Belajaraya Jakarta 2026 Hadir di Hari Pendidikan Nasional, Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Ekosistem Pendidikan yang Lebih Inklusif
Belajaraya Jakarta 2026 Hadir di Hari Pendidikan Nasional, Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Ekosistem Pendidikan yang Lebih Inklusif
Jakarta, 2 Mei 2026 — Setelah sebelumnya hadir di berbagai kota seperti Bali, Bandung, Makassar, Semarang, Surabaya, dan Kupang, rangkaian Belajaraya akan mencapai puncaknya di Jakarta melalui penyelenggaraan di Taman Ismail Marzuki. Momentum Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mel 2026 menegaskan peran Belajaraya Jakarta sebagai ruang kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ekosistem pendidikan Indonesia yang lebih inklusif, relevan, dan berkelanjutan.
Tema 'Merayakan Kerja Barengan untuk Ekosistem Pendidikan" diangkat untuk mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama menjawab tantangan pendidikan yang masih perlu diperjuangkan di Indonesia. Kesenjangan akses belajar, kualitas pembelajaran yang belum merata, hingga kebutuhan keterampilan baru di tengah perubahan zaman menjadi tantangan yang membutuhkan pendekatan kolektif dan terintegrasi. Lewat Belajaraya, publik diajak melihat bahwa perubahan pendid'kan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan melalui kolaborasi nyata antara pendidik, mund, komunitas, pemerintah, sektor swasta, dan media.
Pada sesi konferensi pers 21 April 2026 lalu, Najelaa Shihab, Pendidik & Inisiator Jaringan Semua Murid Semua Guru, menyoroti Belajar Raya tahun ini sebagai tonggak penting dalam perkembangan gerakan pendidikan berbasis komunitas di Indonesia. Pertama kalinya, kegiatan imi hadir di sembilan kota melampaui capaian sebelumnya yang umumnya hanya menjangkau enam kota sejak dimulai pada 2015. Perluasan ini, menurutnya, menjadi sinyal kuat bahwa inisiatif pendidikan tidak lagi terpusat di kota besar, melainkan mulai tumbuh di berbagai daerah, termasuk wilayah baru seperti Kupang yang menunjukkan karakter Belajar Raya sebagai gerakan regional yang inklusif.
"Di jaringan Semua Murid Semua Guru (SMSG), Komunitas dan organisasi pendidikan melakukan Inovasi di ratusan kota dan kabupaten, melalui berbagai klaster kerja yang meliputi hterasi, kepemimpinan dan kepemudaan, karakter, pengembangan guru, keluarga, teknologi pendidikan, pendidikan bagi kelompok marginal, lingkungan, seni, pendidikan inklusif, pendidikan lainya, antikorupsi, toleransi, kesehatan, serta riset. Seluruh kegiatan para penggerak di SMSG, mendefinisikan ulang makna pendidikan melampaui ekoststem persekolahan, serta mengintegrasikan langkah secara kolektif guna memperbesar dampak pendidikan untuk mewujudkan perubahan masyarakat dan perbaikan dunia," jelas Najelaa.
Rangkaian ini ditutup melalui Ngobrol Publik #6 bertema “Indonesia 2045: Mimpi Besar, dan Kerja Kolektif" dengan menghadirkan Purbaya Yudhi Sadewa dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia", Najelaa Shihab sebagai Dewan Pembina dan Pendiri PSPK, serta Mandira Bienna Elmir, Ketua Yayasan Forum Indonesia Muda, dengan moderator Hety Nurcahyarini dari Guru Belajar Foundation. Diskusi ini menyoroti peran pendidikan sebagai fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia Emas melalui kerja kolektif yang melibatkan berbagai pihak secara berkelanjutan.
Selain diskusi publik, Belajaraya Jakarta juga dimeriahkan oleh penampilan musisi Tanah Air seperti Tompi, Andien, Endah & Rhesa, serta Dere yang menghadirkan pengalaman belajar yang lebih inklusif, ekspresif, dan menyenangkan.
Kelas Belajar menjadi ruang berbagi yang digerakkan langsung oleh Komunitas dan Organisasi Pendidikan (KOP) melalui praktik-praktik baik yang kontekstual. Sementara itu, Booth Komunitas dan Pameran Karya menghadirkan berbagai inisiatif nyata dari beragam daerah di Indonesia, sehingga publik dapat melihat secara langsung bagaimana komunitas pendidikan berkontnbusi menjawab tantangan pendidikan sesuai kebutuhan dan konteks masing-masing wilayah.
Keterlibatan KOP dalam Belajaraya merepresentasikan 15 klaster kerja dalam jaringan SMSG, meliputi literasi, kepemimpinan dan kepemudaan, karakter, pengembangan guru, keluarga, teknologi pendidikan, pendidikan bagi kelompok marginal, lingkungan, seni, pendidikan inklusif, pendidikan lainnya, antikorupsi, toleransi, kesehatan, serta riset. Seluruh upaya ini mencerminkan gerakan yang mendefinisikan ulang makna pendidikan melampaui persekolahan sekaligus memperkuat dampak pendidikan bagi perubahan masyarakat.
Penyelenggaraan Belajaraya Jakarta 2026 terlaksana berkat dukungan berbagai mitra lintas sektor, antara lain Paragon, Sekolah.mu, Bank Indonesia, Canva, Keluarga Kita, Komdigi, Pertamina, Living English, Liberta, Nutnfood, serta SEI Indonesia.
Belajaraya hadir sebagai festival pendidikan yang diinisiasi oleh jamngan Semua Murid Semua Guru (SMSG) sejak 2016. Hingga saat ini, lebih dari 1.000 Komunitas dan Organisasi Pendidikan (KOP) tergabung dalam gerakan ini untuk memperkuat jejaring, berbagi praktik baik, serta mendorong kolaborasi yang berdampak bagi pendidikan Indonesia.


Posting Komentar