The Khofifah Institute Puji Paparan Arah Jatim 2026 Oleh Gubernur, Sebut Aura Kepemimpinan Khofifah Bawa Jawa Timur Makin Menyala 2026
SURABAYA – Direktur The Khofifah Institute sekaligus Ketua Dewan Pembina Barisan Media Khofifah (BMK), Abdullah Amas, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas paparan arah kebijakan pembangunan Jawa Timur tahun 2026 yang disampaikan oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Menurut Amas, paparan tersebut bukan sekadar rencana teknokratis, melainkan sebuah manifestasi dari visi besar yang menyentuh relung kebutuhan rakyat.
"Mendengar paparan Ibu Gubernur, kita tidak hanya melihat angka dan target, tapi kita merasakan aura kepemimpinan yang sangat kuat dan tulus. Ibu Khofifah menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin yang memiliki kemampuan inward looking dan outward looking yang seimbang. Beliau tahu persis kapan harus berbenah di dalam dan kapan harus berlari kencang keluar untuk menjemput bola demi kepentingan rakyat," ujar Abdullah Amas dalam keterangannya di Surabaya.
Sentuhan 'Ibu' dalam Pelayanan Dasar
Amas menyoroti bagaimana fokus Gubernur pada penguatan pelayanan dasar—seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur—sebagai langkah yang sangat visioner untuk tahun 2026.
"Fokus pada Jatim Cerdas, Jatim Sehat, hingga Jatim Sejahtera adalah bukti bahwa Ibu Khofifah ingin memastikan tidak ada satu pun warga Jatim yang tertinggal. Beliau sedang membangun pondasi peradaban. Aura optimisme yang beliau pancarkan hari ini adalah bahan bakar bagi seluruh elemen masyarakat Jawa Timur untuk menyambut 2026 dengan semangat juara," lanjutnya.
Apresiasi Atas Strategi 'Jemput Bola'
Lebih lanjut, Abdullah Amas memuji ketegasan Gubernur dalam menginstruksikan sinergi antara Bupati/Walikota dengan Kementerian terkait.
"Instruksi beliau untuk pro-aktif dan 'jemput bola' adalah strategi yang sangat brilian. Ini adalah ciri khas pemimpin transformasional yang tidak hanya menunggu laporan di balik meja, tapi memastikan setiap rupiah APBD berdampak signifikan. Kami di The Khofifah Institute melihat Jatim 2026 akan menjadi mercusuar bagi provinsi lain di Indonesia," tegas Amas.
Pondasi Menuju Kemajuan Berkelanjutan
Menutup pernyataannya, Amas menegaskan bahwa The Khofifah Institute akan terus mengawal dan mendukung penuh setiap langkah strategis yang diambil Gubernur.
"Apa yang dipaparkan Ibu Gubernur hari ini adalah sebuah 'legacy' yang sedang dirajut. Dengan semangat penyesuaian dan efisiensi yang cerdas, kita optimis Jawa Timur di bawah komando beliau akan terbang lebih tinggi. Aura kemenangan dan kemajuan Jatim sangat terasa hari ini!" pungkasnya.
Seperti diberitakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan arah kebijakan pembangunan Pemprov Jatim tahun 2026 dengan menitikberatkan pada penguatan pelayanan dasar, mulai pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga sosial agar dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Hari ini kita bisa menyinkronkan dan sekaligus melakukan evaluasi diperjalanan 2025 serta menyiapkan semua prediksi mitigasi serta arah pembangunan Jawa Timur di tahun 2026," kata Khofifah di Surabaya, Senin (5/1/2026).
Khofifah menilai, dari perjalanan Pemprov Jatim tahun 2025, tentu ada tantangan maupun kendala seperti realisasi belanja modal. Untuk itu, dirinya optimis hal tersebut harus dievaluasi lewat inward looking atau outward looking.
"Artinya inward looking, ke dalam ini apa yang kita harus berbenah, kalau outward looking bagaimana ke depan kita bisa melakukan realisasi belanja lebih signifikan dan lebih berdampak ," tambahnya.
Dirinya menekankan, pentingnya realisasi lebih signifikan dengan hasil yang juga signifikan supaya kebermanfaatan bisa dirasakan masyarakat lebih luas lagi.
"Kita sesungguhnya punya kemampuan untuk melakukan realisasi lebih signifikan supaya hasilnya lebih berdampak. Berapa besar lagi manfaat yang bisa diterima oleh masyarakat," lanjutnya.
"Tidak sekedar maksimal tapi signifikan dampaknya. Masyarakat harus merasakan kebermanfaatannya. Ini adalah tugas kita semua untuk berbenah ke depan," katanya.
Khofifah juga bicara soal efisiensi. "Di tengah efisiensi, bahasa Pak Wagub ini bukan pengurangan anggaran karena efisiensi tapi penyesuaian. Kita semua harus menyesuaikan," katanya.
"Proses penyesuaian ini saya rasa bisa disinergikan dengan maksimalisasi koordinasi dengan Kementerian terkait. Semua program pembangunan betul-betul jemput bola lebih signifikan. Harus pro aktif mengkomunikasikan antara Bupati Walikota dan Kementerian terkait," ungkapnya.
Mengenai prioritas pembangunan 2026, Khofifah menyebut, indikator-indikator pembangunan semua bisa dilakukan telaah serta berbagai upaya, ikhtiar lewat program untuk pencapaian target kemanfaatan yang bisa langsung dirasakan masyarakat.
Khofifah juga menyampaikan arah kebijakan pembangunan 2026, ia merasa ini akan menjadi bagian catatan, di mana semua indikatornya bisa dilakukan telaah, upaya untuk pencapaian sesuai target kemanfaatan yang bisa kita maksimalkan, dirasakan masyarakat secara lebih luas.
Untuk arah kebijakan Jatim tahun 2026, lanjut Khofifah, akan diutamakan pada penguatan pelayanan dasar. Hal tersebut meliput bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan sosial.
Bidang pendidikan melalui program kerja prioritas Jatim Cerdas misalnya terdapat pemerataan dan peningkatan akses pendidikan, perluasan dan peningkatan bantuan pembiayaan, beasiswa pendidikan tinggi, penguatan sekolah terbuka dan pesantren, peningkatan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan, penguatan dan pengembangan kurikulum pendidikan menengah kejuruan/vokasi, serta pengembangan sekolah berbasis boarding school.
Sedangkan bidang kesehatan melalui program kerja prioritas Jatim Sehat seperti pemerataan dan peningkatan akses layanan kesehatan, penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkeadilan, peningkatan kesejahteraan tenaga medis dan tenaga kesehatan, dan sebagainya.
Bidang infrastruktur melalui program kerja prioritas Jatim Akses dan Jatim Lestari seperti percepatan pembangunan Jalan Lintas Pantai Selatan (Pansela), penguatan koordinasi dan kerja sama antarwilayah untuk pengelolaan kawasan perkotaan, pembangunan/peningkatan, lalu sarana dan prasarana ke pelabuhan, dan sebagainya.
Selain itu, bidang sosial melalui program kerja prioritas Jatim Sejahtera misalnya perlindungan sosial adaptif, terintegrasi dan inklusif, peningkatan akses infrastruktur pelayanan dasar, pengembangan ekonomi lokal, dan sebagainya.
"Kita akan terus kuatkan pelayanan dasar supaya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Ini akan jadi pondasi pembangunan yang menjadi prasyarat bagi kemajuan di tahun-tahun berikutnya," pungkasnya.


Posting Komentar