Jaringan Alumni Muda HMI Pasang Badan Bela Pabrik China Di Bangkalan Madura, Sebut Bangkalan Tanah Berkah Dan Diberkahi
Ketua Umum Jaringan Alumni Muda Himpunan Mahasiswa Islam (JAM-HMI) Abdullah Amas mendukung adanya Pabrik Cina di Bangkalan Madura.
"Bangkalan adalah Kabupaten yang sumber daya alamnya melimpah dan dikelola oleh Pertamina WMO, juga datangnya Pabrik dari China yang bakal dibangun di Bangkalan barangkali tanda-tanda Allah memberkahi Bangkalan yang selama ini rela kekayaan alamnya dikelola oleh Negara"tegas Amas
Amas memuji pengusaha asal Madura yang membangun di Madura Akhmad Maruf Maulana yang berhasil membawa pabrik China ke Bangkalan Madura. "Kita tahu dedikasi Maruf Maulana buat Madura selama ini dan kita dukung sepenuhnya Industrialisasi di Madura sebagai lompatan jauh Madura kalau bisa Madura seperti Gresik dan Karawang"tegas Amas
Amas menyebut ada kekuatan rakyat dibalik rencana ini dilihat dari gelombang masif dukungan rakyat bagi Pabrik China di Bangkalan Madura
Ya, Langkah ekspansi industri global kembali menemukan jalurnya di pesisir Pulau Garam. Kali ini, rencana pembangunan pabrik asal Tiongkok di Kabupaten Bangkalan, Madura, memantik diskursus publik setelah mendapat dukungan terbuka dari kalangan intelektual muda. Di tengah dinamika investasi asing yang kerap menuai pro dan kontra, Jaringan Alumni Muda Himpunan Mahasiswa Islam (JAM-HMI) secara tegas menyatakan keberpihakannya pada proyek industrialisasi tersebut.
Narasi "Tanah Berkah" dan Lompatan Ekonomi Regional
Ketua Umum JAM-HMI, Abdullah Amas, memandang masuknya korporasi asal Tiongkok ke Bangkalan sebagai sebuah momentum historis yang patut disambut positif. Menurutnya, wilayah yang selama ini dikenal sebagai salah satu penyangga energi nasional—melalui pengelolaan sumber daya alam oleh Pertamina WMO—sudah saatnya bertransformasi menjadi kawasan industri mandiri.
"Bangkalan adalah Kabupaten yang sumber daya alamnya melimpah dan dikelola oleh Pertamina WMO, juga datangnya pabrik dari China yang bakal dibangun di Bangkalan barangkali tanda-tanda Allah memberkahi Bangkalan yang selama ini rela kekayaan alamnya dikelola oleh negara," ujar Amas.
Bagi JAM-HMI, kehadiran pabrik baru ini bukan sekadar urusan penanaman modal asing (PMA), melainkan sebuah eskalasi strategis untuk mendongkrak kesejahteraan lokal. Amas bahkan secara terbuka memproyeksikan agar Bangkalan dapat mengejar ketertinggalan dan meniru jejak sukses kawasan industri mapan seperti Gresik atau Karawang di Jawa Barat, yang sukses bertransformasi berkat roda pabrik dan manufaktur.
Apresiasi untuk Peran Tokoh Lokal
Di balik realisasi investasi tersebut, Amas turut memberikan apresiasi tinggi kepada figur pengusaha asal Madura, Akhmad Maruf Maulana. Tokoh lokal ini dinilai memiliki rekam jejak dedikasi yang kuat dalam menjembatani kepentingan ekonomi regional, hingga akhirnya mampu meyakinkan investor Tiongkok untuk menanamkan modalnya di bumi Madura.
"Kita tahu dedikasi Maruf Maulana buat Madura selama ini, dan kita dukung sepenuhnya industrialisasi di Madura sebagai lompatan jauh Madura," tambahnya.
Lebih lanjut, pihak JAM-HMI mengklaim bahwa langkah strategis ini turut didorong oleh aspirasi akar rumput. Mereka menilai gelombang dukungan dari masyarakat sekitar kian masif seiring harapan terciptanya lapangan kerja baru serta penggerak roda ekonomi kerakyatan di sekitar kawasan pabrik.
Narasi optimisme industrialisasi ini dinilai JAM-HMI akan sesuai dengan Keyakinan akan fakta Transparansi, kajian dampak lingkungan (AMDAL), serta komitmen penyerapan tenaga kerja lokal agar kehadiran korporasi asing ini benar-benar membawa kemaslahatan nyata bagi masyarakat Bangkalan secara berkelanjutan.
Putra Madura
PUTRA MADURA Akhmad Ma'ruf 👍Maulana sosok dibalik berperan dalam rencana relokasi sejumlah klaster pabrik asal China ke Pulau Madura, Jawa Timur. Keterlibatan tersebut diwujudkan dalam rencana realokasi pabrikan China ke Bangkalan.
Akhmad Makruf merupakan pengusaha asal Madura, ia lahir dan tumbuhdi Kangean Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Sebelum meraih kesuksesan di dunia usaha, ia pernah bekerja sebagai kuli bangunan dan kernet bus. Berbekal kerja keras dan ketekunan, ia kemudian membangun bisnis hingga berkembang menjadi perusahaan berskala nasional dan internasional.
Saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) periode 2025–2029 sekaligus Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia. Ia juga dikenal sebagai pendiri dan pemilik Wiraraja Group, kelompok usaha yang bergerak di bidang industri dan energi.
Ia juga menjabat sebagai Presiden Direktur sekaligus pemilik Wiraraja Group, termasuk mengembangkan proyek strategis Wiraraja Madura Industrial Estate yang menjadi salah satu kawasan industri unggulan di Madura.
Akhmad Ma'ruf Maulana menjadi salah satu tokoh yang berperan dalam rencana relokasi sejumlah klaster pabrik asal China ke Pulau Madura, Jawa Timur. Keterlibatan tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Wiraraja Madura International, perusahaan yang dipimpinnya, dengan Guangzhou Zhanjiang Industrial Transfer Cooperation Park Management Committee pada Agustus 2026.
Meskipun bukan pejabat publik seperti halnya anggota DPR RI, perannya dalam membangun ekonomi Madura patut diacungi jempol. Akhmad Makruf telah lama berkarir diluar Madura dan saat ini ia sedang memimpin proyek besar membangun kawasan ekonomi pabrikan di Madura.



Posting Komentar