HUT GERINDRA, MENUJU MAHAKARYA POLITIK 1.000 TAHUN: Amas Sebut Pidato Prof. Dasco Adalah Pesan Zaman yang Presisi!
HUT GERINDRA, MENUJU MAHAKARYA POLITIK 1.000 TAHUN: Amas Sebut Pidato Prof. Dasco Adalah Pesan Zaman yang Presisi!
JAKARTA – Perayaan HUT ke-18 Partai Gerindra di Kompleks Parlemen Senayan (6/2/2026) tidak sekadar menjadi ajang seremoni politik. Pidato Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Prof. Sufmi Dasco Ahmad, dinilai membawa resonansi mendalam yang melampaui sekat waktu.
Founder Lembaga Abdullah Amas Strategic (Lembaga AAS), Abdullah Amas, memberikan bedah analisis yang tajam terhadap poin-poin pidato tersebut. Menurutnya, statemen Dasco mengenai target "Gerindra Hidup 1.000 Tahun" bukan sekadar metafora umur organisasi, melainkan sebuah Pesan Zaman yang Presisi.
Melampaui Eksistensi Fisik: Kebaikan Seribu Tahun
Abdullah Amas menekankan bahwa visi Prof. Dasco adalah panggilan bagi kader untuk melakukan lompatan kualitas pengabdian.
"Pesan Prof. Dasco tentang Gerindra hidup 1.000 tahun lagi memiliki dimensi spiritual dan pengabdian yang sangat dalam. Ini adalah instruksi agar kader generasi ini, baik yang sudah bergabung 5 tahun, 10 tahun, atau sejak nol, mampu menorehkan jejak kebaikan yang setara dengan durasi 1.000 tahun," tegas Amas.
Ia menambahkan bahwa presisi yang dimaksud adalah ketepatan Prof. Dasco dalam memadukan antara kaderisasi berkesinambungan dengan gerakan kerakyatan.
Tiga Pilar: Kompak, Bergerak, Berdampak
Amas menilai jargon "Kompak, Bergerak, Berdampak" yang diusung Dasco merupakan manifestasi dari strategi bertahan dan menang yang paling realistis di masa depan.
"Prof. Dasco menyadari bahwa mempertahankan kemenangan jauh lebih berat daripada meraihnya. Maka, kuncinya adalah 'Berdampak'. Dan Prof. Dasco memastikan mesin partai tetap berada di jalur yang benar," lanjut Founder Lembaga AAS tersebut.
Pesan 'Sang Komandan' dan Estafet Pengabdian
Analisis Amas juga menyentuh sisi humanis dari unggahan Prof. Dasco di media sosial. Ucapan terima kasih yang mendalam kepada kader "sejak nol" dianggap sebagai bentuk apresiasi terhadap sejarah, sekaligus fondasi untuk masa depan.
"Inilah yang disebut kepemimpinan yang presisi. Beliau tidak melupakan akar perjuangan (masa lalu), fokus pada konsolidasi rakyat (masa kini), dan menyiapkan cetak biru untuk seribu tahun (masa depan). Ini adalah orasi politik yang mengandung visi kenegaraan jangka panjang," pungkas Amas.
Dengan HUT ke-18 ini, Gerindra di bawah arahan strategis Prof. Sufmi Dasco Ahmad diprediksi akan semakin memperkuat posisinya sebagai partai yang tidak hanya menang secara elektoral, tetapi juga menang secara ideologis di hati rakyat.


Posting Komentar