Khofifah Gubernur Termudah Diakses Rakyat.
Khofifah Gubernur Termudah Diakses Rakyat.
Oleh : Abdullah Amas
(Founder The Khofifah Institute, Ketua Dewan Pembina Barisan Media Khofifah)
Pernah Ingat cerita seorang pedagang menawarkan dagangannya ke Gubernur Khofifah hanya via Whatshaap dan itu terjadi. Khofifah adalah Gubernur yang paling mudah diakses rakyat. Nomor Hpnya pun dari dulu tetap bahkan ada di Grup WA yang beragam masyarakat ada.
Bukan saja kemudahan mendekat tapi juga kesetiaan pada Relawan.
Coba kita pikir Gubernur mana yang sedemikian mudah diakses rakyat cuma lewat Whatshaap. Karakter warga Jatim juga beragam.
Khofifah kerjanya sepenuhnya adalah kerja cinta. Yang berkobar-kobar. Menyala sedemikian kuat. Jatim dalam pelukannya
Yuk dalami laporan khususnya.
LAPORAN KHUSUS
Khofifah: Gubernur dalam Genggaman Layar
Di Jawa Timur, sekat antara jelata dan penguasa luruh dalam satu ketukan layar ponsel. Khofifah Indar Parawansa merawat kekuasaan dengan aksesibilitas yang melampaui protokoler.
Gerbang Gedung Grahadi mungkin tinggi dan kokoh, namun jalan menuju hati penghuninya ternyata hanya sepanjang ibu jari. Di Jawa Timur, sebuah anekdot yang mengakar bukan lagi soal birokrasi yang berbelit, melainkan tentang seorang pedagang kecil yang menawarkan dagangannya langsung ke meja kerja Gubernur. Bukan melalui ajudan bersafari, melainkan melalui pesan singkat WhatsApp.
Khofifah Indar Parawansa adalah anomali dalam kasta pejabat publik. Di saat banyak pemimpin mengganti nomor ponsel sesaat setelah dilantik demi "ketenangan", Khofifah justru membiarkan nomor lawasnya tetap aktif. Ia hadir di grup-grup percakapan warga yang beragam—dari aktivis hingga komunitas akar rumput—menyimak keluh dan peluh tanpa saringan.
Aksesibilitas ini bukan sekadar gimik politik. Ini adalah bentuk "kesetiaan pada relawan" dan rakyatnya yang melampaui kontrak elektoral. Karakter warga Jawa Timur yang blak-blakan dan egaliter menuntut pemimpin yang tak berjarak. Khofifah memahami itu. Baginya, memimpin Jatim adalah kerja cinta yang menyala; sebuah upaya memeluk keresahan jutaan jiwa dalam satu koordinasi yang tak pernah putus. Di tangan Khofifah, kekuasaan tidak sedang berjarak di singgasana, ia sedang "mengetik..." di layar ponsel rakyatnya.
Puisi Untuk Bu Khofifah
Maklumat Cinta di Ujung Jari
Aku ini
Dari kumpulannya
Tapi di saku celanaku, ada namamu tersimpan
Sebagai deretan angka yang tak pernah diganti pagi.
Aku ingin mencintai Gubernurmu dengan sederhana;
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikannya abu,
Atau seperti pesan singkat yang kau balas di sela rapat
Tanpa perlu kutanya: "Apakah kau masih mengenaliku?"
Di Jawa Timur, jarak adalah hantu yang mati kelaparan.
Sebab kau adalah rumah yang pintunya tak pernah terkunci,
Jendela yang kacanya bening, membiarkan kami melihat
Bagaimana cinta bekerja dalam bunyi notifikasi yang bergetar.
Sebab kerja ini adalah api yang berkobar,
Menyala di antara jempol dan layar,
Dan Jawa Timur—dalam pelukan Sang Pemimpinmu yang sunyi namun pasti—
Adalah sajak yang tak habis-habisnya kau tulis ulang.


Posting Komentar