Olah-Olah Amas di HMI: Mulai Ke Anas Urbaningrum Sampai Menteri Era SBY
Langkah kaki Anas Urbaningrum, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR-RI kala itu, mendadak terhenti di lorong gedung Nusantara I, kompleks parlemen, Senayan. Di hadapannya, seorang mahasiswa bersemangat—Abdullah Amas, kader HMI komisariat yang baru menginjak semester awal—nekat mencegat jalannya persis di dekat lift menuju ruang Fraksi Partai Demokrat di lantai 9.
Dengan tetap tenang meski terlihat sibuk Anas mempersilahkan Amas mengikutinya meski justru Anas terus bergerak cepat karena saking sibuknya, Amas tergopoh-gopoh saat itu mengikuti Anas dari belakan. Di tengah antrean tamu penting yang sudah menunggu sejak pagi, politisi senior itu melontarkan kalimat yang mencairkan suasana.
"Ini ada Kyai jadi didahulukan," ucap Anas kepada para tamu yang justru datang paling awal. Lantaran Amas membawa almamater hijau-hitam HMI di dadanya, sang ketua fraksi pun memberikan keistimewaan untuk langsung masuk. Tamu-tamu lain terlihat para pengurus Demokrat di berbagai tingkatan.
Bagi Amas, perjumpaan dengan tokoh-tokoh sentral negeri bukanlah hal yang membuat ciut nyali. Semasa aktif di HMI, ia dikenal tak pernah ragu menyatroni para pejabat tinggi di pusat kekuasaan demi kelangsungan organisasi.
M.S. Kaban, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kehutanan Republik Indonesia, pernah ia tunggu selama berjam-jam di kantor Kementerian Kehutanan. Dari pagi menjelang siang, berputar hingga matahari tenggelam dan azan Maghrib berkumandang, Amas sabar menanti di ruang tunggu. Semua itu dilakoni bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan demi mencari sokongan logistik dan pembiayaan kegiatan HMI di tingkatan yang sedang ia ada di sktruktur saat itu.
Bagi seorang Amas, jejaring nasional bukan sekadar deretan nomor kontak di dalam buku harian atau gawai. Lebih dari itu, jejaring adalah sebuah ikhtiar gigih untuk mengenalkan kapasitas diri, merawat asa organisasi, dan pelan-pelan merajut ikatan batin yang kuat dengan para pengambil kebijakan di ring satu kekuasaan.
Karirnya melesat cepat di tataran elite pusat kala mengikuti Pesan Al-Mubasyirat Muhammad Qasim. Sebuah amalan yang membuatnya semakin didengar lingkaran elite Pusat
Kapasitas Amas banyak diketahui sejumlah Tokoh Nasional. Mulai Agung Mozin, Prof. Yusril Ihza Mahendra, Khofifah dan lainnya yang berhubungan baik bahkan Prof. Yusril berkali-kali mengunggah tulisan artikel yang dibuat Abdullah Amas



Posting Komentar