80 TAHUN, "Bola Raksasa Semangat Indonesia Untuk Dunia"
Keterangan Gambar : Abdullah Amas (Kiri) bersama Sayyid Muhammad Qasim
Oleh : Abdullah Amas
Hujan yang mengiringi perayaan Kemerdekaan hari ini sejatinya membisikkan yang ada hanya memerlukan kerja sedikit lebih keras dan lebih sabar lagi. Perjuangan yang semakin dekat dengan kemajuan dan perubahan cepat Indonesia akan menjadi gelombang kolektif "tenaga dalam" segenap rakyat Indonesia bila kita benar-benar memenangkan Pancasila terutama sila Ketuhanan Yang Maha Esa yang atas Rahmannya Kita berhasil melewati tikungan-tikungan tak terduga terhadap berbagai tantangan eksistensi sebagai eksistensi NKRI
Raksasa Intelektual Dunia kini sejatinya adalah elite-elite Bangsa yang ada di Indonesia dimana Indonesia harus menjawab tantangan bahwa sudah gilirannya Indonesia menjadi bagian sangat utama kepemimpinan Dunia. Ulang Tahun Indonesia harus kita hadiahkan menjadi spirit menata ulang Taman Dunia yang penuh keadilan, kesejahteraan dan diberkahi Tuhan Yang Maha Esa.
Harus ada dua atau tiga kali lipat semangat melebihi semangat Soekarno, semangat Tan Malaka, Semangat syahrir, Semangat HOS Tjokroaminoto, Semangat yang lebih menggelora dimasa lalu karena tantangan kita jauh lebih besar dan dashyat. Dan semoga Allah mendekatkan kita anak muda yang disiapkannya Membuat Indonesia menjadi Tim Inti Kepemimpinan Dunia dua atau tiga tahun lagi, yaitu Kepemimpinan bagi Dunia yang Baru dan lebih mendamaikan serta mensejahterakan serta memberi makna terbaik hadirnya Indonesia yang diproklamasikan 80 Tahun Lalu.
Dulu Soekarno berpidato di acara HUT RI kala situasi revolusi kian tak terkendali, dia bertanya akan tenggelamkah kita akankah kita mulai runtuh dan ambruk. Hari ini kita menjawab : TIDAK !! Bahkan Raksasa Indonesia kini terus bergerak bersujud kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk menyembuhkan dirinya sekaligus mengeluarkan semua kekuatan tersembunyinya dengan penuh air mata haru untuk menjadi dokter utama menyembuhkan dunia dan memberi kesembuhan bagi keadilan dan memang untuk itulah Indonesia ditakdirkan ada, ciri-ciri Allah akan menurunkan keadilan dan keberkahan pada dunia adalah Hadirnya kembali kian kuat peran Indonesia kita.
Kisah sukses Amalkan Amalan Sayyid Qasim dikutip FB Muhammad Akbar Ismail ;
Dari dulu kita sering mendengar bahwa akan ada masa dimana tidak ada lagi orang miskin yang mau menerima sedekah, karena pada masa itu sudah tidak ada lagi orang miskin, semuanya makmur dan kaya.
Pernahkah bertanya, apa sebab semua orang pada masa itu tidak ada orang miskin lagi?
Saya menemukan jawabannya bahkan membuktikan sendiri dari petunjuk yang disampaikan oleh Muhammad Qasim.
Saya yakin, siapapun yang benar sungguh-sungguh mengamalkan ini maka Allah tidak akan membiarkannya tetap kesusahan terutama dalam hal kebutuhan hidup.
Izinkan saya ceritakan kondisi saya yang lebih dari setahun terakhir hanya berada di rumah 24 jam karena kondisi fisik yang lemah. Namun Allah selalu memberikan saya kecukupan, bahkan lebih dari itu, saya tidak pernah kehabisan uang, selalu Allah datangkan peluang meski setiap hari hanya berada di rumah. Bahkan, saya tidak pernah menyuruh istri saya untuk menggantikan saya mencari nafkah.
Tidak ada amalan khusus yang saya kerjakan, saya hanya mengikuti petunjuk yang disampaikan Muhammad Qasim yaitu tidak membiarkan gambar makhluk bernyawa yang tidak saya perlukan terpajang atau terlihat pandangan mata.
Namun, jika memang sedang diperlukan tidak mengapa semisal mainan anak, KTP, uang dan lain sebagainya, yang terpenting setelah selesai segera di simpan ditempat yang tertutup.
Mungkin, hal itulah yang menjadi sebab malaikat Rahmat singgah di dalam rumah, sehingga segala yang saya butuhkan selalu Allah penuhi.
Dari situlah saya meyakini, bahwa pada masa dimana tidak ada lagi ditemui orang miskin, disebabkan oleh kesadaran setiap muslim untuk menyingkirkan/menyembunyikan gambar makhluk bernyawa yang tidak diperlukan, sehingga setiap muslim selalu mendapatkan pertolongan Allah berupa dipenuhinya segala yang mereka butuhkan.
Jadi dimasa depan, menghindari gambar dan patung mahluk bernyawa bukan lagi dianggap sebuah kewajiban lagi melainkan menjadi kebutuhan setiap muslim.


Posting Komentar