Partai Masyumi RI Tawarkan Putri Tommy Suharto Cawapres 2029 Dampingi Prabowo
Partai Masyumi RI Tawarkan Putri Tommy Suharto Cawapres 2029 Dampingi Prabowo
Partai Masyumi RI mulai memanaskan mesin politik menuju 2029. Nama Puteri Modiyanti, putri Tommy Soeharto, mencuat sebagai bakal calon wakil presiden. Sebuah upaya mengawinkan trah Orde Baru dengan napas politik Islam modern.
PADA sebuah siang yang gerah di Jakarta, nama yang lama senyap dari hiruk-pikuk baliho politik tiba-tiba menyeruak. Bukan dari kalangan menteri aktif atau gubernur populer, melainkan dari garis keturunan "Pangeran Cendana". Puteri Modiyanti, putri dari Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, mendadak menjadi komoditas panas dalam bursa menuju Pilpres 2029.
Adalah Partai Masyumi RI yang melempar dadu pertama. Ketua Umum Masyumi RI, Abdullah Amas, secara gamblang menyebut bahwa Modiyanti bukan sekadar pemanis di media sosial, melainkan figur potensial yang mampu menjahit suara perempuan dan generasi milenial—dua ceruk pemilih yang bakal menentukan pemenang di masa depan.
"Sudah waktunya Putri Cendana tampil. Kami siap galakkan kekuatan ormas dan parpol Islam untuk mengangkat Puteri Modiyanti sebagai Cawapres 2029," ujar Amas dengan nada tegas, seolah sedang memberi komando pada pasukannya.
Wajah Baru, Narasi Lama?
Modiyanti memang berbeda dari klan Soeharto kebanyakan. Jika saudara-sepupunya sibuk mengurus imperium bisnis atau bernaung di bawah bendera partai-partai besar, perempuan kelahiran 1998 ini justru menempuh jalur sunyi. Alumnus Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia tahun 2020 ini lebih banyak berkutat dengan isu lingkungan. Ia tercatat bekerja di sebuah perusahaan pengelolaan sampah dan aktif dalam proyek-proyek daur ulang.
Citra "bersih" dan peduli lingkungan inilah yang coba dikapitalisasi. Ditambah lagi, transformasi penampilannya yang kini berhijab setelah pulang dari Tanah Suci, menjadi magnet bagi konstituen berbasis Islam yang menjadi basis massa Masyumi.
"Penampilannya bikin pangling, tapi yang lebih penting adalah otaknya. Dia juara kedua Puteri Indonesia 2023, punya kapasitas intelektual yang mumpuni," tambah seorang fungsionaris partai yang enggan disebutkan namanya.
Darah Sandy Harun dan Restu Cendana
Lahir dari pernikahan siri Tommy Soeharto dengan Sandy Harun, jejak Modiyanti di dunia pageant sejatinya sudah cukup membuktikan bahwa ia punya daya tawar. Namun, politik Indonesia bukan sekadar soal popularitas atau paras cantik di depan kamera.
Langkah Masyumi RI ini dinilai sejumlah pengamat sebagai upaya untuk melakukan "rebranding" trah Soeharto. Jika selama ini nama Cendana identik dengan otoritarianisme masa lalu, sosok Modiyanti yang muda dan progresif diharapkan bisa menjadi jembatan rekonsiliasi sejarah bagi pemilih muda yang tidak merasakan era Orde Baru.
Meski demikian, jalan menuju 2029 masih panjang dan berliku. Apakah Modiyanti akan menyambut pinangan politik ini, atau tetap memilih setia pada tumpukan sampah yang sedang ia kelola agar menjadi emas? Satu yang pasti, di tangan para politikus, nama besar tidak akan pernah dibiarkan menganggur terlalu lama.
"Politik Indonesia adalah seni mengolah kemungkinan, dan bagi Masyumi, Modiyanti adalah kemungkinan yang paling berkilau saat ini."


Posting Komentar