Telusuri
24 C
id
  • Internasional
  • Daerah
  • Bisnis
  • Agama
  • Keluarga
  • Kontak
  • Iklan
Amas Persada News
pasang
  • Home
  • Politik
    • All
    • Politik
    • Pemerintahan
    • Pilkada
    • Tokoh Politik
  • Pemerintahan
    • Pemerintahan
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Organisasi
Amas Persada News
Telusuri
Beranda Politik Muktamar PPP Tak Sehat, Mardi Dan Agus Saling Klaim Beda Soal Penetapan Ketua Umum Terpilih
Politik

Muktamar PPP Tak Sehat, Mardi Dan Agus Saling Klaim Beda Soal Penetapan Ketua Umum Terpilih

Redaksi APN
Redaksi APN
27 Sep, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


 Jakarta - Amas Persada News- Pernyataan pemimpin sidang bahwa peserta Muktamar PPP telah aklamasi Mardiono memperoleh polemik. Kubu Agus P menilai itu hanya klaim sepihak.


Sayidi,Pengamat Politik dari The Future Institute menyebut bila itu terjadi pembelahan di PPP pasca Muktamar akan membesar bila Mardiono kembali terpilih dengan keluarnya barisan Pro Agus P


"Ini nanti ranahnya ke Hukum mana yang diakui Pemerintah"ujar Sayidi yang juga Koordinator Poros Akar Rumput Selamatkan PPP (PARSEL PPP) yang juga Koordinator Front Massa Organisasi Pendiri PPP (FORPPP).



Seperti dikabarkan Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) telah memilih Ketua Umum yang baru. Muhammad Mardiono kembali menjabat Ketum PPP usai terpilih secara aklamasi.

"Teman-teman media yang saya hormati, pertama-tama saya ingin menyampaikan selamat kepada Pak Mardiono atas terpilihnya secara aklamasi dalam muktamar ke-10 yang baru saja kami ketuk palunya," kata pimpinan sidang, Amir Usmara, di Muktamar X PPP di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (27/9/2025).


Amir mengatakan Muktamar X PPP sempat diwarnai keributan. Namun, ia menyebut total ada 30 DPW telah sepakat untuk mengadakan pemilihan Ketua Umum dan sepakat secara aklamasi untuk menunjuk Mardiono sebagai Ketua Umum PPP.



"Kami sudah sepakat dengan seluruh DPW bahwa tadi memang kita sudah ketuk palu dan menyampaikan selamat kepada Pak Mardiono yang terpilih secara aklamasi dan kita berikan kesempatan untuk menyusun kepengurusan bersama 8 formatur yang sudah terbentuk, yaitu 5 dari DPW dan 3 dari DPP mendampingi Pak Mardiono jadi 9," ujar Amir.



Usai terpilih secara aklamasi, Mardiono berterima kasih kepada seluruh kader yang telah hadir dalam Muktamar PPP yang kesepuluh hari ini. Dia menegaskan hasil muktamar ini telah sah secara aturan internal partai.


"Di belakang saya ini ada para ketua DPW, kita ada 28 DPW, berikut dengan para ketua cabang dan sekretaris cabang, dan termasuk para pemegang hak kedaulatan, yaitu para muktamirin. Itu hampir 80 persen, semuanya menyetujui untuk kita mengambil langkah-langkah cepat agar tidak terjadi keributan yang berkepanjangan," kata Mardiono.


Mardiono juga menyebut adanya sedikit keributan saat Muktamar PPP berlangsung. Hal itu membuat para DPW yang hadir sepakat untuk mempercepat pelaksanaan Muktamar.



"Karena itu, sekali lagi saya sampaikan terima kasih juga kepada para ketua wilayah, para pengurus harian PH, kemudian juga kepada ketua SC dan SC yang sudah menyelenggarakan muktamar ini dengan sesungguhnya baik, tapi karena dicederai oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, sehingga terjadi kerihuan-keriuhan itu," ujar Mardiono.


"Namun demikian sekali lagi bahwa AD ART kita sudah mengatur bahwa setiap ada sesuatu hal, maka sudah dipayungi dengan pasal-pasal yang bisa mempercepat pelaksanaan muktamar itu sehingga mengambil keputusan yang disetujui oleh para muktamirin," sambungnya.

Sementara sebuah tulisan memperkuat polemik penetapan Mardiono jadi Ketua Umum. Berikut tulisannya ; Tidak betul Calon Ketum Muhamad Mardiono terpilih, apalagi aklamasi. Sidang-sidang Muktamar X PPP masih berlangsung hingga saat ini 22.30 WIB.


Agenda Muktamar baru selesai Sidang Paripurna IV. Sejak habis maghrib, sudah dilalui Sidang Paripurna I (Tata Tertib dan Jadwal), Sidang Paripurna II (Laporan Pertanggungjawaban DPP), Sidang Paripurna III (Pemandangan Umum DPW). Saat ini baru saja selesai Sidang Paripurna IV (Jawaban DPP atas Pemandangan Umum DPW.


Pemandangan Umum DPW dilakukan berbasis zona, seluruh ketua DPW setiap pulau maju ke depan. Video adalah sebagaimana terlampir dan acara masih berjalan.


Karena itu, selaku Ketua Majelis Pertimbangan DPP, bersama dengan Ketua Majelis Syariah KH Mustofa Aqil, Ketua Majelis Pertimbangan dan seluruh ketua DPW dan DPC se Indonesia yang masih terus menjalankan persidangan, menyatakan bahwa adanya berita sekitar pukul 21.22 WIB yang menyebutkan bahwa Mardiono terpilih secara aklamasi adalah PALSU, KLAIM SEPIHAK, TIDAK BERTANGGUNG JAWAB, dan merupakan UPAYA MEMECAH BELAH Partai Persatuan Pembangunan.


Sampai dengan saat ini persidangan masih terus berjalan sesuai dengan rancangan jadwal dan materi yang diedarkan oleh Panitia Muktamar X di bawah Mardiono. Karena itu saya meminta kepada media agar melakukan cek n ricek atas pemberitaan yang dibuat.


Adalah tidak masuk akal dan menyalahi aturan organisasi apapun, bahwa sidang paripurna I langsung menetapkan terpilihnya Ketua Umum. Jelas-jelas pada saat pidato di arena pembukaan, Mardiono diteriaki "Yang Gagal Mundur" dan "Perubahan" dari seluruh penjuru forum arena ruang sidang.



Tidaklah masuk akal, hawa penolakan yang begitu besar atas kepemimpinan Mardiono justru berakhir dengan terpilihnya Mardiono secara aklamasi.

 Yuk Kita Baca Tulisan lain soal Muktamar


Kisah Partai Ka’bah, Satu Muktamar, Dua Aklamasi


Cerita politik memang tak ada habisnya. Ndak partainya, ndak kadernya, ada saja peelnya. Kadang asyik juga jadi tontonan sambil seruput kopi tanpa gula, wak. Seperti partai Ka’bah atau PPP ini sedang menggelar Muktamar di Ancol. Simak cerita dan narasinya!


Sejarah akan mencatat, pada 27–28 September 2025, Pantai Ancol bukan hanya tempat keluarga menikmati jagung bakar, tapi juga laboratorium absurd politik. Di sana, Muktamar X PPP melahirkan bukan satu, tapi dua ketua umum sekaligus. “Lah, camane ceritenye, wak?” 


Duduk yang manis, pesan kopi agar makin seru ceritanya. Muktamar hasilkan dua pemimpin. Kembar, tapi bukan karena bayi tabung, melainkan karena aklamasi tabrakan. Bayangkan logikanya. Muhammad Mardiono diketuk palu aklamasi pada hari pertama, 27 September. Semua prosedur katanya sahih, 1.304 muktamirin, 28 DPW, mayoritas DPC, hadir, menatap AD/ART dengan penuh cinta. Palu sidang Amir Uskara pun jatuh, tok, dan jadilah Mardiono ketua umum. 


Lalu entah kenapa, keesokan dini hari, 28 September, muncullah Agus Suparmanto dengan aklamasi versi lain, dipimpin Qoyum Abdul Jabbar. Agus menunjukan KTA PPP, DPW-DPC ikut mendukung, dan… tok! lagi. Lahir ketua umum kedua. Satu muktamar, dua palu, dua aklamasi. Filosofinya? Demokrasi Indonesia ternyata punya paket buy one get one free.


Drama ini makin megah karena dibuka dengan adegan lempar kursi. Kursi, lambang kekuasaan sejati di republik ini, tidak lagi diduduki, tapi dijadikan senjata. Kursi melayang, tangan mengayun, suara teriak bercampur sholawat. Malaikat pencatat amal bingung, ini pahala apa dosa? Yang jelas, beberapa kader harus dibawa ke rumah sakit. PPP pun buru-buru berkilah, ada penyusup. Entah siapa, mungkin agen rahasia partai sebelah, atau mungkin tukang parkir yang tersesat. Laporan ke polisi pun dibuat, seolah kursi yang terbang punya KTP.


Tentu, calon lain seperti Husnan Bey Fananie dan Agus Suparmanto sebenarnya sudah disebut-sebut sejak awal. Tapi karena hanya Mardiono yang hadir secara fisik pada hari pertama, AD/ART berkata, “selamat, Anda sah.” Dua lainnya gugur otomatis, persis lomba cerdas cermat di mana peserta tak hadir dianggap nol. Namun, drama ini berubah total ketika dini hari tiba. Ternyata, di balik layar, Agus tetap bisa menyalakan mesin aklamasi sendiri. Ini seperti pertandingan sepak bola di mana wasit sudah meniup peluit, skor sudah tercatat, tapi tiba-tiba penonton turun ke lapangan, bawa bola sendiri, bikin gol lagi, lalu mengklaim piala.


Mardiono dengan khidmat meminta maaf karena PPP gagal lolos ke Senayan pada 2024. Ia bilang konflik internal penyebab utama. Agus, tentu, juga punya ambisi mulia, membawa partai kembali ke DPR. Jadi bayangkan, dua supir berebut setir mobil rusak, bensinnya habis, bannya kempes, tapi keduanya yakin bisa menyalip Ferrari.


Sebagai klimaks, PPP tetap mengundang Presiden Prabowo dan Wapres Gibran ke penutupan muktamar. Bayangkan Prabowo duduk di depan, lalu panitia memperkenalkan, “Hadirin sekalian, ini Ketua Umum PPP: Muhammad Mardiono. Dan yang ini, Agus Suparmanto. Dua-duanya sah.” Publik bengong, mungkin berharap akan ada duel tinju politik yang lebih seru dari UFC.


Kalau ditarik ke filsafat, PPP sedang menciptakan teori baru, “Aklamasi Kuantum.” Sama seperti kucing Schrödinger, dalam kotak muktamar, PPP punya dua ketua sekaligus: Mardiono hidup, Agus juga hidup. Yang mati? Logika.


Muktamar X ini bukan hanya forum politik, tapi juga seni pertunjukan. Ada drama kursi terbang, ada ritual doa malam sederhana, ada undangan elite negara, ada dua palu, dua ketua, satu partai, nol kursi DPR. Sebuah tragedi-komedi yang akan dikenang sebagai opera paling absurd dalam sejarah politik tanah air.



#camanewak

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

Via Politik
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Berita Pilihan

Gema MASYUMI RI Resmi Terbentuk, Fokus Perkokoh Akar Partai dan Usung Misi Pemenangan 2029

Redaksi APN- Februari 04, 2026 0
Gema MASYUMI RI Resmi Terbentuk, Fokus Perkokoh Akar Partai dan Usung Misi Pemenangan 2029
Gema MASYUMI RI Resmi Terbentuk, Fokus Perkokoh Akar Partai dan Usung Misi Pemenangan 2029 JAKARTA – Eksistensi Partai MASYUMI RI di kancah politik nasional…

Berita Populer

KB-PII GELAR RAKORNAS INDONESIA RAMADHAN EXPO (INRA)

KB-PII GELAR RAKORNAS INDONESIA RAMADHAN EXPO (INRA)

Januari 31, 2026
LSI (Layar Survey Indonesia) Sebut Spirit Masyumi Bangkit: "Tauhid Modern" Jadi Senjata Pamungkas Partai Masyumi RI Menuju Kejayaan

LSI (Layar Survey Indonesia) Sebut Spirit Masyumi Bangkit: "Tauhid Modern" Jadi Senjata Pamungkas Partai Masyumi RI Menuju Kejayaan

Januari 30, 2026
Masuk ke Kandang Singa : Membedah Alasan Indonesia dan 7 Negara Islam di Meja Perundingan AS

Masuk ke Kandang Singa : Membedah Alasan Indonesia dan 7 Negara Islam di Meja Perundingan AS

Januari 31, 2026

Recent Comments

Berita Pilihan

Geger! "Sindiran Maut" Nandang Burhanudin: Tamparan Keras untuk Retorika Langit Ketum Partai Gelora Anis Matta?

Geger! "Sindiran Maut" Nandang Burhanudin: Tamparan Keras untuk Retorika Langit Ketum Partai Gelora Anis Matta?

Desember 20, 2025
Kisah Nyatanya : Pertolongan Allah Bertubi-Tubi Setelah Menghapus Pemajangan Gambar Bernyawa

Kisah Nyatanya : Pertolongan Allah Bertubi-Tubi Setelah Menghapus Pemajangan Gambar Bernyawa

Desember 20, 2025
GUNCANG DHAKA! Nama Muhammad Qasim Meledak di Twitter (X) Bangladesh Saat Perayaan Hari Kemenangan 16 Desember

GUNCANG DHAKA! Nama Muhammad Qasim Meledak di Twitter (X) Bangladesh Saat Perayaan Hari Kemenangan 16 Desember

Desember 17, 2025

Trending News

KB-PII GELAR RAKORNAS INDONESIA RAMADHAN EXPO (INRA)

KB-PII GELAR RAKORNAS INDONESIA RAMADHAN EXPO (INRA)

Januari 31, 2026
LSI (Layar Survey Indonesia) Sebut Spirit Masyumi Bangkit: "Tauhid Modern" Jadi Senjata Pamungkas Partai Masyumi RI Menuju Kejayaan

LSI (Layar Survey Indonesia) Sebut Spirit Masyumi Bangkit: "Tauhid Modern" Jadi Senjata Pamungkas Partai Masyumi RI Menuju Kejayaan

Januari 30, 2026
Masuk ke Kandang Singa : Membedah Alasan Indonesia dan 7 Negara Islam di Meja Perundingan AS

Masuk ke Kandang Singa : Membedah Alasan Indonesia dan 7 Negara Islam di Meja Perundingan AS

Januari 31, 2026
Amas Persada News

About Us

Amas Persada News Menyajikan Berita Akurat dan Terpercaya, Enak dibaca dan Mendobrak Fakta

Contact us: amaspersadanews@gmail.com

Follow Us

© Copyright Amas Persada News 2024 apn
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Sanggah/Jawab
  • Iklan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kontak