Amas dianggap paling merepresentasikan visi besar partai dalam membangun Indonesia yang lebih berkah.
Karakter Tajdid dan Pemurnian Tauhid
Menurut Mardiyanto, pemilihan Amas bukanlah tanpa alasan. Ia menilai Amas memiliki karakter Tajdid atau pembaharuan yang sangat dibutuhkan untuk membangkitkan semangat umat di era modern.
"PT memilih menjagokan Bung Amas karena dia memiliki karakter Tajdid. Perjuangan memurnikan Tauhid adalah kunci untuk mengundang pertolongan Allah dalam membangkitkan Ummat," ujar Mardiyanto dalam keterangannya.
Melawan Syirik Modern dan Syiar Al-Mubasyirat
Selain fokus pada kepemimpinan nasional, Partai Tauhid (PT) terus konsisten dalam memperjuangkan dakwah untuk menghapus berbagai bentuk syirik modern. Perjuangan ini selaras dengan pesan Al-Mubasyirat yang menjadi salah satu rujukan perjuangan partai.
Salah satu poin dakwah yang ditekankan adalah menjaga kesucian rumah tangga orang beriman. Hal ini termasuk seruan untuk tidak memajang gambar makhluk bernyawa di dalam rumah. Larangan ini didasarkan pada Hadits Nabi yang menyebutkan bahwa Malaikat Rahmat enggan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat gambar makhluk bernyawa.
Visi Menuju 2029
Dengan mengusung Abdullah Amas, Partai Tauhid berharap dapat menyatukan elemen umat yang merindukan kepemimpinan yang berintegritas dan beraqidah lurus. Langkah ini dipandang sebagai awal dari kebangkitan politik yang berbasis pada kemurnian tauhid untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia


Posting Komentar