Telusuri
24 C
id
  • Internasional
  • Daerah
  • Bisnis
  • Agama
  • Keluarga
  • Kontak
  • Iklan
Amas Persada News
pasang
  • Home
  • Politik
    • All
    • Politik
    • Pemerintahan
    • Pilkada
    • Tokoh Politik
  • Pemerintahan
    • Pemerintahan
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Organisasi
Amas Persada News
Telusuri
Beranda Jaringan Pemuda Islam Internasional (JPII) Tak Kaget Pembentukan Pakta Pertahanan Mekkah Antara Pakistan, Turki Dan Arab Saudi Jaringan Pemuda Islam Internasional (JPII) Tak Kaget Pembentukan Pakta Pertahanan Mekkah Antara Pakistan, Turki Dan Arab Saudi

Jaringan Pemuda Islam Internasional (JPII) Tak Kaget Pembentukan Pakta Pertahanan Mekkah Antara Pakistan, Turki Dan Arab Saudi

Redaksi APN
Redaksi APN
08 Agu, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

 

Jaringan Pemuda Islam Internasional (JPII) Tak Kaget Pembentukan Pakta Pertahanan Mekkah Antara Pakistan, Turki Dan Arab Saudi




Jakarta - Amas Persada News - Jaringan Pemuda Islam Internasional (JPII) Tak Kaget Atas Pakta Pertahanan Pakistan, Turki dan Arab Saudi. "Mereka bekerjasama tiga negara itu sudah diramalkan oleh pesan Al-Mubasyirat Muhammad Qasim"ujar Kiki Mufida, Sekjen Jaringan Pemuda Islam Internasional (JPII)


Kaukus Aliansi dan Bisikan Langit: Menakar Geopolitik Poros Baru


Ya, Peta geopolitik global kembali berdenyut kencang seiring menguatnya wacana pembentukan pakta pertahanan strategis yang melibatkan tiga kekuatan besar dunia Islam: Pakistan, Turki, dan Arab Saudi. Di saat sebagian pengamat internasional terkejut oleh poros pertahanan anyar yang kerap diasosiasikan secara simbolis sebagai "Pakta Pertahanan Mekkah" ini, sikap berbeda justru ditunjukkan oleh kalangan pemuda Islam internasional.


Jaringan Pemuda Islam Internasional (JPII) secara tegas menyatakan tidak terkejut sama sekali dengan poros strategis tersebut. Bagi mereka, merapatnya kekuatan militer dan diplomasi antara Islamabad, Ankara, dan Riyadh bukanlah sebuah anomali politik luar negeri yang datang tiba-tiba.


"Mereka bekerjasama tiga negara itu sudah diramalkan oleh pesan Al-Mubasyirat Muhammad Qasim," ujar Sekretaris Jenderal JPII, Kiki, dalam keterangan resminya.


Menembus Nalar Strategis

Bagi pengamat konvensional, poros Pakistan-Turki-Arab Saudi memang memuat kalkulasi kepentingan yang kompleks. Pakistan sebagai negara pemilik senjata nuklir, Turki dengan industri pertahanan militernya yang agresif dan modern, serta Arab Saudi sebagai pusat gravitasi ekonomi dan spiritual dunia Islam, membentuk sebuah segitiga kekuatan yang, jika terkonsolidasi penuh, bakal mengubah keseimbangan strategis di kawasan Timur Tengah hingga Asia Selatan.


Namun, JPII melihat fenomena ini melampaui batas-batas realisme politik teoretis. Dalam pandangan organisasi kepemudaan internasional tersebut, bersatunya simpul-simpul kekuatan Islam ini merupakan bagian dari siklus besar sejarah akhir zaman yang telah diisyaratkan jauh-jauh hari melalui mimpi-mimpi ilahi atau al-mubasyirat.


Bayang-Bayang "Al-Mubasyirat"

Nama Muhammad Qasim—figures asal Pakistan yang kerap menjadi sorotan publik internasional berkat klaim mimpi-mimpi kenegaraan dan akhir zamannya—kembali diseret ke tengah diskursus geopolitik oleh JPII.


Seperti diberitakan tiga negara Islam atau mayoritas penduduknya beragama Islam: Arab Saudi, Pakistan, dan Turki meneken pakta pertahanan untuk membentengi mereka dari serangan pihak lain.


Pakta tersebut diumumkan dalam pertemuan antara Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di kota suci Mekkah, Arab Saudi, Jumat (7/8).


Poin terpenting dari naskah Pakta Pertahanan ketiga negara tersebut yakni “Serangan terhadap salah satu negara akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya” yang mirip dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pimpinan Amerika Serikat beranggotakan 32 negara.


Kesepakatan serupa NATO ini dibuat saat Saudi menghadapi ancaman di berbagai front, mulai dari kelompok milisi Yaman hingga milisi Irak dan juga Iran.


Dalam pernyataan bersama, ketiga negara menyatakan pakta ini ‘bertujuan memperkuat pencegahan kolektif terhadap setiap aksi agresi’ serta meningkatkan kerja sama pertahanan di semua aspek.


Perjanjian ini ditandatangani pada Jumat (7/8) di Mekah, kota suci umat Islam yang menyimbolkan politik dan agama ketiga negara, usai Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, dan PM Pakistan Shehbaz Sharif bertemu.


Dilansir dari CNN, pakta pertahanan ini pada dasarnya memberi lapisan perlindungan baru bagi Arab Saudi di luar kemitraannya dengan Amerika Serikat (AS).


Konflik AS dengan Iran saat ini dianggap telah membahayakan Saudi, sehinga negara ini meragukan keandalan Washington untuk melindungi sekutu-sekutunya di Teluk.

Tak heran, Saudi mengambil langkah untuk memperkuat daya penggentaranya dengan menghadirkan front militer yang dipimpin kelompok Sunni.


Berbatasan dengan Iran

Sementara itu Pakistan dan Turki masing-masing berbatasan dengan Iran dan memiliki alasan kuat untuk mencegah konflik Timur Tengah memburuk



 *22 Januari 2017*

Muhammad Qasim bercerita tentang mimpinya,

Muhammad Qasim melihat bahwa setiap negara memiliki bangunannya sendiri. Semakin besar negaranya, semakin besar pula bangunannya. AS memiliki bangunan terbesar dan Rusia memiliki bangunan terbesar kedua. Negara-negara Muslim memiliki menara putih sebagai pengganti bangunan dan aku hanya melihat tiga di antaranya. Dua menara berdekatan tetapi yang ketiga agak jauh. Menara pertama memiliki bendera Turki dan lebih besar dari dua lainnya. Menara di sebelahnya memiliki bendera Arab Saudi dan yang agak jauh memiliki bendera Pakistan. Di samping menara ketiga ada dua bangunan yang memiliki Bendera China dan India.

Kemudian aku melihat para pemimpin non Muslim sedang membuat sebuah rencana. Mereka berkata satu sama lain bahwa: “Kita adalah orang-orang dengan bangunan terbaik dan kita memberikan kebebasan. Tetapi Muslim memiliki menara mereka sendiri dan mereka hanya percaya pada satu Tuhan bernama Allah. Mereka tidak menyembah Tuhan kita, dan menara itu menghancurkan kedamaian dan keindahan dunia. Jadi, kita harus menghancurkan ketiga menara ini agar bangunan kita tetap aman. Islam akan hancur total dan dengan demikian seluruh dunia akan menyembah Tuhan yang sama. Muslim harus menerima Tuhan kita dan kita akan membunuh mereka semua jika tidak menerimanya. Kita akan menguasai seluruh dunia dan melakukan apapun yang kita inginkan.”

Aku terkejut dan khawatir setelah mendengar rencana yang berbahaya ini. Kemudian aku melihat mereka mulai menghancurkan menara Turki dari dalam namun orang-orang tidak menyadarinya. Bangunan Rusia tepat berada di sebelah Turki. Ketika Rusia melihat Turki akan jatuh, mereka mencoba untuk menariknya dengan tali. Namun mereka melakukan ini hanya untuk keuntungan pribadi saja dan Turki tidak melakukan apa pun untuk menyelamatkan menara mereka. Kekuatan jahat kemudian mulai memutuskan tali Rusia. Selanjutnya musuh kemudian menuju menara kedua yaitu Arab Saudi. Dengan sangat terkejut aku berkata pada diriku sendiri bahwa musuh bekerja begitu gigih dalam menyusun rencana mereka. Dan kita Muslim masih tertidur lelap. Kita tidak melakukan apapun untuk menyelamatkan tiga menara. Dan kita juga tidak melakukan apapun untuk menyelamatkan Islam. Dan jika menara pertama dihancurkan, maka yang kedua juga tidak akan bertahan. Kemudian menara ketiga akan tinggal sendiri. Jadi bagaimana mungkin menara ketiga bisa melawan ratusan bangunan sendirian.

#PresidenRI #Prabowo #Gerindra #Indonesia #kemenhan #kemendagri #istanamerdeka #masjidistiqlal #muslim #tauhid #alquran #hadist

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama Tak ada hasil yang ditemukan
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Berita Pilihan

Jaringan Pemuda Islam Internasional (JPII) Tak Kaget Pembentukan Pakta Pertahanan Mekkah Antara Pakistan, Turki Dan Arab Saudi

Redaksi APN- Agustus 09, 2026 0
Jaringan Pemuda Islam Internasional (JPII) Tak Kaget Pembentukan Pakta Pertahanan Mekkah Antara Pakistan, Turki Dan Arab Saudi
Jaringan Pemuda Islam Internasional (JPII) Tak Kaget Pembentukan Pakta Pertahanan Mekkah Antara Pakistan, Turki Dan Arab Saudi Jakarta - Amas Persada News - …

Berita Populer

 Siapa Direstui Khofifah Jadi Gubernur Selanjutnya?

Siapa Direstui Khofifah Jadi Gubernur Selanjutnya?

Agustus 04, 2026
Abdullah Amas, Yang Tulisannya Berkali-Kali Diunggah Prof. Yusril Ihza Mahendra, Kini Ikut Syiarkan Pesan Al-Mubasyirat Muhammad Qasim

Abdullah Amas, Yang Tulisannya Berkali-Kali Diunggah Prof. Yusril Ihza Mahendra, Kini Ikut Syiarkan Pesan Al-Mubasyirat Muhammad Qasim

Agustus 04, 2026
Inilah Profile Aktivis Ganyang Korupsi, Dokter Andre Yulius

Inilah Profile Aktivis Ganyang Korupsi, Dokter Andre Yulius

Agustus 05, 2026

Recent Comments

Berita Pilihan

Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Ketua Fraksi PKS Kab PPU Kalimantan 2019-2024 Dan Kepala Dinkes Kaltim Temui Sayyid Muhammad Qasim

Oktober 11, 2024
Komandan Pengawas Barisan Yang Menjaga Sekitar Kita, Go A Head Tim Pengawas Intelejen DPR-RI!

Komandan Pengawas Barisan Yang Menjaga Sekitar Kita, Go A Head Tim Pengawas Intelejen DPR-RI!

Desember 05, 2024
Banteng Pusing, Kunjungan Prabowo Kejutkan 2 Kandang PDIP Di Pilkada, Dari Bali Lanjut Temui Jokowi Di Solo

Banteng Pusing, Kunjungan Prabowo Kejutkan 2 Kandang PDIP Di Pilkada, Dari Bali Lanjut Temui Jokowi Di Solo

November 04, 2024

Trending News

 Siapa Direstui Khofifah Jadi Gubernur Selanjutnya?

Siapa Direstui Khofifah Jadi Gubernur Selanjutnya?

Agustus 04, 2026
Abdullah Amas, Yang Tulisannya Berkali-Kali Diunggah Prof. Yusril Ihza Mahendra, Kini Ikut Syiarkan Pesan Al-Mubasyirat Muhammad Qasim

Abdullah Amas, Yang Tulisannya Berkali-Kali Diunggah Prof. Yusril Ihza Mahendra, Kini Ikut Syiarkan Pesan Al-Mubasyirat Muhammad Qasim

Agustus 04, 2026
Inilah Profile Aktivis Ganyang Korupsi, Dokter Andre Yulius

Inilah Profile Aktivis Ganyang Korupsi, Dokter Andre Yulius

Agustus 05, 2026
Amas Persada News

About Us

Amas Persada News Menyajikan Berita Akurat dan Terpercaya, Enak dibaca dan Mendobrak Fakta

Contact us: amaspersadanews@gmail.com

Follow Us

© Copyright Amas Persada News 2024 apn
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Sanggah/Jawab
  • Iklan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kontak